The Art of Destruction, Buku Ekstrim Dengan Lukisan Darah

stevanpontoh 30 Maret 2022
The Art of Destruction
Buku The Art of Destruction

Sabtu lalu (26 Maret 2022), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Seni Rupa dan Kerajinan, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Manado bekerja sama dengan Penerbit Touweru melaksanakan kegiatan pameran (exhibition), diskusi, serta peluncuran (launching) buku karya Stevan Pontoh, vokalis band depressive suicidal black metal (DSBM) asal Manado, Northorn, berjudul The Art of Destruction.

Kegiatan ini menghadirkan lukisan darah (blood panting) yang diambil oleh Stevan dari tubuhnya sendiri serta karya para seniman lain yang dipamerkan dalam ruang kegiatan. Diskusi dimulai pukul 18:00.

Acara dipandu oleh MC Jeremia Pantouw dan diawali oleh doa berbentuk puisi oleh Alfa Engka. Selanjutnya, diskusi berjalan dengan baik. Para pembicara berasal dari kalangan seniman dan budayawan Minahasa antara lain Swadi Sual, Angky Sampow, dan Kalfein Wuisan.

Moderator pemandu diskusi adalah Rivaldo Stevano. Para pembicara membahas persoalan estetika, dan introduksi tentang latar belakang seni ekstrim dengan kaitannya dengan gerakan avant garde sebagai upaya untuk menghidupkan kembali kesenian-kesenian yang ‘belum terlihat’ atau ‘jarang dilihat orang’, termasuk lukisan-lukisan yang dalam benak orang ‘nyeleneh‘, namun eksis.

The Art of Destruction
Stevan Pontoh, penulis buku The Art of Destruction

Disuksi juga tidak hanya terbatas soal buku yang di launching, dari pihak Penerbit Touweru sendiri mengajak para hadirin yang berminat untuk mencetak karya mereka dalam bentuk buku untuk bersama-sama secara kolektif dan berani memperkenalkan karya-karya mereka kepada khalayak. Hal itu ditegaskan oleh Kalfein Wuisan yang juga adalah penulis dan akademisi.

Beliau menyoroti juga fenomena sentralisasi yang terjadi di kalangan para seniman daerah yang notabene berpikir bahwa hanya seniman perkotaan yang mampu berbuat sesuatu dalam menulis sejarah mereka. Padahal di Minahasa sendiri banyak sekali seniman-seniman berpotensi.

Swadi Sual juga menambahkan bahwa Penerbit Touweru merupakan salah satu gerakan Minahasa dengan misi membawa karya-karya seni, sastra, music, dan lain-lain agar bisa berdialog dengan masyarakat luas. Acara ini juga dilengkapi musikalisasi puisi oleh Brayen dan Kalfein Wuisan.

Setelah beberapa sesi acara selesai, acara ditutup dengan foto bersama dan makan bersama. Sekalipun diskusi utama telah berakhir, yang menarik adalah diskusi masih berlangsung bahkan setelah acara selesai ketika beberapa hadirin yang tersisa duduk minum bersama di ruang pameran.

Pameran karya lukisan darah Stevan Pontoh

Stevan Pontoh

Penulis merupakan pengarang buku The Art of Destruction dan personil Northorn. Sapa dia di instagram @@stv_chada

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait