Kebanyakan orang bilang, yang suka musik black metal adalah orang-orang penyembah setan. Stereotip ini melekat karena di awal kemunculan aliran musik ini, yang generasi awalnya adalah Venom (1978) band asal Inggris tampil dengan dandanan yang seram dan mirip setan tentu membuat gempar dan memicu bulu kuduk publik merinding.
Sampai beberapa band yang meneruskan gimiknya, mengambil posisi yang lebih ekstrim seperti salah satu musisi black metal asal Norwegia, Varg Vikernes di tahun 1992 yang membakar gereja-gereja di negeri Land of Midnight Sun itu atas nama genre itu dan satanisme.
Hingga kini band-band semacamnya di dunia semakin banyak bermunculan dengan mengusung konsep satanisme. Apa iya emang suka musik metal harus jadi satanis? Tidak harus dong. Banyak kok band metal mengakui bahwa satanisme yang mereka usung hanya untuk tujuan entertainment saja karena emang aliran musik gelap itu keren secara visual hingga estetika musiknya.

Di Bandung, penghujung tahun 2015 pernah ada seorang mahasiswa yang doyan banget dengan musik black metal. Tapi ia gak satanis kok. Bahkan ia rajin sholat. Karena itu kadang selalu dibercandai oleh kawan-kawannya di circle illustrator Acengking, “black metal kok rajin sholat”. Mahasiswa itu bernama Achmad Deptian.
Ternyata becandaan itu membawa hoki baginya. Ia sebagai seorang illustrator justru mendapat ilham untuk berkarya dengan menggabungkan black metal dan keislaman sebagai karya dalam membuat komik-komik gambar seram, tapi relijius sekaligus kocak. Karya yang ia buat dengan cepat viral di instagram dengan nama Black Metal Istiqomah (BMI). Hingga Achmad Deptian meluncurkan karya komiknya yang menarik melalui penerbit Mizan dengan judul “Black Metal Istiqomah I: Tobat Varokah”.
Awalnya BMI hanya dikelola oleh Achmad Deptian seorang. Hingga sekarang eksis, BMI dikerjakan oleh empat orang. Achmad Deptian dengan Muhammad Rahman Fadillah di bagian desain, konsep, dan konten komik. Tim berikutnya Gyan Jun dan Sugih Pribadi di bagian marketing yang ngurusin merchandise. Metallagi.com menanyakan ke Muhammad Rahman Fadillah, apa motif utama dibentuknya BMI. Ia mengatakan bahwa BMI ingin berdakwah Islam dengan caranya sendiri.

“Memang diperuntukan untuk mengirim pesan kepada manusia untuk beribadah kepada Allah. Dan kami memang mengemas dalam konsep black metal yang identik dengan kegelapan dan suram, tapi ini hanya bungkus untuk memberikan nuansa baru dalam karya dan dakwah yang pada umumnya pasti bertabrakan dengan apa yang sudah ada. At least tujuan utamanya adalah ibadah lewat karya,” ujar pria yang akrab disapa Boa ini.
BMI dengan sengaja membuat konten-konten ringan, namun mengena. Banyak karya-karyanya yang kocak semata-mata untuk memberi sugesti kepada para metalheads agar selalu ingat sholat dan taat kepada Allah SWT. Boa bilang bahwa karakter keren yang diciptakan oleh Achmad Deptian terinspirasi dari komikus asal luar negeri.

“Sejauh saya pelajari dari gaya gambar author, yakni Achmad Deptian, gayanya kental dengan Tim Burton dan Junji Ito yang menjadi inspirasi kawanku ini,” kata Boa.
Sampai detik ini, akun Instagram mereka terus meningkat pengikutnya. Itu sebabnya, BMI dalam beberapa kesempatan merilis merchandise kocak dan banyak peminatnya –tak dipungkiri cuan pasti telah menyirami kantong orang-orang kreatif ini (stay hahal brother).

keren sekali kak, baru tau kalau ada metode dakwah yang sangat unik. 👍
Makasih kak ,mencerahkan 🔥🔥