BLACKSWAN Melawan Sekulerisme Lewat ‘Anti Sekuler’

Blackswan Band Members

Baru-baru ini (9/3/2020) band metalcore asal Malang, BLACKSWAN, merilis lagu terbaru di kanal Youtube officialnya. Lagu itu berjudul “Anti Sekuler”. Berdurasi 4.27 menit, lirik “Anti Sekuler” lahir dari keresahan BLACKSWAN dengan segelintir para politisi dan pemangku kebijakan Negara di Indonesia yang terkesan memisahkan urusan agama dengan urusan kenegaraan. Idealnya, menurut BLACKSWAN, dalam mengatur Negara Indonesia, agama harus beriringan dan saling mengisi. Tidak dapat dipisahkan. Karena sejarah kemerdekaan Indonesia, berkaitan erat dengan perjuangan para santri dan ulama, yakni golongan terpelajar agamawan Islam. Mereka ingin sila pertama dalam Pancasila seperti yang termuat dalam piagam Jakarta diberlakukan lagi.

Memang garis idealis yang dipegang teguh oleh band ini adalah Islam. Atau yang biasa dikenal sebagai “Metal Satu Jari”. Gitaris BLACKSWAN, Ninis Agung Wahyu Prayoga, mengatakan bahwa BLACKSWAN sangat mengidolakan TENGKORAK dan PURGATORY, yang dalam bermusiknya juga melakukan dakwah melalui musik. “…Masih belum menyamai TENGKORAK sama PURGATORY, cuma inspirasinya dari dua band itu,” ucap Ninis.

Meskipun ada, namun tidak banyak band-band berhaluan metal satu jari seperti BLACKSWAN di Indonesia. Mereka berani mengusung konsep metal satu jari karena yakin bahwa Islam tidak untuk golongan muslim saja. “Islam juga tidak diturunkan hanya untuk golongan tertentu, tapi diturunkan juga untuk para metalheads, bukankah seorang metalhead yang bertaqwa itu lebih baik? Hayya alal falah my brother,” Ujar Ninis kepada Metallagi.com.

Tak seperti band pada umumnya yang merilis sebuah lagu dalam format CD Single/promo, BLACKSWAN memilih menggunakan lirik video agar pendengar juga tahu langsung lirik yang mereka ciptakan. Harapannya, para setiap orang dapat langsung memahami makna atas lagu yang ingin mereka sampaikan kepada seluruh metalheads. Dengan begitu kamu dapat juga sing a long bersama mereka dari rumah. Sebagai bocoran, lagu ini adalah salah trek yang akan muncul dalam album mereka yang akan rilis tahun ini yang akan diberi judul “Episode Akhir”.

Band yang lahir dari rahim unit kegiatan mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini beranggotakan lima personil. Yakni Achtafian Kevin Arighi sebagai Vokalis, Deryl Septianto sebagai gitaris dan clean vokal, Ninis Agung Wahyu Prayoga sebagai gitaris, Wisnu Bragas Dika sebagai basssis, dan Nida Al Kholil sebagi drummer. Sambil menunggu pandemi virus corona berlalu, BLACKSWAN kini sibuk mempersiapkan album dan fokus sebagai kandidat dalam audisi Wacken Open Air (WOA).

Tinggalkan Komentar ...

Baca Juga

VOX MORTIS: Musik Metal Dan Gerakan Kampanye Kesejahteraan Hewan

Tidak lagi identik dengan tema-tema kematian dan depresi, musik death metal yang diusung oleh band kawakan asal Jakarta, VOX MORTIS, punya jalan ninja yang berbeda. Mereka membawa isu kesejahteraan hewan sebagai sajian utama. Band baru yang dibentuk oleh para musisi kondang Jakarta ini, yakni Doni Herdaru Tona (FUNERAL INCEPTION), Achmad Mustaid (VOMITOLOGY) dan Donirro (LAST […]

BELLPANIC, Psychedelic Rock Pasuruan Rilis “Drunk In Blues”

Musik rock dan berbagai subgenre-nya tampak seolah mati di Kota Pasuruan. Lajunya lambat terseok-seok. Sangat jarang ditemui event maupun kelompok musik rock yang menonjok di kota “inspiring city” ini. Band-band grunge dan punk pun juga tak ada taring. Paling banter anak-anak metal tongkrongan Orgi Studio dan Pasuruan Under Divison yang rajin membuat gigs musik cadas. […]