Sampar: Black Metal Dan Melankolia

stevanpontoh 25 Maret 2023
Sampar
Personil Sampar

Saya dihadiahkan kepingan compact disk (CD) dari band Sampar sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi saya me-mixing-mastering materi-materi mereka. Pukul 23:49, saya mendengarkan kembali track “Hypermnesia” dengan seksama sambil membaca tulisan lirik dalam pack CD mereka yang sebelumnya terlipat dalam jewel thin-case sederhana. Di menit ke 3, saya hampir saja menitikan air mata bersamaan dengan komposisi melankolis yang mereka sajikan dalam mini album bertajuk Hypermnesia ini.

Ramuan Musik Katarsis

Sampar
Sang vokalis, Emily Rose

Mengapa musik seperti Sampar sangat melegakan? Terutama bagi mereka yang sudah berpengalaman dengan depresi dan suicide thoughts, karena mereka punya bumbu tertentu yang mampu menikam kalian-kalian yang sedang struggle dengan mental illness.

Band ini menyuarakan isi hati kalian yang jarang mampu kalian artikulasi kan bahkan dengan kata-kata. Melalui musik mereka, saya merasakan adanya kelekatan dan tendensi yang sangat selaras dengan pemikiran tergelap dalam kontemplasi eksistensial saya personal. Mereka berhasil meramunya, menciptakan efek katarsis yang nyata.

Sampar adalah band melancholic black metal yang terbentuk di Tondano, Minahasa. Dengan line-up Emily rose – Vokal, Nazgul – gitar, Alpha – bass, dan Samgar – drum. Mereka berempat memulai band di 2021 dan di bulan Maret ini meluncurkan mini album (EP) bertitle “Hypermnesia” dengan format CD-r dalam jewel case. Total ada 4 track dalam format mini album perdana mereka ini, teman-teman bisa membeli langsung rilisan fisik mereka di akun Instagram @Sampar_bm. Saya merasa sangat beruntung bisa menikmati proses mereka dalam pematangan materi sampai berbagi diskursus literatur karena kebetulan saya dekat dengan mereka.

Dari segi musikalitas, band ini cukup kompleks sebagai band black metal. Riff yang disajikan dan pattern drum mereka sering kita jumpai dalam berbagai jenis sub-genre yang tidak terbatas hanya dalam black metal. Bukan hanya itu, mereka juga seringkali menggunakan ambience natural seperti sound efek api dan hujan untuk memperkuat atmosfir dalam tembang-tembang mereka. Namun yang menjadikan Sampar berkarakter adalah kekuatan sang vokalis. Shriek scream Emily Rose mengingatkan saya pada sosok “Dead” sewaktu masih di Morbid, band mendiang sebelum kemudian ia bergabung dengan Mayhem. Ini mungkin saja bias namun murni pendapat saya pribadi.

Unik dengan Melankolianya

Sampar
Cover album Sampar

Terlepas dari stigma band-band depressive suicide black metal (DSBM), saya tidak serta-merta ingin mengkategorikan Sampar sebagai salah satunya. Karena materi-materi mereka cukup kompleks sekalipun secara keseluruhan, elemen melankolis menjadi senjata terkuat mereka. Band ini termasuk salah satu band so called “DSBM” yang tidak ingin mengklasifikasikan dirinya kedalam lingkaran tertentu karena menurut saya memang tidak sama dengan band-band diluar sana yang memakai kiblat tersebut.

Sampar adalah salah satu artefak unik yang pernah ada di kancah musik bawah tanah Indonesia timur khususnya Sulawesi Utara karena karakter seperti mereka sulit kita temukan. Di beberapa kesempatan, saya seringkali melihat aksi self-harm, ini memperkuat penegasan Sampar agar audience mereka paham band ini ingin masuk ke ranah dan pesan apa yang ingin disampaikan.

After all, people have to speak up about suicide. Sejak itu ialah satu-satunya cara untuk mempertimbangkan apapun, mereka perlu tahu seberapa yang peduli. Sampar memberi banyak pesan kepada saya bahwa pikiran negatif harus dilepaskan tanpa dipendam. Mereka melucuti pesan-pesan bunuh diri tanpa rasa takut, terlebih pesan itu dieksekusi dalam musik. Tidak semua musisi di Indonesia bisa menyuguhkan pengalaman melankolis se-indah dan se-mentah Sampar.

This is the pure act of destructive art!

Stevan Pontoh

Penulis merupakan pengarang buku The Art of Destruction dan personil Northorn. Sapa dia di instagram @@stv_chada

3 pemikiran pada “Sampar: Black Metal Dan Melankolia”

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait