Jejak Sejarah Disembowel Records dan Indonesian Brutality

Disembowel Records Logo

Barangkali pepatah makan asam-garam sudah hambar bagi Disembowel Records. Bagaimana tidak, label rekaman musik metal ini sudah 20 tahun membrutal di scene musik underground. Yakni sejak tahun 2000 silam dengan nama Disembowel Records.

Berbagai sub-genre metal menjadi sajian utama yang rajin dirilis label ini seperti heavy metal, death metal, dan thrash metal. Disembowel Records menjadi tonggak penting yang tidak boleh dilupakan dalam sejarah musik cadas tanah air. Label rekaman yang berdomisili di Tangerang, Banten, ini turut serta membidani album-album sejumlah band-band berbahaya dari Indonesia bahkan luar negeri.

Diantaranya DISAVOWED (Belanda), VOMIT REMNANTS (Jepang), GELGAMESH (Indonesia), dan lain-lain. Adapun band yang pertama dirilis oleh Disembowel Records di tahun 2003 yakni band beraliran goregrind asal Jerman, COCK AND BALL TORTURE dengan album ‘Opus(sy) VI’ yang dirilis dalam bentuk kaset.

Metallagi.com berkesempatan ngobrol melalui daring dengan founder Disembowel Records, Armand Boyd (28/8/2020). Ia menuturkan awal terbentuk labelnya itu yang berawal dari hobi musik. “Saat itu berawal dari melakukan trade atau tukar menukar cover kaset di tahun 98-an dengan beberapa label Eropa dan menerima berbagai promo kaset & CD dari berbagai mancanegara hingga akhirnya terbentuklah Disembowel Records,” jelas Armand.

Mendirikan label bukan perkara yang mudah. Eksistensi dengan angka waktu yang panjang, pasti telah banyak melewati banyak rintangan. Armand mengatakan kalau kesusahan yang ia hadapi dalam menjalankan record label, terbayar oleh rasa cintanya terhadap musik underground.

“Persentase kesusahan dalam scene underground sejak awal saya dirikan label hingga saat ini, dari 100% fase susah itu 95% dan karena passion semua itu tidak terasa namun ketika sadar semua itu ternyata membuat sakit hati,” ungkap pria berusia 42 tahun itu.

Misi Ekspansi Indonesian Brutality

Tujuan didirikannya label untuk menjembatani band-band agar menghasilkan karya dalam bentuk rilisan fisik. Ini untuk menyelamatkan karya band-band agar tidak terkubur begitu saja. Sebaliknya justru harus diabadikan. Hingga saat ini sudah lebih dari 40 album yang telah dirilis. Selain itu, juga ada 1 kompilasi album garang yang sukses digarap, yakni INDONESIAN BRUTALITY COMPILATION.

INDONESIAN BRUTALITY juga merupakan media promosi besutan dari Disembowel Records yang dibentuk tahun 2005. Tujuan dibentuknya untuk mempromosikan band-band garang Indonesia ke dunia internasional. Misi Ekspansi itu berhasil menarik perhatian warga metal dunia dan berhasil masuk pasar Asia, Eropa, dan USA.

“Indonesia memiliki potensi untuk dikenal dunia. Kualitas yang lebih baik akan dihasilkan dari kuantitas yang lebih banyak, di sisi lain jumlah yang lebih banyak memerlukan wadah yang lebih besar, karena itulah adanya Indonesian Brutality,” terang Armand.

Armand Boyd tidak sendirian. Ia mengerjakan INDONESIAN BRUTALITY COMPILATION berkolaborasi dengan Per Laursen (Denmark) dan Cristophe Szpajdel (UK).

Cukup sampai di sini, ulasan sejarah tentang Disembowel Records dan Indonesian Brutality. Ulasan label rekaman lainnya di metallagi.com juga ada FATALISM MUSICKNESS, DEATHWISH, dan lain-lain. Terima kasih telah membaca.

Armand Boyd Picture
Armand Boyd, founder Disembowel Records

Tinggalkan Komentar ...

Baca Juga

VOX MORTIS: Musik Metal Dan Gerakan Kampanye Kesejahteraan Hewan

Tidak lagi identik dengan tema-tema kematian dan depresi, musik death metal yang diusung oleh band kawakan asal Jakarta, VOX MORTIS, punya jalan ninja yang berbeda. Mereka membawa isu kesejahteraan hewan sebagai sajian utama. Band baru yang dibentuk oleh para musisi kondang Jakarta ini, yakni Doni Herdaru Tona (FUNERAL INCEPTION), Achmad Mustaid (VOMITOLOGY) dan Donirro (LAST […]

BELLPANIC, Psychedelic Rock Pasuruan Rilis “Drunk In Blues”

Musik rock dan berbagai subgenre-nya tampak seolah mati di Kota Pasuruan. Lajunya lambat terseok-seok. Sangat jarang ditemui event maupun kelompok musik rock yang menonjok di kota “inspiring city” ini. Band-band grunge dan punk pun juga tak ada taring. Paling banter anak-anak metal tongkrongan Orgi Studio dan Pasuruan Under Divison yang rajin membuat gigs musik cadas. […]