Berbincang Dengan Overdonsek Band Metal Bolaang Mongondow

Imam Muharis 23 Oktober 2023

Begitu kurang lebih, kita sendiri sebenarnya sedang dakwah di jalur yang gak umum.

Adalah Overdonsek, band yang mengusung genre metal dari timur Bolaang Mongondow tepatnya dari Desa Liberia, Sulawesi Utara. Overdonsek sendiri terdiri dari Mas Eko, Pupung (Pacet), Aban, Andios, dan Joe. Mereka berlima, berawal dari hobi dan tongkrongan yang sama, memadukan keresahan mereka dan memutuskan membentuk Overdonsek pada pertengahan tahun 2023.

Kecintaan mereka kepada band-band rock dan metal era 80-an dan 90-an, membuat mereka sepakat untuk berkarya dan menuangkan keresahan bersama lewat Overdonsek. Belum lama ini, Overdonsek merilis single kedua mereka yang berjudul Celaka. Merupakan rilisan terbaru, yang mana sebelumnya juga mereka telah merilis lagu pertama yang berjudul Penjilat.

Pada kesempatan kali ini, Metallagi.com berkesempatan berdiskusi ringan, bercerita dengan para personil Overdonsek tentang profil band mereka, para musisi yang mempengaruhi, makna dari lagu dan berbagai single mereka, hingga visi dan misi Overdonsek kedepannya nanti dalam meramaikan skena musik indipenden Bolaang Mongondow Bersatu.

Q: Salam, apa kabar teman-teman Overdonsek, Mas Eko, Aban, Pupung, Joe dan Andios? Ohh iya selamat atas perilisan single ke duanya yang berjudul Celaka.

A: Alhamdulilah sehat semuanya, masih diberikan kesempatan ngumpul bareng dan masih diberikan kesempatan buat berkarya. Sehat dan bahagialah ini intinya kita semuanya. Dan sebelumnya juga makasih sudah mengajak kami ngobrol, sama ucapannya, Mas.

Q: Jelasnya Overdonsek ini kapan terbentuknya? Kemudian apa sih arti dari Overdonsek ini? Apakah ada hubungannya dengan kata overdosis? Ehehehe

A: jadi Overdonsek itu terbentuk sekitar pertengahan tahun 2023, tepatnya waktu ada event Java Culture Fest. Kebetulan teman-teman Overdonsek ini dapat undangan tampil, tapi band kita belum ada nama, jadi langsung dikasih nama Overdonsek aja.

Kalau arti dari nama Overdonsek sendiri secara luas itu jangan berlebihan dalam hal apapun. Terdiri dari tiga kata, over, don’t dan sek. Over itu berlebihan, don’t jangan, dan sek adalah bahasa Jawa dari dulu. Jadi secara harfiah artinya jangan berlebihan dulu. Itu filosofinya sendiri jangan berlebihan dalam hal apapun, karena semua yang berlebihan itu pasti tidak baik. Jadi untuk meluruskan Overdonsek ini gak ada hubungannya dengan overdosis. Eheheheh.

Musik Adalah Jalan Dakwah Overdonsek

Overdonsek
Vokalis Overdonsek, Pupung. Sumber: Instagram@rey_damsz

Q: Jadi ada pesan moral dari nama kalian sendiri ya?
A: Begitu kurang lebih, kita sendiri sebenarnya sedang dakwah di jalur yang gak umum.

Q: Bisa dijelaskan bagimana itu maksudnya? Dakwah di jalur yang enggak umum ini bagaimana?

A : Jadi sebenarnya kita-kita ini mau sedikit menggebrak stigma dari para masyarakat. Di mana, menurut mereka biasanya band yang ber-genre metal atau keras itu selalu identik dengan hal-hal yang konotasinya negatif. Tapi melalui dari Overdonsek, kami pengen membawa dan menyuarakan hal-hal positif. Supaya orang-orang matanya terbuka, bahkan dakwahpun bisa dilakukan lewat musik metal.

Q: Sangat menarik dan keren ya, misi ingin mengubah cara pandang orang-orang tentang musik metal itu sendiri. Lanjut ke pertanyaan selanjutnya. Menurut pendengaran awam saya, kalian memaikan musik metal 80-an atau 90-an, ada unsur thrash, progresif, hingga unsur metalcore era Bullet For My Vallentine, Trivium, dan Killswitch Enggage. Apakah benar? Kalau menurut kalian sendiri bagaimana? Musik apa yang kalian mainkan pada dasarnya?

A: Sebenarnya kalau musik yang kami mainkan, itu kembali ke pendengar diartikan seperti apa, itu sah-sah saja. Kalau dibilang thrash, metalcore atau apapun itu kembali lagi ke pendengar nangkapnya bagaimana. Tapi untuk kami sendiri, karena kami memang ter-influence dengan musik rock 90-an, seperti Jamrud dan beberapa band lain, ya kami berawal dari musik-musik rock saja influence-nya. Kalau yang memberikan ide metal ini dari si Pupung (vokalis). Jadi kita rangkum ide-ide tersebut, kita buat karya di jalur musik metal. Karena kalau band rock sendiri diri sudah banyak. Ya kurang lebih, kita mau bawa warna baru aja di skena musik BMR ini.

Q: Jadi pada dasarnya memang akar musiknya dari musik era 90-an ya. Tapi memang diramu menjadi musik yang lebih modern dan lebih keras begitu?

A: Bener. Kita berusaha membawa suara dan warna baru di skena permusikan. Band-band rock memang sudah banyak, tapi kalau band seperti kami, kami rasa masih kurang, jadi apa salahnya untuk membuka warna baru di skena.

Q: Baik, sebagai warna baru skena memang kalian bisa dibilang merupakan band unik. Karena bisa dibilang yang bawa thrash atau heavy metal seperti kalian sendiri. Oke pertanyaan lanjutan. Untuk lirik kalian sendiri apa yang mengispirasi kalian menulis lirik? Siapa dalang pembuat liriknya?

O: Nah ini, jadi untuk masalah lirik itu sendiri, referensi dan inspirasi tetap kehidupan sekitar. Liriknya sendiri, untuk single yang pertama itu merupakan ciptaan dari Eko si drummer. Judulnya Penjilat, sesuai judulnya, di sini kita memang buka-bukaan dan protes secara langsung aja. Blak-blakan ngasih protes ke si tukang jilat di dunia manapun. Mau dunia kerja, dunia kreatif sifat penjilat itu gak baik menurut kami.

Sedangkan single kedua itu ciptaannya di Pupung, si vokalis. Judulnya Celaka. Itu lagunya sendiri bercerita tentang hubungan antara manusia dan Yang Kuasa. Balik lagi ke misi band kan, selain jadi band dengan warna baru, band metal religi, kita juga ingin pendengar dapat pesan positif. Untuk isi lirik dari lagunya sendiri kita berpesan bahwa kita sebenarnya bukan siapa-siapa tanpa kuasa tuhan.

Q: Jadi kalian ini sebenarnya memang berdakwah lewat jalur musik keras ya, sangat keren dan juga beda. Sudah pasti kalian terlihat beda. Karena band metal religi itu sangat jarang sebenarnya.
Lanjut lagi, bisa diceritakan gak, suka dan duka dalam penggarapan single ini? Apakah menurut kalian ada halangan yang cukup berarti? Atau lancar jaya tanpa halangan sama sekali?

A: suka duka? Pasti ada. Tapi gak yang duka banget. Malahan banyak disukanya.

Q: Contoh sukanya apa, dukanya apa?

A: Kalau masalah dukanya, maaf bukan duka lebih ke kendala, ada di masalah produksi. Kita produksinya di tempatnya Joe. Semuanya, mulai dari mixing mastering dan lain-lain, jadi hitungannya produksi pakai alat sendiri dan alat seadanya. Sama mungkin itu ya karena kesibukan juga, jadi kadang waktunya sering tabrakan, karena kita prinsipnya band ini hobi, bukan untuk nyari uang, jadi kerja mesti jalan terus.

Tapi banyak sukanya, contohnya saya dan teman-teman dapat relasi yang keren-keren. Karena waktu penggarapan karya kita semua banyak bertanya dan minta masukan ke orang-orang yang kita anggap senior.

Q: Kendalanya cukup berat sebenarnya tapi kalian sendiri tetap enjoy ya. Buktinya sekarang ini masih fokus terus. Lanjut lagi, mungkin ini klise, tapi sepertinya kalian mesti menjelaskan ini. Dekat-dekat ini, selain total dari dua lagu yang telah rilis, apa saja yang akan kalian rilis? Apakah ada rilisan fisik, atau sementara digital dulu?

A: Nah ini, ini kita lagi fokus menggarap materi baru, jadi kita ngumpulin single dulu, kemudian kita targetnya yang pertama itu EP. Jadi mungkin bakalan berisikan 5 atau 6 lagu. Dan mungkin, kita semua rilisnya digital dulu. Selain karena perkembangan jaman, kita juga belum punya modal besar untuk bikin rilisan fisik. Tapi, kita tetap bakalan membuat rilisan fisik tapi cuman tersegmentasi dan terbatas. Insya Allah.

Overdonsek Dan Skena Musik Bolaang Mongondow

Overdonsek
Overdonsek saat manggung

Q: Aamiin, asik nih berarti. Semua pasti gak sabar. Kemarin kalian sempat bermain di beberapa event. Menurut kalian bagaimana perkembangan skena permusikan khususnya permusikan metal dan indie di Bolaang Mongondow Bersatu?

A: Perkembangannya belakangan ini cukup signifikan, buktinya beberapa bulan ini, event musik di BMR sendiri ada terus tiap bulannya, event-nya bukan cuman untuk band-band indie folk atau rock alternatif, malahan punk dan metal sudah dapat panggung.

Q: Karena ada kaitannya, Apa harapan kalian, sebagai warna baru dalam skena musik di Bolaang Mongondow Bersatu, khususnya untuk skena musik indie dan bawah tanah di BMR?

A: Harapan ya, semoga aja skena bertahan terus, konsisten dan juga tetap ada selamanya. Harapan yang klise tapi semuanya pasti berharap kalau skena kreatif yang jadi wadah itu tidak boleh mati.

Q: Pertanyaan akhir tapi bukan paling akhir. Pernah enggak kalian ribut? Kan biasanya band ada aja dramanya. Bagaimana cara kalian mengatasi itu?

A: Alhamdulillah kalau ini, karena kitanya ini anak-anak yang dari dulu tumbuh kembang bersama, alhamdulillah enggak ada ributnya. Tawuran pernah. Enggak deng becanda, kita rukun dan palingan cuma debat yang biasa aja gak sampe bantah-bantahan gitu. Siapalah kita, kan kita mau dakwah?

Q: Djancok kon. Pertanyaan yang paling terakhir, jangan dianggap serius, pertanyaan asik-asikan aja. Mendingan mana, jadi band yang jarang manggung tapi banyak album atau karya? Atau band yang jarang rilisan tapi banyak manggungnya?

A: Asik nih, harusnya ada pilihan ketiga ya kan, tapi kalau buat kita-kita semua, kita pengennya jadi band yang banyak manggung, rilisan banyak juga. Ambisi yang enak lah, supaya netral seimbang begitu bahasanya.

Q: Okelah kalau begitu, terima kasih loh buat kalian semua yang udah mau diskusi dengan Metallagi.com.

A: Malahan kami yang berterima kasih ini karena udah repot-repot. Ehehehe

Kurang lebih selama dua jam, Metallagi dan Overdonsek bercengkrama dan juga bercerita tentang musik dan juga rencana Overdonsek kedepannya. Kesimpulan yang dirangkum, jadi pada dasarnya Overdonsek ini, menurut mereka memainkan musik heavy metal tapi dirangkum dan dibuat khas milik mereka sendiri.
Stigma negatif bakalan dirubah lewat pesan positif yang mereka bawakan, itulah misi dari mereka.

Dan kabar gembiranya juga, dekat-dekat ini, mereka akan segera merilis single ketiganya, yang merupakan paket dari EP mereka mendatang. Kita doakan saja semoga harapan mereka dan apa yang sedang mereka garap lancar dan tidak terkendala oleh apapun.

Terkahir, untuk bekerja sama dan juga ingin lebih tau tentang mereka, bisa cek sosial media Overdonsek di Instagram. Jangan lupa juga dengarkan single Overdonsek yang bertajuk Penjilat dan Celaka di berbagai platform streaming musik digital legal seperti Youtube Music dan Spotify.

Akhir kata, support terus skena musik lokal, jaga kesehatan dan keep headbang \m/.

Imam Muharis

Seorang pengelana yang menapaki jalan spiritual dalam dunia musik, khususnya musik yang kelam dan gelap. Sapa di facebook Imam Muharis Kastoredjo

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait