No Man’s Land, band skinhead asal Malang merilis trailer film dokumenter mereka “Oi! Dari Kota Bunga”, 24 November 2022 lalu di Youtube Malang Bawah Tanah.
Meskipun hanya trailer, film secara utuh direncanakan tayang tanggal 1 Januari 2023 di akun Youtube yang sama. Di dalam film, tersusun artefak-artefak kisah perjalanan band No Man’s Land dari lahir hingga bubarnya, yakni tahun 1994 sampai 2018.
No Man’s Land ingin berbagi pengalaman berjibaku mereka dengan mengusung semangat do it yourself di era 90’an. Mulai dengan awal pertama merilis album, parade musik underground di kota Malang, dan hingga cerita karya-karyanya yang dicicipi hingga benua Eropa.
Sang vokalis, Didit, kepada Metallagi.com menyampaikan bahwa film sudah lama dipersiapkan dengan kawannya, Gaharu Jabal.
“Gaharu yang sejak 2013 mengikuti panggung No Man’s Land untuk mengabadikan momen performa baik dalam foto maupun video, pernah mengatakan pada saya bahwa sayang jika dokumentasi yang telah disimpanya tidak dipublikasikan. Untuk itu dia berencana mengemasnya dalam bentuk film dokomenter saat menjelang No Man’s Land bubar,” kata Didit.
Sekadar informasi perihal judul “Oi! Dari Kota Bunga” memiliki arti “Oi” sebagai salah sebutan subgenre skinhead-punk. Sedangan “Kota Bunga” adalah julukan kota Malang, tempat band ini berasal. Sang director film, Gaharu Jabal, mengatakan bahwa film ini dapat dijadikan referensi dalam usaha pengarsipan. Selain itu juga dapat dijadikan sarana edukasi dan informasi.
“Seiring berjalannya waktu dengan adanya potensi, momen, dan banyaknya karya-karya yang dimiliki dari No Man’s Land serta arsip melimpah dan tertib yang dimiliki oleh No Man’s Land pada saat berkarir, akhirnya saya mencoba untuk sharing dan menawarkan sebuah project film dokumenter yang dimana di kota Malang sendiri tidak banyak adanya dokumenter film musik,” terang Gaharu.
Untuk diketahui, film ini telah diputar perdana di Malang Creative Center (MCC) 10 Desember lalu. Meskipun begitu film sejauh ini direncanakan hanya akan di screening di daerah Malang saja serta akan di screening di luar negeri.
“Saat ini belum ada rencana untuk screening tour, mungkin sementara waktu di kota Malang-malang-an saja. Untuk pemutaran dari record label di Jerman sudah menawarkan akan ada pemutaran disana tetapi menunggu film dengan versi atau subtittle versi english,” cetus Gaharu.
