Debut Album Perihal Prahara: Amarah Puitis dari DC Threat 

Delta Nishfu 20 Mei 2026

Band hardcore punk asal Kota Malang, DC Threat, merilis debut album yang singkat, padat, penuh amarah, sekaligus puitis.

Belum genap setahun setelah berdiri, band hardcore punk bergaya 80an itu membawa 12 trek dalam debut album berjudul Perihal Prahara pada 7 Mei 2026. Album ini lahir dari keresahan sekitar para personilnya.

Barangkali kita tahu hari ini kehidupan begitu pengap, sesak, dan penuh huru-hara negara. Melalui album ini, DC Threat berteriak dengan gaya khas hardcore punk 80an— menyentuh titik reflektif namun tetap berupaya melawan sistem. 

Bermodal jaringan pertemanan, DC Threat menggandeng studio rekaman rintisan rekannya, Wish Records, asal Batu. Album ini kemudian dirilis dan didistribusikan oleh District Six Records melalui platform Bandcamp. 

Sebelum merilis album penuh, DC Threat lebih dulu meluncurkan demo berisi tiga trek pada September 2025. Tiga trek itu kemudian menjadi bagian dari album panjang ini.

Salah satu lagu yang berjudul “Post-Serapah” juga dipersembahkan untuk salah seorang kawan yang mengalami kriminalisasi polisi pasca demonstrasi Agustus 2025 lalu.  Satriya, vokalis sekaligus penulis lirik lagu dalam album ini, mengatakan fenomena sosial politik hari ini menjadi sumber utama materi albumnya.

Mungkin referensinya justru dari berita-berita hari ini yang sedang marak ya, isu-isu gitu,” kata dia.

Corak lirik yang disusun secara politis sekaligus puitis ini bukan hanya mencitrakan keindahan. Mereka justru merepresentasikan kemarahan melalui metafora yang lugas, jujur, dan apa adanya. Tanpa meninggalkan gaya kemarahan agresif khas punk, mereka memainkan susunan rima dengan ritme punk yang cepat. 

Haidar menambahkan bahwasanya ngeband memang menjadi salah satu alat menyampaikan sikap politik. Ngeband bukan sekedar hiburan. Begitulah ia mengutarakan keresahan-keresahan sosial-politik di sekitarnya. 

“Apa yang bisa kami lakukan ya ngeband itu. Dari album ini kami juga berusaha menyampaikan keresahan-keresahan kami dan fenomena-fenomena sosial-politik di sekitar kami,” ujar gitaris DC Threat itu.

Satriya berharap album Perihal Prahara dapat memantik semangat rekan-rekan hardcorekids dalam menyikapi segala prahara kehidupan. Selain itu, mungkin pesan tersirat dalam album ini juga dapat menjadi diskursus dan refleksi tongkrongan.

Mengingat DC Threat bukan hanya bermusik, lebih jauh dari itu, mereka membawa pengingat bahwa musik dapat menjadi penghubung setiap keresahan.

“Melalui Perihal Prahara, pengen berbagi semangat, berbagi ya mengingatkan genggaman erat [solidaritas] itu,” tutup lelaki yang juga gemar menulis puisi tersebut.

Untuk saat ini, keseluruhan album Perihal Prahara hanya dapat diakses melalui platform streaming musik Bandcamp. Selain dapat didengarkan, di platform tersebut juga tersedia lirik beserta deskripsi yang membantu pendengar memahami makna lirik lagu.

Delta Nishfu

Lahir di Blitar, tumbuh di Malang. Gemar membaca sastra dan karya-karya jurnalistik. Selain itu juga sedang fokus belajar mendalami isu-isu lingkungan, seni, dan budaya.

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait