Youth Grunge Pasuruan Masih Ada!

ugik 5 September 2023

“Eksis bertahan bukan untuk ketenaran, bertahan buktikan pergerakan di kota ini masih ada”

Hah, skena grunge di Pasuruan masih ada? Yup, beneran ada. Memang sudah lama tak terdengar. September ini mereka terjadwal unjuk taring. Youth Grunge Pasuruan (YGP) akan mengadakan acara total grunge dengan tajuk “Bergerak Bersama #2”. Acara akan digelar Minggu, 24 September 2023 di Gedung Karya Indah, Randusari, Kota Pasuruan. Dimulai pukul 10.00 hingga pukul 22.00.

Nantinya, akan ada 25 band yang tampil. Dari Pasuruan diantaranya Black Hole, Trouble Soul, Jin WC, Rebell Party, dan banyak lagi. Selain itu, juga diramaikan oleh band-band kota tetangga dari Probolinggo, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, dan Malang.

Ketua panitia, Aris Setiawan, mengatakan bahwa selama ini eksistensi event dan komunitas grunge secara umum banyak yang kurang muncul ke permukaan.

“Bisa dibilang redup tapi tidak mati. Para pelopor musik grunge memang sudah banyak yang mati tapi generasi penerus pergerakan musik grunge di Indonesia masih banyak terdengar meskipun tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, musik grunge masih ada pergerakan di berbagai gigs kecil yang ada di kota kota tertentu,” kata vokalis Black Hole itu.

Di Pasuruan sendiri, acara grunge paling akhir digelar tahun 2018. Selama lima tahun tidak ada lagi acara. Untuk itu, ia ingin membangkitkan lagi dengan memulai di gelaran yang akan datang ini. Bagi band kamu yang ingin berpartisipasi, dari sub-genre musik keras apapun dapat terlibat dalam kolektif.

“Tujuan acara ini bersilaturahmi atau reuni dan membangkitkan band-band grunge Pasuruan dan sekitarnya untuk bisa berekpresi dan berkarya disela kesibukan kerja maupun keluarga,” terang Aris.

Grunge
Pamflet sementara Bergerak Bersama #2

Untuk diketahui, jika menilik perkembangan musik grunge di Kota Pasuruan, di dekade awal tahun 2000-an sempat menjadi wabah yang menjangkiti anak muda. Para penggemarnya, dikenal sebagai gerombolan penjara people, karena sering ngumpul di trotoar jalan di depan rutan di Jalan Panglima Sudirman. Aktivitas itu biasa disebut sebagai nye-ken yang diserap dari kata “scene” yang diartikan sebagai nongkrong bersama.

Sebagai penjara people itu, Aris berharap dengan diadakannya “Bergerak Bersama #2” dapat merangsang kebangkitan skena musik keras di pasuruan.

“Semoga bisa ramai lagi event di Pasuruan, dan band lokal Pasuruan punya wadah atau tempat untuk mengekspresikan karya karyanya,” ungkap Aris.

“Eksis bertahan bukan untuk ketenaran, bertahan buktikan pergerakan di kota ini masih ada,” pungkasnya.

 

Ugik Endarto

Penulis adalah pegiat di Akar Zine dan Perpustakaan Jalanan Wahana Baca. Sapa dia di instagram @ambivalensii

3 pemikiran pada “Youth Grunge Pasuruan Masih Ada!”

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait