Lagu “Black Sunday” terinspirasi dari pergerakan supporter bola arema yang dilakukan setiap hari minggu dengan menggunakan kaos serba hitam peringati tragedi kanjuruhan
Bertepatan dengan bulan yang sakral, seluruh rakyat nusantara memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78. Namun hal tersebut dimanfaatkan oleh band asal Malang, Karat, untuk mendeklarasikan orasinya lewat lagu “Black Sunday” sebagai tamparan keras akan keadilan di negeri ini. Bahwasanya implementasi dari sila kelima dalam pancasila sudah tidak lagi sepadan dengan realitanya.
Lagu ini merupakan trek keempat yang diambil dari EP album terbaru Karat bertajuk Manusia Baja yang bakal dirilis dalam waktu dekat. Lagu “Black Sunday” terinspirasi dari pergerakan supporter bola arema yang dilakukan setiap hari minggu dengan menggunakan kaos serba hitam. Pergerakan ini dilakukan untuk aksi damai menuntut keadilan atas tragedi di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu, 01 Oktober 2022.
Sampai sekarang, tragedi ini dirasa kurang diusut secara tuntas dan adil. Harapan Karat, lagu “Black Sunday” bisa menjadi pengingat atas tragedi tersebut serta menjadi trigger untuk terciptanya keadilan di negeri ini.
Setelah merilis trek keempat format audio, selang beberapa hari Karat juga mempresentasikan video klip “Black Sunday” dengan menggabungkan rekaman tragedi kanjuruhan sebagai bentuk ungkapan kekesalan mereka. Di sisi lain Karat juga menyelipkan video mapping untuk menambah kesan ekspresif dan tematik dalam penggabungan seni visual.
Dari segi permainan Karat masih konsisten mengedepankan permainan metalcore-nya dengan sentuhan heavy. Mereka mengemas karakter sound yang lebih modern.

Lirik Black Sunday
Terdiam dan ku tak bisa bergerak
Terpaku tubuhku membeku
Banyak yang terukir dan terlewati
Banyak yang tlah pergi dan tak kembali
Bernafas ku dalam sesak
Berlari ku ter injak
Teriak pecah kan lahir kebisingan
Bergerak menuntut satu keadilan
Kau ciptakan hitam
Tapi juga sembunyi
Hidup dalam kelam terselimuti sunyi
Usut tuntas semua yang terjadi
Kita disini tak akan pernah pergi
Credit
Song writer: Ega, Sonny, Norman, Fais.
Mix and mastering: Yasa wijaya (vamos record).
Video director and editor: Berry.
Starring: Theater Komunitas
Featuring: Norman, Devi atok.
In Collaboration: holution team, kamera malang, delta lightings.
Brand support: stupid error world
