Di Ujung Lelah, Lagu The Laksono Dengan Formula Reggae dan Psychedelic

Kelompok musik reggae asal Pasuruan, The Laksono, rilis klip video “Di Ujung Lelah” 11 November lalu di kanal Youtube mereka.

Kami mewawancarai sang vokalis, Niko Setyo Laksono. Ia mengatakan bahwa lagu ini merupakan curahan keluh kesahnya di kehidupan nyata yang diolah menjadi lagu yang menenangkan bagi pendengar.  

“Menceritakan tentang peranan cinta dan keluarga dalam pencarian hidup, lagu ini adalah sebagai  jawaban atas ketidakpastian selama hidup saya,” kata Niko kepada Metallagi.com.

Menambahkan, bahwa saat membuat lagu tersebut ia sedang dalam fase mood yang buruk.

“Saya ingat betul waktu itu memang berada di antara fase ngersulo, putus asa, tapi banyak syukur hahaha, jadi seimbanglah sama seperti hidup semua harus seimbang,” ucapnya.

Pria yang juga gemar bermain skateboard ini menyampaikan kalau Di Ujung Lelah bisa jadi media merenung bagi pendengar sedang mengalami mood yang buruk.

Karena lagu ini dapat membuat kamu bangkit dari masalah, Sob. Merenunglah dan yang berlalu biarlah berlalu dan siap menatap masa depan yang lebih baik.

“Di samping kegagalanmu selalu ada keluarga dan orang-orang tercinta yang bisa jadi pelabuhan terakhir untuk kita bersandar, pun menjadi jawaban atas segala kemurungan yang mengacau di pikiran dan jiwa-jiwa yang lelah,” kata Niko.

Di Ujung Lelah mengusung konsep bernuansa surf music dengan tempo lambat yang menegaskan nyawa mereka di aliran reggae. Tapi yang selalu membuat mereka beda, adalah sentuhan psychedelic-nya yang rasa-rasanya seperti membawa para pendengar perlahan menembus kosmik-kosmik pikiran alam bawah sadar.

Apalagi kalau nonton klip videonya yang digarap oleh Iqbal Fahrio, si drummer The Laksono. Psychedelic abis. Sungguh, visual yang benar-benar ciamik. Itu sebabnya reggae-psychedelic menjadi sebutan yang cocok bagi oleh Metallagi.com untuk disematkan pada The Laksono.

Di Ujung Lelah menjadi pertanda bahwa band yang diusung oleh Niko Setyo sebagai vokalis dan gitaris, Iqbal Fahrio sebagai drummer, Burhan sebagai gitaris, Pingping sebagai bassis, dan Ilham sebagai keyboardis ini akan segera merilis album mereka yang ke dua tidak lama lagi.

Sebelumnya Agustus lalu mereka juga telah merilis klip video berjudul “Perjalanan”. Rencananya, The Laksono akan adakan konser syukuran sekaligus merilis album Januari tahun depan.

Sekian artikel ini semoga bermanfaat bagi kamu, Sob. Untuk tahu informasi menarik lainnya, selalu kunjungi Metallagi.com.

Tinggalkan Komentar ...

Baca Juga

Musisi Black Metal Asal Manado Ini Rangkai Buku Prosa dengan Lukisan Darah

The Art of Destruction merupakan prosa filosofis karya Stevan Pontoh, musisi black metal Manado, NORTHORN. Prosa itu ia bukukan dan menjadi manifestasi fundamental dari karya-karya ekstrim yang telah dihasilkan melalui musik dan artwork yang diilustrasikan dengan koleksi lukisan darah. Berawal dari kumpulan tulisan yang di kerjakan oleh Stevan pada tahun 2017 silam, hingga menjadi album […]

Ini Makna Dibalik Lagu “Putih Tercemar Darah” Fear Epidemic

Pertengahan Desember lalu (14/12/2021), FEAR EPIDEMIC merilis lagu pertamanya berjudul “Putih Tercemar Darah”. Lagu ini dirilis pada akun Fear Epidemic Official di Youtube dengan format video lirik. Putih Tercemar Darah ini membuat penasaran judulnya. Membuat kita berspekulasi yang tidak-tidak, hmmm… apa sih isinya? Demi menuntaskan rasa penasaran itu, Metallagi.com menghubungi salah seorang personil dari FEAR […]