Tanggal 1 Mei adalah peringatan hari buruh internasional atau yang akrab disebut sebagai mayday. Di tanggal ini, para pekerja (orang yang mendapatkan upah) biasanya memanfaatkan momentum mayday untuk melakukan demonstrasi dan aksi lainnya karena seperti yang kita tahu, bahwa masalah perburuhan di Indonesia semakin kompleks. Tahun demi tahun dilewati, bukannya semakin baik, menurut LBH Jakarta kondisi perburuhan Indonesia semakin mengalami kemunduran gara-gara undang-undang (UU) Cipta Kerja atau yang sering disebut sebagai UU omnibus law.
Perihal masalah perburuhan, banyak musisi di Indonesia yang melalui karya lagunya, ikut menyuarakan kesejahteraan pekerja dan memberi suntikan energi bagi para pekerja yang ditindas di tempat kerjanya. Berikut adalah lagu band cadas Indonesia yang berbicara perihal pekerja dan mayday.
1. Shama – Massa Buruh

Shama adalah band progressive rock asal Surabaya. Terbentuk tahun 2017, karya yang Shama usung banyak yang berbicara berbagai masalah sosial. Salah satu lagu mereka, berjudul “Massa Buruh”. Isinya tentang realita para pekerja yang bekerja keras demi keluarga mereka meskipun mereka harus dibebani dengan jam kerja yang panjang serta upah yang tidak seberapa di samping tagihan utang yang harus mereka lunasi.
2. Rograg – Buruh Bangunan

Band punk rock asal Bali, Rograg punya perspektif yang lebih spesifik tentang buruh. Di album “Keadilan Tai Babi” yang rilis tahun 2017 ini, mereka membuat karya dengan judul “Buruh Bangunan”. Lagu itu secara spesifik memberikan apresiasi kepada para kuli sebagai pekerja yang sering diabaikan hak-haknya. Padahal pekerjaan mereka mempunyai risiko yang tinggi, sedangkan negara tidak memberi jaminan perlindungan khusus untuk para kuli bangunan.
3. Enkaeri – Buruh

Masih dari Bali, Enkaeri adalah anarcho punk yang berdomisili di Tabanan. Mereka di tahun 2018 merilis mini album “Loemboeng Beton” dan di dalam album itu terdapat lagu dengan judul “Buruh”. Band yang berdiri tahun 2012 ini, akhir tahun 2022 lalu merilis album penuh “Barisan Sajak Perjuangan”. Di album itu, juga terdapat lagu yang memberi semangat kepada buruh dengan judul “Hantam Keras Kehidupan”.
4. Malu2x – Nasib Buruh

Bergeser ke Jawa Tengah tepatnya Surakarta, ada band punk yang bernama Malu2x dengan judul “Nasib buruh”. Lagu itu dirilis tahun 2016 di album “Hmmmmmm”. Mereka mengemas lagu tentang nasib pekerja yang hidupnya pas-pasan. Atas kondisi itu, berpengaruh pada masalah ekonomi, sosial, hingga masalah asmara.
5. Proletar – Buruh Wanita

Proletar merupakan band grindcore lawas asal Jakarta. Tema dalam lagu-lagu mereka tidak lepas dari masalah sosial, kebobrokan politik, dan kritik terhadapa sistem kenegaraan. Di tahun 2001, Proletar merilis album “Rakyat Jelata” yang diketahui secara gambalang berbicara perihal buruh ada dua, yakni lagu Buruh Wanita dan Pekerja Tertindas. Buruh Wanita dalam liriknya, Proletar menyebutkan bahwa selain mendapatkan upah yang tidak layak, buruh wanita juga dibayang-bayang tindakan kekerasan seksual saat di tempat kerja karena masyarakat kita masih menjalakan sistem sosial patriarki.
6. Mooner – Buruh/Pemburu

Berikutnya tentang pekerja, adalah lagu dengan judul “Buruh/Pemburu” yang dibuat oleh band stoner rock asal Bandung, yakni Mooner. Band ini adalah proyek sampingan musisi ternama Bandung, yakni Rekti Yoewono (The Sigit), Absar Lebeh (The Slave), Pratama Kusuma (Sigmun), dan Shella Safira (Sarasvati). Buruh Pemburu adalah lagu hits andalan Mooner di album mereka “Tabiat” yang rilis tahun 2017 silam. Lirik dalam album ini ditulis oleh Rekti Yoewono, yang kemudian sering diperbincangkan di media karena lirik yang dibuat Rekti memakai bahasa Indonesia. Pasalnya di band utama yang Rekti bangun yakni The Sigit keseluruhan lagunya berbahasa Inggris.
7. NTRL – Mars Pekerja

Dengan beat kencang ala NTRL, band punk rock 90’an ini merilis music video “Mars Pekerja” bertepatan dengan peringatan mayday, 1 Mei 2016. Lagu yang termuat dalam album 11/12 itu bercerita tentang betapa kerasnya perjuangan para pekerja yang hidup di kota metropolitan Jakarta yang harus rela berdesak-desakan naik angkutan kota demi sesuap nasi dengan mempertaruhkan nyawa.
8. Klera – Pekerja Mandiri
Yang satu ini adalah band super kencang dari Bengkulu dengan aliran crust-grind. Di mini album “Stay Crust Stay Fee” yang dirilis tahun ini, terdapat lagu tentang pekerja dengan judul “Pekerja Mandiri”. Menurut sang bassist, Rigan, karya yang mereka tulis berangkat dari pengalaman seluruh personil yang pernah bekerja sebagai buruh dengan penuh tekanan. Pekerja Mandiri adalah lagu perayaan mereka yang kini menjadi pekerja bebas yang tidak harus menuruti atasan mereka.
9. Bvrtan – Persatvan Rakyat Svkatani

Memang kebanyakan band yang berbicara tentang kelas pekerja, adalah band dengan aliran punk dan turunannya. Namun band yang satu ini berbeda, mereka adalah Bvrtan, band black metal asal Depok. Band ini cukup unik, karena dalam liriknya mereka mengganti huruf “U” dengan “V”. Ini merupakan tradisi di Skadinavia jaman dahulu yang menggunakan alphabet latin kuno yang kini banyak digunakan juga oleh-oleh band black metal di Skadinavia. Keunikan lainnya adalah Bvrtan selalu menggunakan gimik metal parodi sebagai identitas mereka. Meskipun mengusung konsep parodi, mereka membuat karya dengan makna-makna yang cukup serius tentang buruh tani, seperti “Persatvan Rakyat Svkatani”.
10. Marjinal – Marsinah

Marsinah merupakan pejuang kelas pekerja yang dibunuh di tahun 1993. ia ditemukan meninggal di hutan dengan luka-luka berat ditubuhnya beberapa hari setelah melakukan berbagai aksi protes menuntut kenaikan upah. Sebagai bentuk hormat kepada pejuang itu, bank punk asal Jakarta, Marjinal membuat lagu dengan judul “Marsinah”.

🔥🔥