Album Baru Wafat: Musiknya Death Metal Liriknya Feminisme

Wafat
Personil Wafat

Pada umumnya band death metal sangat identik dengan tema-tema menyeramkan yang diambil dari kehidupan nyata maupun cerita fiksi. Beberapa diantaranya juga ada yang mengangkat tema perlindungan hewan hingga kerusakan lingkungan yang diversikan ke dalam musik death metal.

Namun berbeda dengan salah satu band death metal asal Surabaya, WAFAT. Meskipun sudah tidak lagi berdarah-darah lagi, dengan melawan arus mereka menyuguhkan sisi pendewasaan yang relevan di usia WAFAT yang menginjak 26 tahun. Sungguh tidak mudah mempertahankan angka itu. Ya meskipun sering bongkar pasang personil namun WAFAT mampu melahirkan musisi-musisi berbakat.

26 November kemarin, WAFAT resmi melesatkan album kelima bertajuk “Feminism” yang dirilis oleh Maxima Music Pro label asal Bekasi. Album yang berisikan 10 trek + 1 trek sebagai edisi bonus ini sudah siap edar dalam kepingan padat format CD + merchandise yang bisa kalian dapatkan di Maxima Music Pro serta distributor resmi mereka Metal Artefuck.

Di album “Feminism”, WAFAT mengangkat tema sosial, politik dan ideologi yang mendefinisikan tentang diskriminasi, pergerakan, serta hak-hak kaum perempuan dari berbagai aspek kehidupan untuk mencapai kesetaraan gender. Tentu saja hal tersebut berkaitan dengan hak asasi manusia yang harus tetap digaungkan.

Sumber inspirasi utama dari tema di album “Feminism” adalah bentuk keperdulian Frank Mufti sang vokalis terhadap para perempuan tangguh yang rela banting tulang siang dan malam demi memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga. Di sisi lain Frank juga mendapat inspirasi tersebut dari Hayy Maahayaa yakni salah satu perempuan hebat dan juga aktivis “Perempuan Bergerak” yang aktif di Kota Surabaya dan kota-kota sekitarnya.

Secara musikalitas “Feminism” album kelima WAFAT lebih kompleks ketimbang materi-materi album sebelumnya. Mulai dari pemilihan aransemen lagu hingga balutan sound yang modern, terutama di judul lagu ‘Missogini’ terdapat sentuhan part melodi di pertengahan lagu, seakan menambah nuansa techincal death metal di dalamnya.

Who Said Is WAFAT Is Dead?

Merupakan slogan keramat dari veteran death metal asal Surabaya yang masih terjaga eksistensinya sejak tahun 1996 hingga sekarang. Selama 26 tahun mereka telah melahirkan 5 album diantaranya ”Cemetery Of Cellarage” Tahun 1997, “Surga Itu Gelap” Tahun 2009, “Exhausted Soul” Tahun 2011, album “Doxa” Tahun 2018 dan terakhir album “Feminism” 2022.

Dalam kurung waktu satu tahun belakangan ini jam terbang WAFAT begitu padat, bisa kita lihat setiap bulan bahkan hampir setiap minggu mereka menjajal berbagai event di Kota kecil hingga Kota besar mulai Jawa hingga Bali.

Nampaknya mereka juga bakal menggelar tour album tahun 2023 mendatang. Jika kalian ingin WAFAT hadir kota kalian silahkan dm di instagram @wafat.official atau hubungi nomer yang tertera di bio instagram mereka.

WAFAT Members 2022:

  • Frank Mufti (vocal)
  • Raka Maulana (guitar)
  • Ghus Gung (bass)
  • Bangkit Al Azhar (drum)

 

Tinggalkan Komentar ...

Baca Juga

Sihir Punk Pussy Riot Untuk Lenyapkan “Diktator” Putin

Sebuah video pendek menampilkan sekelompok wanita berjumlah 12 orang mengenakan daster sutra hitam, celana ketat jaring, dan menutupi kepala mereka dengan balaclava merah. Sambil merapal mantra para wanita itu membakar potret Vladimir Putin, presiden Russia. Mereka adalah kelompok punk feminis Pussy Riot asal Russia. Video itu menggambarkan bahwa mereka ingin melenyapkan seorang Putin. Video itu […]

Gaya Musik Rock 70’s, THE FOOLISH Sentil Pejabat di Single “Sentimen”

Single “Sentimen” yang dirilis pada 19 Januari kemarin merupakan penghargaan bagi THE FOOLISH demi merayakan delapan tahun akan kiprahnya di belantika musik rock tanah air. Di sisi lain band ini menyoroti tentang kehidupan dan problema sosial sehari-hari. Hal tersebut yang menjadi identitas mereka dalam membuat karya lagu. Sangatlah relevan bukan? dengan situasi negara saat ini […]