Hiatus Mantra, band asal Malang merilis lagu baru “Marka Titimangsa” 31 Juli lalu. Musik yang mereka ramu, menyajikan elemen doom metal yang cukup pekat. Hiatus Mantra mempoles heavy metal era lama namun mengeksesuksinya dengan karakter yang modern.
Sang vokalis-gitaris, Erfansyah Anandata, mengatakan bahwa mereka menggabungkan fuzz juga di dalamnya. Sehingga musik yang mereka buat terdengar cukup menyayat telinga.
“Secara komposisi kami menggabungkan elemen doom metal di era Candle Mass hingga Monolord, lalu menenggelamkan paraunya fuzz pada tensi Eyehategod hingga High on Fire,” katanya.
Sebelumnya, band ini tidak banyak bermain di wilayah genre itu. Hiatus Mantra di awal kemunculannya tahun 2018 terdengar grungy berat ala Cupumanik. Namun warna musik mereka kini banting setir masuk “jurang” yang lebih dalam dan gelap, yakni doom sejak tahun 2021 dengan merilis lagu “Pandemi dan Oligarki”.
“Barulah pada akhir tahun 2021 berubah menjadi sebuah band yang utuh dengan memainkan musik bergenre stoner doom metal,” terang Erfan.

Judul lagu baru “Marka Titimangsa” jika diartikan bisa jadi memiliki makna semacam “tanda lahir” sekaligus bisa jadi penanda lahirnya perubahan Hiatus Mantra secara musikal hingga personalitas di tubuh band.
“Kalau pada waktu awal nulis sih ngga berpikir ke arah jadi kelahiran band ya, hanya seperti metafora atas perubahan dari gelap menjadi terang atau malah sebaliknya. Baru setelah si lagu dan lirik itu ada jadi bisa terkait juga dengan perubahan band. dari komposisi, pilihan jenis musik hingga personal dalam Hiatus Mantra itu sendiri,” terang Erfan.
Cerita Erfan, proses penyusunan lagu Marka Titimangsa sempat ada masalah. Sebagian besar file dokumen video mereka “corrupt”. Jadi band ini menyiasati dengan menggunakan file yang selamat.
“Audionya pun masih menggunakan hasil raw version,” jelasnya.
Band yang awalnya one-man project Erfansyah, yang kemudian dioperasikan dengan tambahan personil Duriat (bass), dan Yasa (drum) ini sedang mempersiapkan rilisnya full album berisi 12 trek yang akan dirilis dalam bentuk fisik.

Tetap berkarya Sam…salut tetap ada dan tak terbatas… Luapkan semua energi jiwa