Noise: Genre ‘Anti-Musical’

Fajriansyah 23 September 2023

Musik adalah bentuk sistem yang diciptakan oleh manusia dari getaran pukulan dan lain-lain yang menghasilkan frekuensi atau eksplorasi bunyi tersebut lalu menjadi suara khas yang diterima oleh telinga dan diterjemahkan oleh otak. Suara panci jatuh pun termasuk musik!

Hallo teman-teman penikmat musik kamu mungkin tak asing dengan musik noise. Tapi sebelum itu kamu sudah tahu belum musik noise? Kalau belum baca tulisan ini.

Menurut gagasan Michael Denning dalam bukunya Noise Uprising, kita dapat memaknai noise sebagai musik apabila kita telah melepaskan pemahaman bahwa musik harus selalu indah, rupawan, dan rapi. Yang terpenting adalah perkara bunyi.

Noise, sebuah aliran anti-musical dan keluar dari dari segala yang membatasi bermusik mungkin bisa  dikatakan “roh” dari pergerakan dadaisme. Dadaisme adalah gerakan atau aliran yang tidak ingin membuat suatu karya indah secara fisik, namun bermuatan kritik tajam, pesan perdamaian atau pesan sosial lain dengan cara membuat sindiran tidak langsung. Yang dilakukan dengan  pertunjukan yang absurd pada abad ke-20 sampai saat ini masih ada di setiap daerah, yang sering kita dengar khususnya di pulau Jawa yaitu Jogja Noise Bombing (JNB). Indra Menus lah salah satu orang penggeraknya.

Jadi musik adalah bentuk sistem yang diciptakan oleh manusia dari getaran pukulan dan lain-lain yang menghasilkan frekuensi atau eksplorasi bunyi tersebut lalu menjadi suara khas yang diterima oleh telinga dan diterjemahkan oleh otak. Suara panci jatuh pun termasuk musik!

Lalu mengapa banyak orang yang selalu merendahkan musik noise? Dengan dalih kurang sedap didengar. Lalu saya bertanya balik pada kamu apakah musik harus indah? Kalau mau bermusik harus indah berarti ada batasan dalam berkarya? Sialan memang orang-orang seperti itu.

Dalam buku Pekak! Yang ditulis oleh Indra Menus tertulis noise adalah sistem tanda lainnya. Teknis yang sebenarnya dalam musik tersebut sangat kontra tidak memenuhi pakem standar sistem tanda yang mapan, ia membikin sendiri sistem itu tanpa ada batasan bermusik.

Apakah aliran musik itu adalah simbol kemuakan dalam lingkungan/industri? Jelas iya. Saya yang memaknai musik noise mengartikan sebagai bentuk perlawanan terhadap kebisingan industri apalagi rumah saya dekat dengan jalan raya. Pada tahun 2011 WHO melakukkan penelitian permasalahan kebisingan di sektor industri dan transportasi. Di dalam penelitian kebisingan dapat menyebabkan gangguan tidur, gangguan pendengaran, gangguann kognitif. Dan ada juga menyebabkan resiko penyakit jantung koroner dan hipertensi. Maka dari itu musik noise menjadi objek kemuakan dalam industri saat ini.

Tetapi ada juga sebagai bentuk protes melawan bisingnya kota. Dalam buku Pekak! yang pernah dikaji oleh Indra Menus, Klepto Opera band grunge asal Surabaya lah yang bertanggung jawab atas berkembangnya gerakan musik noise di Pulau Jawa. Merekalah salah satu yang mengorganisir Melawan Kebisingan Kota, sebuah pertunjukan noise ilegal di jalanan Surabaya dengan menggunakan petalatan steam punk dan energi baterai. Tak hanya di Jawa, di Bali pun ada penggeraknya juga yaitu Grindtabachan terbentuk dari skena punk. Di Kalimantan dimotori oleh Fajar yang mendirikan Dimensi7.

Kawan penikmat noise tampil sebagai protes bukan dalam gigs tertentu sebagai contoh dia mencuri listrik di taman lalu dia memainkan alat musiknya tidak peduli orang melihat kita seperti orang gila atau kita yang mengganggu mereka yang terpenting kita mengetahui alur protes dan filosofinya.

 

Fajriansyah Rizal

Bukan penulis, hanya manusia yang suka mencorat-coret alam imajinasi di atas kertas.

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait