Sapu Jagad, Band Gothic Metal yang Usung Tema Religi Islam

ugik 13 April 2023

Kali ini Metallagi.com akan mengulas band gothic metal dari Batang, Sapu Jagad. Genre ini tidak terlalu populer di kalangan metalhead, bahkan Sapu Jagad menjadi satu-satunya band gothic yang ada di Batang. Tidak banyak band aliran gothic metal eksis di Indonesia. Mungkin yang terkenal dari aliran musik ini bisa dihitung jari.

Ada banyak faktor penyebabnya, bisa jadi karena tidak terpenuhinya jumlah personil untuk memainkan berbagai instumen, yang notebene gothic metal adalah genre metal yang memerlukan banyak instrumen musik untuk menghasilkan simfoni. Sapu Jagad sendiri pun untuk membentuk band butuh enam personil.

Gothic metal merupakan aliran turunan dari metal yang diketahui mulai muncul di Inggris tahun 90-an. Gothic metal yang mengkombinasikan musik kelam berdistorsi dengan melankolia, liriknya kebanyakan tentang renungan, pro-mortalisme, nihilisme, seksualitas, dan spiritualitas. Berbeda dengan Sapu Jagad, memang masih dalam koridor tema spiritiual, namun mereka justru mengusung lirik yang bersebrangan dari kebanyakan band lain, yakni dengan tema religi Islam.

Kami mewawawancarai sang drummer, Imam khoirudin. Tampaknya ia dan Sapu Jagad ingin menggunakan musik gothic metal sebagai media dakwah Islam.

sapu jagad
Imam, drummer Sapu Jagad

“Kami ingin memberikan nuansa baru, memberikan pandangan baru dari musik metal yang di mana biasanya diindentikan dengan hal negatif, ternyata bisa juga diselipi dengan hal yang positif,” kata Imam.

Sapu Jagad memiliki satu album, yang berjudul “Hari Akhir”. Benang merah dari album itu, bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara. Maka dari itu, manusia harus mengejar kelayakan dirinya untuk hidup di dunia berikutnya yang abadi, yakni kehidupan akhirat.

“Musik metal bisa sebagai pengikat tali silaturahmi, musik metal bisa juga sebagai pengingat, sebagai iringan kita dalam belajar memahami hidup,” terang Imam.

Sapu Jagat Terinspirasi dari Al-Quran

Sapu Jagad
Vokalis Sapu Jagad, Dherit Intan

Nama band pun mengandung filosofi yang religius. Mereka terinspirasi dari doa yang ada di Al-Quran, “Rabbana, atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina adzaban nar” yang artinya “Ya Allah Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka”.

“Sapu jagad itu nama doa, sapu atau menyapu yang artinya membersihkan, jagad yang artinya dunia, jadi bisa diartikan permohonan untuk membersihkan dunia dari segala keburukan dan menjaga keseimbangan,” kata Imam.

Menambahkan, ia berpesan untuk para metalhead agar tidak melupakan agama.

“Metalheads tetap mencintai dan menghidupkan kancah musik permetalan tanpa melupakan agama atau penciptanya, tetap percaya bahwa hidup di dunia hanya sementara, ibarat sekadar istirahat dan minum lalu melanjutkan perjalanan kembali,” katanya.

Biografi Sapu Jagad

Dengan mengusung gothic metal religi band ini terbentuk tahun 2002 di Batang Jawa Tengah. Band ini sudah mengalami banyak transisi dalam bermusik, mulai keluar masuknya personil, sampai tahun 2018. Tahun itu, merupakan masa tersulit. Salah satu pionirnya Kosim (bassis) meninggal dunia. Hingga band ini berhasil bangkit dan dapat menyuguhkan karya lagu dalam bentuk album bertajuk Hari Akhir yg berisikan 9 lagu. Adapun komposisi personil sekarang adalah Dherit (vocalist), Al ghoni (scream), David Vai (bassist), Izal (guitarist), Laba (keyboardist), dan Imam (drummer).

Ugik Endarto

Penulis adalah pegiat di Akar Zine dan Perpustakaan Jalanan Wahana Baca. Sapa dia di instagram @ambivalensii

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait