Musisi Riau Menolak Penggusuran Rempang

ugik 12 Oktober 2023

Kami ini orang melayu yang sudah lama hidup di Batam. Tentunya kami menolak relokasi

Para musisi di Riau lantang menolak keras rencana relokasi yang akan dilakukan oleh pemerintah terhadap masyarakat Rempang dan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Para musisi dari berbagai lintas genre itu kompakan menolak. Di antaranya Effendy, personil Parricidal, Joe dan Londa dari band Siap Delete, dan X dari band Pukul Balik.

Ada 16 kampung adat yang terancam tergusur proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco City. Sebelumnya masyarakat diberikan “ultimatum” oleh pemerintah untuk mengosongkan wilayah sebelum tanggal 28 September 2023. Namun rencana itu ditunda hingga berita ini ditulis di pertengahan Oktober karena masyarakat melakukan demo besar-besaran hingga mendapat respon tingkat nasional dari berbagai pihak.

Pukul Balik Konsisten Menolak Perusakan Lingkungan

Rempang
Pukul Balik

Vokalis Pukul Balik, X, mengatakan bahwa ia bersama band hardcore-nya di berbagai kesempatan saat manggung, sering memanfaatkannya sebagai ruang untuk berorasi menentang kerusakan alam karena ulah kotor pemerintah dan korporasi.

Mereka menolak keras alam di Riau dikooptasi oleh korporat. Karena ini akan berdampak buruk kepada masyarakat yang sudah ratusan tahun menghuni wilayah itu. Selain itu, investor dari Tiongkok yang akan mengeksploitasi sumber daya alam di sana untuk produksi kaca dan solar panel akan berdampak buruk bagi lingkungan hidup.

“Kami ini orang melayu yang sudah lama hidup di Batam tentunya kami menolak relokasi masyarakat Rempang seperti kita ketahui warga Rempang itu memang dari dulu, dari nenek moyang mereka dulu sudah tinggal di situ jauh sebelum Batam ini dibuka, nenek moyang dulu di pesisir ikut berjuang melawan penjajah,” kata X.

band ini sejak awal punya keberpihakan pada alam yang sedang dihancurkan korporasi. Mereka memiliki karya dengan judul “Hentikan”. Lagu itu berbicara soal kerusakan hutan yang ada di Riau.

“Pembuangan limbah industri juga, pencemaran pembuangan minyak bekas ke laut, penyiksaan dan eksploitasi hewan,” kata X.

Siap Delete Berseru, Dunia Ini Sedang Tidak Baik-Baik Saja

rempang
Siap Delete

Siap Delete adalah band hardcore Riau yang juga menolak penggusuran di Rempang. Bagi mereka ini adalah masalah yang serius. Mereka menyatakan tidak percaya dengan pemerintah dengan segala cara menggunakan topeng atas nama edukasi demi memuluskan program yang bermasalah.

“Ada yang sudah mati silih berganti generasi. Tentunya banyak historinya yang tak ternilai. Kira-kira apa masih butuh edukasi agar kita pergi, meskipun diganti dengan rumah baru yang lebih bagus sekalipun, apalagi ini gantinya juga masih belum jelas,” kata Joe dan Londa, personil Siap Delete.

Dalam karya yang sudah dibuat oleh Siap Delete, mereka juga banyak merefleksikan kondisi dunia ini yang tidak sedang baik-baik saja. Untuk mendengarnya, lagu itu ada di dalam EP album “hardcore or Die”.

Effendy “Parricidal”: Mereka Adalah Penjajah

Rempang
Effendy parricidal

Musisi berikutnya yang menolak penggusuran di Rempang adalah Effendy. Ia adalah mastermind dari one-man brutal death metal Riau, Parricidal. Ia mengatakan bahwa mereka yang berusaha mengusir rakyat Rempang dari ruang hidupnya adalah penjajah.

“Saya dari Parricidal berbangsa melayu lahir di Riau dengan tegas menolak relokasi warga Rempang Di Kepulauan Riau ini karena sebelum Indonesia merdeka nenek moyang sudah berada di Rempang dan menentang penjajah dan tanah leluhur ini harus dipertahankan dan dijaga. Secara prinsip saya menolak kebijakan penguasa ini,” kata Effendy.

Menurutnya pemerintah tidak seharusnya ngotot untuk memindahkan masyarakat Rempang. Harusnya pemerintah memperhatikan adat istiadat, budaya, dan lingkungan hidup yang ada di sana. Tanpa proyek ini pun, masyarakat sudah sejahtera.

“Buktinya masyarakat bisa hidup seperti dulu hingga sekarang. Hanya saja mereka berbeda dan tertindas oleh sistem modernisasi,” terangnya kepada Metallagi.com.

Untuk diketahui, berdasarkan laporan BBC, masyarakat adat yang terdampak proyek ini antara 7 ribu hinga 10 ribu jiwa. Di sana terdapat berbagai suku seperti melayu, orang laut, dan suku orang darat.

Sumber gambar pada featured image dari Ganjar Pradana

Ugik Endarto

Penulis adalah pegiat di Akar Zine dan Perpustakaan Jalanan Wahana Baca. Sapa dia di instagram @ambivalensii

Satu pemikiran pada “Musisi Riau Menolak Penggusuran Rempang”

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait