PAUSXPEMBUNUH Racik Kritik Sosial dengan Komedi

pausxpembunuh band members

Band GRINDCORE identik dengan lirik-lirik tegasnya tentang isu-isu sosial. Kelompok GRINDCORE dari Jakarta, TENGKORAK, misalnya mengkritik tajam zionisme. Namun selain lirik-lirik serius semacam itu, juga ada band GRINDCORE yang kebut-kebutan tapi lirik-liriknya tentang komedi seperti MESIN TEMPUR, unit GRINDCORE asal Bandung yang berhasil mengocak perut para pendengar dengan lagu indomie-nya yang jenaka. Nah ada band pendatang baru dari Malang yang nampaknya ingin menggabungkan dua konsep berseberangan itu menjadi satu-kesatuan yang harmoni. Mereka adalah PAUSXPEMBUNUH. Ini sangat unik. Disamping kebut-kebutan dan bicara lantang kritik sosial, mereka juga berkomedi dalam lirik yang disertai dengan bahasa jawa khas Malangan.

Vocalist PAUSXPEMBUNUH, Vieri Maulana Malik, mengungkapkan kepada metallagi.com kalau band ini sengaja ingin tampil berbeda dari band GRINDCORE pada umumnya. “Untuk konsepnya sendiri kenapa ditambah dengan unsur komedi dan cinta dikarenakan untuk ide ini sendiri kami ingin lebih berbeda dengan yang lain”, kata Vieri. Dengan begitu, PAUSXPEMBUNUH yakin bahwa musik mereka dapat mudah diterima dan dipahami para pendengar. Ditambah lagi, mereka dengan sengaja menulis lirik-lirik dalam bahasa ringan yang mudah dimengerti orang. “Harapan kami para pendengar bisa lebih mudah untuk menerima pesan yang kami sampaikan dengan penambahan unsur komedi dan juga penggunaan bahasa yang lebih ringan di lirik kami”, kata Vieri.

Band ini terbentuk pada September 2019, dan kini telah memiliki 3 single lagu. Yakni ‘Sampah Masyarakat‘, ‘Bucin‘, dan ‘Ilusi Juru Petaka‘. ‘Sampah Masyarakat‘ bercerita tentang kehidupan masyarakat kaum hedonis yang hanya mementingkan diri-sendiri dan golongannya tanpa berpikir orang sekitar. Sedangkan lagu ‘Bucin‘ merupakan kritik bagi mereka yang menjadi budak cinta. “Bucin kebanyakan hanya mementingkan kehidupan cintanya, waktu untuk pacarnya, tanpa memikirkan kehidupannya yang lain. PAUSXPEMBUNUH merasa gelisah dengan fenomena ini sehingga benar-benar menyenggol pelaku Bucin”, kata Vieri kepada metallagi.com. Lalu untuk lagu ‘Ilusi Juru Petaka‘ berkisah tentang kritik kepada orang-orang yang selalu diselimuti energi negatif. Dampaknya menurut Vieri, membuat orang-orang disekelilingnya ikut tidak semangat dan merasa sumpek, alias stress.

Lirik-lirik itu dibungkus dengan sound berat dan juga kencang. Pada gitar, mereka memakai tuning drop A. Meskipun kencang begitu, riffing-riffing groovy dan breakdown tetap disajikan dalam musik mereka. Mereka berencana akan segera merilis lagu dengan total 13 trek. Band ini digawangi oleh 5 personil. Yakni Vieri Maulana Malik sebagai vocalist, Abdul Ghoni sebagai drummer, Dio Fathurrahman sebagai guitarist, Gallan Abid Jonana sebagai bassist sekaligus merangkap vocal, dan Ninis Agung Wahyu Prayoga sebagai guitarist yang juga merangkap sebagai vokal.

Sekian artikel dari metallagi.com ini, terima kasih telah membaca. Kunjungi akun instagram kami di metallagidotcom agar kamu tidak tertinggal informasi terbaru dan hangat dari kami.

Tinggalkan Komentar ...

Baca Juga

VOX MORTIS: Musik Metal Dan Gerakan Kampanye Kesejahteraan Hewan

Tidak lagi identik dengan tema-tema kematian dan depresi, musik death metal yang diusung oleh band kawakan asal Jakarta, VOX MORTIS, punya jalan ninja yang berbeda. Mereka membawa isu kesejahteraan hewan sebagai sajian utama. Band baru yang dibentuk oleh para musisi kondang Jakarta ini, yakni Doni Herdaru Tona (FUNERAL INCEPTION), Achmad Mustaid (VOMITOLOGY) dan Donirro (LAST […]

BELLPANIC, Psychedelic Rock Pasuruan Rilis “Drunk In Blues”

Musik rock dan berbagai subgenre-nya tampak seolah mati di Kota Pasuruan. Lajunya lambat terseok-seok. Sangat jarang ditemui event maupun kelompok musik rock yang menonjok di kota “inspiring city” ini. Band-band grunge dan punk pun juga tak ada taring. Paling banter anak-anak metal tongkrongan Orgi Studio dan Pasuruan Under Divison yang rajin membuat gigs musik cadas. […]