Jika mendengar kata ‘terpuruk’ hal mendasar yang terbesit di dalam benak kita yakni tentang kesedihan, kegagalan, dan kekecewaan terhadap suatu peristiwa yang pernah terjadi. Selain memotivasi diri kita sendiri, jalan alternatif yang harus dilakukan adalah mencari potensi dukungan dan dorongan positif dari teman terdekat serta media eksplorasi untuk menyalurkan emosi, seperti halnya membuat karya lagu sebagai prefrensi.
Salah satu unit metal pendatang baru asal Kota Pasuruan, Maunaloa merilis single perdana yang dikemas berbentuk video klip bertajuk “Rise” pada 12/04/2023 melalui akun youtube Maunaloacore. Single tersebut nantinya bakal termuat di berbagai digital platform lainnya.
Video berdurasi 4.45 menit ini mengusung konsep studio gigs, di mana para fans mereka juga ikut melebur dan berbagi atmosfir di dalam proses pembuatan video klip di studio UKM musik Soul Voice milik kampus Universitas Wiranegara, Kota Pasuruan.
“UKM musik Soul Voice adalah rumah kedua bagi serta wadah bagi saya dan teman-teman Maunaloa lainnya, selain alat musik drum yang dimiliki kampus, ada juga beberapa properti milik adik-adik UKM yang saya butuhkan pada proses pembuatan video klip tersebut seperti lighting, kamera dll. Intinya saya memaksimalkan apa yang ada,” ujar Zavis gitaris Maunaloa.
Lagu ‘Rise’ dibuat oleh Maunaloa saat pandemi tahun 2020 lalu sebagai cerminan akan kekacauan dunia akibat wabah Covid-19. Sedangkan makna dari lagu ‘Rise’ sendiri merupakan bentuk dari upaya manusia agar bisa bangkit dalam keterpurukan, bahkan di situasi terberat sekalipun demi bertahan hidup. Lewat lagu ‘Rise’ Maunaloa mencoba memberikan isyarat kepada pendengarnya agar tetap semangat untuk menjalani kehidupan saat ini.
“Setelah perilisan single ‘Rise’ Maunaloa akan menargetkan beberapa track lagi untuk proses mini album kedepannya. Yang pasti mereka bakal mengemas musik yang lebih eksploratif lagi, baik dari segi permaian hingga balutan sound yang lebih fresh di telinga,” ujar Abdi gitaris Maunaloa.
Dalam tahap awal, mereka memprioritaskan lagu tersebut untuk disebar melalui digital platform seperti youtube, Spotify, dan lain-lain. Setelah itu mereka bakal mempromosikan secara live perform di berbagai acara musik yang akan datang.
Profil Maunaloa

Formasi awal berdiri hingga sekarang, Yusuf Poto Akbar/Toto (vokal), M. Zavis Maulana (gitar), Abdi Gunawan (gitar), M. Hari Sulistyo (bass) dan M. Syahrul Abdillah/Dilla (drum). Berikut merupakan daftar band yang berpengaruh dalam pembuatan karya lagu Maunaloa : Bullet For My Valentine, Bring Me The Horizon, Avanged Sevenfold, Memphis May Fire, As Blood Runs Black, Oceans Ate Alaska, Dayseeker, dan lain-lain.
Nama dari Maunaloa sendiri diambil dari nama salah satu gunung berapi terbesar di dunia yang berada di Hawaii. Selayaknya Lautan api di gunung itulah makna yang menggambarkan band ini. Maunaloa berkeinginan untuk menjadi band yang memiliki semangat berapi-api dalam bermusik dan berharap bisa memberi dampak yang baik untuk semua orang dan pendengar karya karya mereka.
Lirik “Rise” Maunaloa
the world is not what it used to be
You have to fight for yourself
Don’t let your life go down
and don’t let you be like a clown
it’s our life, our life our own
don’t let the other control
And maybe we can change the world
Don’t give a fuck for everything
And i will rise and rise again
The voice of your conscience the other
Have an aim in life, have a time in life
Another day
When i was down and helpless
As if like a wolf shackled by chains
i will not surrender
And I will rise and rise again
Fuck this life
Fuck this world
The voice of your conscience the other
Have an aim in life, have a time in life
Another day
Everytime i see the worldly lies
Everytime i fall down and helpless
Never surrender and rise again
You can take the pain to reach out everything
This is our life
This is our fate
Let’s control by ourself
BLEAAGHH!!!!!
Akuan ‘Rise’
Title song: Rise
Music: Maunaloa
Lyric: Yusuf Poto Akbar
Producer: M. Zavis Maulana
Co-Producer: Abdi Gunawan
Mixing & Mastering: M. Zavis Maulana, Abdi Gunawan
Music Video Production
Director : M. Zavis Maulana
Cinematography : Zulmi Asyru
*Artikel ini adalah advetorial
