band Crust Black Metal, 1984 Rilis MMXXII, Terinspirasi George Orwell

adhe 21 Februari 2023

Band crust black/death asal Malang 1984 merilis ulang (12/2) demo mereka yang bertajuk “MMXXII” dalam senyawa cakram padat (CD) dengan kemasan jewelcase serta versi digipack yang siap disebarluaskan.

Demo “MMXXII” berisikan dua trek crusty “Chaos And Oblivion”,  “Nailbiter” (Anti Cimex Cover), dan dua track “Chaos and Oblivion” (Nekromixon by TamaT), “Hound of Panopticon” (Glibly Ninja Noise Remix) sebagai edisi bonus.

Jika dibeberkan makna dari lirik lagu “Chaos And Oblivion” di Demo “MMXXII” secara harfiah mempunyai arti yang dalam tentang sebuah kehancuran ekologi dan dimulainya babak baru dehumanisasi.

makna dari kehancuran ekologi adalah mengenai krisis sosial makhluk hidup atau bencana kemanusiaan yang sering terjadi saat ini. Sedangkan “dehumanisasi” tertuju pada sebuah dampak ancaman kerusakan ataupun konflik berkepanjangan yang menimpa umat manusia.

1984
CD 1984

Makna dari lirik tersebut sangat relevan dengan situasi dunia saat ini, seperti yang sering kita ketahui yakni bencana alam akibat ulah manusia bahkan perang antar negara yang dapat memicu perang dunia ketiga. Hal tersebut bisa berdampak terhadap keseimbangan hidup umat manusia.

Tema-tema yang mereka usung, terinspirasi dari George Orwell, seorang penulis novel keturunan bangsawan Inggris yang lahir India.

“Nama band 1984 diambil dari judul novel karya George Orwell yaitu penulis novel-novel distopia, yang kebetulan sekali novel tersebut cukup relevan dengan apa yang mereka sebut sebagai “fucked up world” atau “fucked up life”, kenapa? “Karena pada hakikatnya hidup mempunyai pilihannya sendiri,” kata Monox vokalis 1984.

“Untuk bebas menentukan apa yang kita mau dan apa yg akan kita lakukan, bukan untuk diawasi atau dikontrol atas nama stabilitas. We have our own way to choose what we’ve like to do. Dengan kata lain bahwa 1984 bukan tentang tahun kelahiran siapa atau angka lain, tapi lebih pada manifest kejujuran dan kebebasan kita untuk menjalani kehidupan masing-masing,” imbuh Monox.

DISKOGRAFI 1984

1984
Artwork 1984

Empat tahun merupakan perjalan yang panjang setelah perilis debut EP album mereka “Dystopia”. EP yang berisikan 5 lagu dengan 1 trek versi daur ulang milik band The Ugly tersebut pernah dirilis oleh tiga negara sekaligus yakni Tarung Records (Jakarta – Indonesia), Broken Noise Records (Malaysia), Voirloup Production (France), dan versi CD dirilis oleh Forget The Pain.Inc (Malang – Indonesia).

Setelah debut EP album diluncurkan, 1984 kerap menjadi sorotan akan atensi mereka dari berbagai label punk yang bermula dirilis oleh label asal Gresik “Invokation Records”, serta kembali direissue oleh label asal Rusia yaitu “Makima Records”. Hasil dari kedua label tersebut dicetak format kaset pita secara terbatas.

Karakter musik dari 1984 sendiri merupakan fushion pakem punk rock tentang “three chord and play it loud” di tambah atmosfer distorsi black metal dengan intensitas pukulan dan tempo blastbeat. Mereka melabelkan black metal crust yang masih mengadopsi sound primitif ala band-band black metal dan punk di awal 90an. Seperti Marduk (era album Panzer Division), Ancst, Wolfbrigade, Skitsystem, True, Fatum dan juga The Ugly.

MEMBER’S 1984

Monox (vokal)

Nafiz (gitar)

Rayn (Bass)

Imam (drum)

Adhe Crusher

Penulis adalah vokalis Berantai, juga anchor di Night Distortion. Sentuh dia melalui instagram @adhe_crusher

Satu pemikiran pada “band Crust Black Metal, 1984 Rilis MMXXII, Terinspirasi George Orwell”

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait