Band sludge metal punk asal Bandung ini baru saja terbentuk di tahun 2021. Selang dua tahun, single pertamanya telah rilis 10 Juni lalu berjudul “Getir”. Lagu milik Scamp itu adalah luapan kemarahan atas tindakan kekerasan seksual yang sejauh ini banyak terjadi di skena metal yang parahnya dianggap sebagai hal sepele.
Lagu ini ditulis oleh sang vokalis, Hera Mary.
“Getir didedikasikan untuk semua pendendam atas terkuaknya suatu kebenaran. Di skena metal Indonesia sendiri, isu tentang perempuan dan pelecehan masih sangat jarang dibahas,” katanya.
Director film “Ini Scene Kami Juga” itu mengatakan bahwa ia bersama Scamp akan menjadi band metal yang memulai kampanye untuk memumpuk kesadaran di skena metal tentang kekerasan seksual. Ia menyampaikan bahwa skena ini sudah seharusnya memberi ruang aman untuk perempuan dalam berkreasi.
“Mulailah mernomalisasi untuk membicarakan isu-isu perempuan. Karena isu perempuan adalah salah satu masalah yang terjadi dimanapun termasuk di skena metal itu sendiri. Getir merupakan langkah awal yang Scamp bawa untuk memulai suara. Semoga setelah ini teman-teman lain juga ikut bersuara jika ada suatu hal menyangkut isu perempuan hadir ditengah-tengah kita,” ucap Hera.
Scamp setelah merilis Getir ini mereka berencana akan melanjutkan rekaman membuat mini album yang berisi lima lagu. Konfigurasi personil Scamp saat ini antara lain Hera Mary sebagai vokalis, Muhammad Sofyan sebagai gitaris, Danis Ridwan sebagai bassis, dan Faris Dwimulya sebagai drummer.
Secara musikal mereka terbilang cukup kreatif. Menggabungkan sludge metal dengan punk. Tempo yang naik turun namun dengan distorsi tebal yang konsisten. Di tengah lagu, tersisip petikan akustik yang memecah kemonotonan, terdengar aneh tapi apik juga mengingatkan pada musik milik Dystopia.
Jika kamu ingin tahu lagu milik Scamp dengarkan lagu mereka di Bandcamp.

Lirik Getir oleh Scamp
Kau kepalkan tangan pertanda kau marah
Berkhianat pada realita
Sembunyi dibalik getir
Emosi memuncak parah
Tak hentinya memendam amarah
Tak terima takdir yang ada
Sia-siakan pilihan yang ada
Emosi memuncak parah
Kau muakan diriku menjadi abu
Kau singkirkan semua menjadi debu
Kau simpan amarahmu menjadi peluru
Kau ambil pisau untuk menusuk dirimu
