BELLPANIC, Psychedelic Rock Pasuruan Rilis “Drunk In Blues”

Bellpanic Band Members

Musik rock dan berbagai subgenre-nya tampak seolah mati di Kota Pasuruan. Lajunya lambat terseok-seok. Sangat jarang ditemui event maupun kelompok musik rock yang menonjok di kota “inspiring city” ini. Band-band grunge dan punk pun juga tak ada taring.

Paling banter anak-anak metal tongkrongan Orgi Studio dan Pasuruan Under Divison yang rajin membuat gigs musik cadas. Band yang eksis sampai sekarang pun masih saja BERANTAI dan INTRACEREBRAL HEMORRHAGE.

Namun ada band pendatang bernama BELLPANIC. Lagu-lagu cukup cadas dan segar. Unit psychedelic rock itu datang membawa kebaruan dalam scene musik rock Pasuruan yang sedang paceklik. Bulan September 2020 lalu, BELLPANIC hadir dengan mengejutkan melalui video studio session mereka yang diunggah di akun youtube Bellpanicmusic. Sekaligus mereka merilis ‘Snake‘. Dan sebulan kemudian, merilis ‘Drunk In Blues‘.

Adhe Crusher, tim broadcaster metallagi.com mewawancarai sang vokalis BELLPANIC, Arif Ngas. Ia mengatakan bahwa BELLPANIC banyak terinpirasi oleh banyak band dari berbagai genre.

“Berantai, NETRAL iya, PANTERA juga, NIRVANA, band yang bermain musik dan tidak mudah gonta ganti personil, secara musikal lagunya sederhana berkarakter,” ujarnya.

BELLPANIC tidak terlalu memusingkan genre apa yang mereka mainkan. Arif Ngas mengatakan genre yang mereka mainkan muncul begitu saja. “Sebenarnya tidak pernah memilih atau menentukan genre, berdering begitu saja,” kata Arif Ngas.

BELLPANIC merekam studio session itu di Brazz Studio. Engineering dibantu oleh Koko selaku pemilk studio. Sedangkan mixing dan mastering dieksekusi oleh Arif Ngas. Band ini digawangi oleh beranggotakan Arif Ngas (guitar dan vocal), Radit (bass) dan Black (drum).

Metallagi.com juga berbincang dengan Arif Ngas perihal sepinya industri musik rock di Pasuruan. Ia mengatakan bahwa memang musik cadas itu di Pasuruan sedang vakum. Ia berharap kedepannya musik rock di Pasuruan kembali riuh seperti beberapa tahun yang lalu.

“Harapan musik rock bisa selalu berdampingan dengan beragam genre berkompetisi dalam karya juga di perhatikan oleh yang berwenang di bidang seni dan budaya,” Kata Arif Ngas.

Sekian artikel tentang BELLPANIC ini. Terus ikuti informasi-informasi terbaru di metallagi.com. Keep on rockin’!!!!

Tinggalkan Komentar ...

Baca Juga

Anthem baru Fingerprint Untuk Sapa Kamu Para Pengembara Jalanan

FINGERPRINT, band hardcore asal Medan, merilis karyanya di bulan Juli 2021 ini. Diawali dengan perilisan single “Dongan Sahuta” tanggal 7 Juli 2021. Selang dua hari, mereka mengumumkan perilisan album ketiga bertajuk “Determinasi” yang resmi dirilis tanggal 9 juli 2021 dalam versi CD oleh Lawless Records Jakarta. Dan versi kaset pita oleh Disaster Records. Album ini […]

Foreplay Sebelum Penetrasi Klimaks, WARBLOOD FEST Adakan Live Sessions

WARBLOOD FEST sudah berjalan hingga chapter delapan. Harusnya bulan Juli 2021 ini lagi akan digelar yang kesembilan. Namun sayang, karena kondisi PPKM darurat memaksa mereka mengurungkan niatnya. Padahal udah siap banget nih acara digelar. WARBLOOD FEST kesembilan rencananya akan di adakan di salah satu tempat di Penanjakan Bromo seperti acara Mountains of Death gitu, sih. […]