Huminoid, Metallic hardcore Manado Tuntaskan Tur Di Jawa

stevanpontoh 16 Oktober 2023

Jangan takut berteman dan berjejaring, rilis demo, EP, promo, album, apapun itu rilis saja sesuatu intinya. Juga tidak lupa datang ke gigs lokal, support band lokal, beli tiket, beli merch, kalau bisa organize show juga.

Huminoid sendiri terbentuk pada tahun 2017 dan beranggotakan Luky (vocal), Nando (guitar), Matthias (guitar, backing vocal), Mario (bass), Adrian (samples), dan Zacky (drums). Mereka mengambil referensi dari gaya musik seperti hardcore punk, metalcore, industrial, electronica, sampai nu metal. Mengutip pengaruh dari band-band seperti Harms Way, Code Orange, Vein.fm, dan Slipknot.

Sebelumnya mereka telah merilis sebuah demo, All Hell Broke Loose pada 2020 kemudian Promo 2021 yang berisikan tiga trek. Setelah itu mereka merilis sebuah single yang berjudul Imprisoned.

Mereka adalah salah satu band potensial yang jam terbang dan sepak terjangnya produktif, dilihat dari intensitas performa mereka dari berbagai gigs independen yang sering mereka gelar, sampai panggung dan event luar kota juga. Penulis berkesempatan untuk mewawancarai Matthias, sang gitaris Huminoid, pasca tur West to Central Java Tour selesai yang berlangsung pada September hingga Oktober 2023.

Q: Bagaimana awal persiapan West to Central Java Tour? Apakah Huminoid sendiri sudah mempersiapkannya jauh sebelum tur terlaksana? Atau memang wacana tur itu sendiri awalnya hanya satu-dua titik saja dan kemudian berakhir dengan 7 titik?

A: Sebenarnya wacana untuk tur untuk promosi EP sudah ada sejak awal, namun tinggal menunggu waktu dan kesempatannya saja. Untuk persiapannya terbilang cukup cepat, ada waktu sekitar 2 bulan sebelum tur. Terus awalnya ada sekitar 10 titik namun terpangkas menjadi 7 saja yang fix. Kita juga dibantu oleh kawan-kawan dari Permanent Pleasure Club (Bekasi) buat titik-titiknya.

Q: Bagaimana cara Huminoid membangun relasi dengan kawan-kawan luar daerah? Apa saja saran kalian kepada band-band lokal terkait persiapan, kekompakan, atau bahkan finansial?

A:Sesimpel jangan takut mencari teman baru saja sih sebenarnya. Sekarang lewat medsos kita bisa berteman dan berjejaring dengan siapapun dan di manapun. Banyak sekali kawan-kawan di sana yang kita awalnya hanya kenal dari medsos saja kemudian akhirnya bertemu di sana. Banyak yang akhirnya membantu Huminoid di sana juga.

Q: Kota mana yang paling berkesan? Atau adakah peristiwa yang bagi Huminoid benar-benar baru dan menarik di sana?

A: Pastinya di semua kota sangatlah berkesan dan ada pengalaman baru namun menurut saya pribadi mungkin di Bandung. Jadi di Bandung gigs kami awalnya diberhentikan namun teman-teman di sana inisiatif untuk memindahkan venue-nya ke dalam kamar tidur. Itu keren asli sih, lihat teman-teman Bandung tolong-menolong mengusahakan acaranya berjalan dengan baik. Shout out to No Exit Room, mas Dikdik Husted, Biman Grief, dan Muslim.

Q; Apa saja tantangan (teknis maupun non teknis) sebelum dan sesudah tur terlaksana?

A: Mungkin tantangan terbesar adalah waktu masing-masing personil dan finansial sih. Namun syukurlah dari anak-anak bisa mengusahakan agar semua berjalan dengan baik.

Huminoid

Q: Siapa saja orang-orang yang paling berperan demi kelangsungan tur?

A: Shout out buat tim kita Firman yang sudah jadi sound engineer dan stage crew kita, Shania yang jadi tim dokumentasi merangkap road manager dadakan.

Juga buat temen temen Bekasi, Yeski dan keluarga, juga Ican, mang Opay, serta tidak lupa Imam dari SpeedX yang telah bantu-bantu banyak buat berjalannya tur. Juga buat semua temen-temen organizer di setiap yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu. Terima kasih banyak.

Q: Apakah kedepan Huminoid berkeinginan untuk kembali ke 7 kota sebelumnya, atau adakah kota tertentu yang membuat Huminoid tertarik tampil di sana, dan alasannya apa?

A: Pastinya kita sangat ingin kembali main bahkan lebih lama lagi berada di sana jika bisa.  Pengen banget main lagi ke Bandung dan berlama lama disana bareng temen temen. Saya pribadi sangat ingin kembali ke Cirebon dan Purwokerto.

Q: Untuk teman-teman Huminoid sendiri, adakah band-band yang menjadi sorotan rekomendasi Huminoid ketika tur berlangsung? Misalnya band band yang tampil bersama? Bila ada, siapa saja?

A: Must listen and must watch band mungkin Hand of Chain (Cirebon), Rounder (Bandung), Grief (Bandung), Blast (Jogja), Aillis (Bandung), juga dari saya pribadi Trailblazer (Purwokerto), Armed (Purwokerto), dan Distgard (Cirebon).

Q: Menjalankan tur ke pulau Jawa tentu saja merupakan pencapaian yang jarang dicapai band-band underground lokal, adakah saran dan pesan kalian kepada teman-teman musisi lokal agar tetap semangat manggung?

A: Jangan takut berteman dan berjejaring, rilis demo, EP, promo, album, apapun itu rilis saja sesuatu intinya. Juga tidak lupa datang ke gigs lokal, support band lokal, beli tiket, beli merch, kalau bisa organize show juga. Kalau bukan kita yang mulai dan melanjutkan siapa lagi. Intinya jadi diri sendiri saja dan be real.

Q: Informasi terkini Huminoid? Apakah setelah tur kalian, ada wacana untuk rekaman lagi?

A: Mungkin untuk rekaman belum ada planning dalam waktu terdekat, tapi next kita bakalan tur lagi ke tempat-tempat yang belum terjamah lagi pastinya.

 

Stevan Pontoh

Penulis merupakan pengarang buku The Art of Destruction dan personil Northorn. Sapa dia di instagram @@stv_chada

Satu pemikiran pada “Huminoid, Metallic hardcore Manado Tuntaskan Tur Di Jawa”

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait