3 Band Anarkis Israel yang Menentang Sistem Politik Zionisme

ugik 5 November 2023

Saat kami mulai terjun ke dunia punk, intifada pertama meletus, membawa penindasan terhadap rakyat Palestina. Ini masuk ke dalam kesadaran kami hingga menginspirasi lirik kami, juga arah yang harus ditujukan ke komunitas punk Israel.

Tidak semua penduduk Israel mendukung pemerintah Israel atas ambisinya untuk merebut Palestina. Bahkan belakangan santer seruan boikot produk McDonald’s karena berafiliasi dengan militer Israel juga datang dari penduduk Israel sendiri. Mereka adalah akademisi dan budayawan yang tergabung dalam Palestinian Campaign for the Academic and Cultural Boycott of Israel (PACBI) terinspirasi dari gerakan melawan politik aphartheid yang terjadi di Afrika Selatan.

Selain itu, beberapa band anarkis di Israel juga turut melawan pemerintahnya sendiri, yang condong berhaluan ultranasionalis-zionisme. Mereka adalah band dengan aliran hardcore-punk. Di antaranya Nekhei Naatza, Dir Nassir, dan Mahleket Hanikot Shotrim (Mahash). Dalam beberapa literatur, ketiga band tersebut dengan terang-terangan menyebut diri mereka anarkis, yang berikutnya akan berpengaruh pada sikap politik mereka.

Untuk diketahui meskipun gerakan punk melawan perang di Israel menempati lanskap subkultural yang sempit, namun mereka terus berupaya untuk menciptakan gerakan yang tiada henti. Berteriak pada tembok pengisolasi warga Palestina tidak akan membuatnya runtuh. Namun itu memercikkan ancaman kecil. Berikut akan Metallagi.com beri ulasan tentang tiga band itu.

1. Nekhei Naatza

Nekhei Naatza
Nekhei Naatza saat manggung. Sumber: https://www.flickr.com/photos/doctor_zoidberg/

Band ini terbentuk di tahun 1990 hingga tahun 1997 dibentuk dua kelompok saudara, Yonni, dan Oded Tal; Federico, dan Santiago Gomez. Di tahun terakhir Nekhei Naatza sebelum bubar, sempat merilis LP full-length yang belakangan dirilis ulang oleh Takliltim Cholim yang bisa didengarkan melalui bandcamp. Mereka terbentuk saat momen mencekam terjadinya ledakan bom di sebuah sekolah, tempat penampungan yang diubah menjadi ruang latihan di Israel Utara.

Dalam tema lirik yang diusung oleh Nekhei Naatza, hampir keseluruhannya adalah berisi protes dan kemarahan. Satu penyebabnya, adalah cara pemerintah Israel dalam menjalakan negara dengan kesewenang-wenangan. Semua warga Yahudi berusia 18 tahun direkrut oleh dinas militer. Sehingga peluang untuk mendapatkan pendidikan dan prospek mendapatkan pekerjaan di masa mendatang cukup sulit. Personil mereka, Gomez, dalam catatan liner diskografinya, ia mengatakan bahwa mereka mendukung Palestina untuk mempertahankan wilayahnya dari gempuran Israel.

Saat kami mulai terjun ke dunia punk, intifada pertama meletus, membawa penindasan terhadap rakyat Palestina. Ini masuk ke dalam kesadaran kami hingga menginspirasi lirik kami, juga arah yang harus ditujukan ke komunitas punk Israel,” terang Gomez.

2. Dir Yassin

israel
Poster Dir Yassin. Sumber: Angelfire.com

Dir Yassin adalah band hardcore yang terbentuk tahun 1997 di Israel. Band ini merupakan reinkarnasi dari Nekhei Naatza yang telah bubar. Mereka menolak keras pemberlakuaan zionisme di negaranya. Nama band diambil dari nama sebuah desa di bukit tidak jauh dari barat Yerussalem. Pada 9 April 1948, milisi zionis Israel membantai antara 100 sampai 250 wanita, anak-anak, dan para pemuda yang dibunuh dalam beberapa jam hanya karena mereka orang Palestina. Alasan nama desa itu dijadikan sebagai nama band adalah untuk mengenang peristiwa itu sebagai ingatan kolektif.

Dikutip dari wawancara punkdeluxe.net dengan personil Dir Yassin, Federico, ia tidak tertarik dengan punk dengan dandanan rambut mohawk lalu melumasi dinding-dinding toilet dan berkata “persetan dengan sistem”. Ia membuat gerakan hardcore-punk di Israel karena melihat ini adalah ruang yang tepat untuk berpeskpresi. Jadi mereka memulai gerakan dengan membuat zine. Meskipun begitu mereka pernah diburu polisi rahasia di sana karena tulisannya.

“Hampir tidak ada orang yang tertarik pada hal itu sejak awal. Perlahan-lahan yang kami lakukan menjangkau orang-orang terpencil di negara ini dan sekitar tahun 1992, lebih banyak band terbentuk, lebih banyak zine diterbitkan dan proyek-proyek seperti federasi anarkis dan kelompok pembela hak-hak binatang yang melibatkan sebagian besar punk/HC lokal,” terang Federico.

Jika kamu tertarik untuk mendengarkan lagunya, kunjungi situs ini.

3. Mahleket Hanikot Shotrim (Mahash)

Israel
Mahleket Hanikot Shotrim saat manggung. Sumber: Last.fm

Berikut adalah kelompok punk yang sebenarnya juga selingkaran personil dengan dua band sebelumnya. Mengingat tidak mudahnya tampil terbuka sebagai band punk di Israel karena polisi rahasia yang selalu mengintai pergerakan anak muda yang dianggap berbahaya.

Band ini melalui saat wawancara dengan Tempo, menyatakan bahwa nama band tercipta karena kebenciannya dengan polisi. Nama band itu berasal dari bahasa Ibrani, dengan memplesetkan nama Departemen Investigasi Polisi Israel, menjadi Departemen Polisi Menyiksa.

Tal, seorang personil Mahleket Hanikot Shotrim mengatakan bahwa misi band ini adalah membuat pendengar lebih peduli dengan lingkungan serta berpihak pada HAM dan hak binatang. Band ini menyadari bahwa Israel adalah negara yang rasis dan penyiksa, maka anak-anak muda coba dipengaruhi oleh band ini agar memberontak.

Personil lainnya, Santiago Gomez, mengatakan tindakan yang banyak ia lakukan bersama band menentang negaranya sendiri karena latar belakang keluarganya dari Argentina yang melawan kediktatoran militer di sana tahun 1976 hingga 1983. Selain itu, membaca buku anarkisme karangan Bakunin, Kropotkin, dan Proudhon telah mengilhaminya dalam berkarya di band.

Menurutnya anarkis di Israel adalah kelompok pendukung kuat dan mitra perjuangan yang konsisten sejak intifada meletus. Kelompok yang dimaksud adalah “Anarchist Against The Wall”. Untuk mendengarkan Mahleket Hanikot Shotrim (Mahash) kamu dapat berkunjung di sini.

sekian artikel ini, untuk mendapatkan artikel menarik lainnya kamu dapat mengunjungi situs Metallagi.com.

 

 

 

 

 

Ugik Endarto

Penulis adalah pegiat di Akar Zine dan Perpustakaan Jalanan Wahana Baca. Sapa dia di instagram @ambivalensii

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait