Extimulation dan Konsep Band Virtualnya

stevanpontoh 3 April 2024

Kolaborasi dari musisi tiga negara yakni Russia, Tibet, dan Hawaii, Extimulation adalah band unik karena mengusung konsep band virtual seperti Gorillaz. Kini lagu baru mereka berkolaborasi dengan musisi Indonesia!

Extimulation adalah sebuah band virtual yang dibentuk pada tahun 2023 oleh tiga musisi berbakat yang berasal dari berbagai negara. Band ini tidak memiliki anggota fisik, namun eksistensi mereka sepenuhnya berdasarkan teknologi dan dunia maya.

Mereka menciptakan musik yang memadukan elemen-elemen dari berbagai aliran seperti elektronik, rock, pop, dan hip-hop untuk menciptakan suara yang unik dan futuristik. Menurut saya band ini unik karena konsep band virtual semacam mereka sangat jarang, nama seperti Gorillaz mungkin cukup terkenal dengan konsep terkait.

Beberapa waktu yang lalu Extimulation baru saja merilis single perdana mereka yang berjudul MasonrY. Single pertama ini menceritakan sekelompok anak muda yang ingin melawan penguasa tirani dengan analogi bahwa mereka adalah anak dari bintang jatuh yang sebenarnya ingin mengubah perintah atas kehendak yang berkuasa. Di single ini, mereka berkolaborasi bersama seorang rapper asal manado, Eibiiend.

Personil Extimulation

Extimulation punya tiga personil. masing-masing mereka adalah Monk asal Nowhere dan Tibet. Ia adalah otak di balik produksi musik Extimulation. Monk menggabungkan elemen-elemen elektronik dan EDM untuk menciptakan alur musik yang menghipnotis sebagai DJ & programmer.

Lainnya adalah Raigaki sebagai gitaris. ia dari Kepulauan Hawai. Raigaki adalah ahli gitar dan selalu memberikan sentuhan unik pada musik Extimulation dengan permainan gitarnya yang energik.

Sedangkan drummer mereka adalah Karaka, asal Rusia. ia merupakan drummer kebanggaan dari Extimulation karena bukan hanya bisa main drum tapi groove yang dihidangkan selalu berirama dengan setiap lagu yang ada di Extimulation.

Extimulation akan terus berinovasi dalam menciptakan musik yang futuristik dan eksperimental, menggabungkan teknologi dan seni visual untuk menciptakan pengalaman musik yang unik bagi pendengar mereka melalui teknologi dan kreativitas yang tak terbatas.

Di single kedua berjudul “Prison (Death Mental)” Extimulation menghadirkan dua karakter vokal yang berbeda. lagi-lagi, ada dua musisi Manado yang turut ambil peran mengisi vokal, yakni Shania dan Yudi. Single kedua mereka ini bercerita tentang sebuah jiwa yang memiliki keinginan untuk bebas tanpa ada campur tangan dari luar karena semua terlihat begitu indah namun sebaliknya hal tersebut ternyata membuatnya seperti ada di dalam penjara.

Stevan Pontoh

Penulis merupakan pengarang buku The Art of Destruction dan personil Northorn. Sapa dia di instagram @@stv_chada

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait