4 Raksasa Grindcore Berkonspirasi Bikin Album Axis of Blastbeats

adhe 9 Juni 2023

Busuk (Depok), Dead Vertical (Jakarta), Extreme Decay (Malang), dan Bersimbah Darah (Bali) mengumumkan perilisan album 4 way split berjudul “Axis of Blastbeast” 1 Juni lalu.

Album ini dirilis melalui Blackandje Records, sebagai persembahan proyek baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Axis of Blastbeats adalah rilisan yang akan mempunyai pengaruh dan peran yang besar di industri musik cadas Indonesia.

Tercetusnya ide untuk menciptakan album itu dimotivasi oleh semangat pertemanan antar anggota keempat band yang tergabung di dalamnya yang sudah terjalin selama bertahun-tahun, serta diperkuat oleh keyakinan dan fanatisme yang militan terhadap grindcore sebagai manifestasi ekstrem musik cepat, lirik yang lantang,  frontal, dan non-kompromis.

Extreme Decay dalam Axis of Blastbeats

Axis of Blastbeats
Personil Extreme Decay

Grindcore legendaris yang berdiri tahun 1998 ini tetap konsisten di jalurnya. Salah satu band grindcore ini terbilang sangat produktif dalam mengisi diskografinya, meliputi beberapa album studio penuh, album mini, serta split dengan band dalam dan luar negeri. Tahun lalu, Extreme Decay merilis album penuh bertajuk “Downfall of a God Complex” melalui Selfmadegod Records, label rekaman asal Polandia.

Sang drummer, Eko, mengungkapkan sejak awal penggarapan tiga lagu untuk materi Axis of Blastbeats ini rencananya memang untuk split single 7″ (format vinyl) dengan Busuk.

“Namun dikarenakan ada sesuatu hal yang tak terduga akhirnya pihak label terpaksa membatalkan perilisan split tersebut. Kemudian 3 lagu tersebut kami alokasikan untuk muatan split 4 way dengan Busuk, Dead Vertical, dan Bersimbah Darah,” katanya.

Extreme Decay yang kini di perkuat oleh Ravi (vokal/gitar), Ruly (vokal/gitar), Anizar (bass), dan Eko (drum) ini menyumbangkan 3 lagu baru untuk Axis of Blastbeats dengan judul : ‘Autokafir’, ‘Serangan Panik’, dan ‘Kolaps – Harsh Remix’. Ketiga lagu tersebut direkam di Natural Studio, Surabaya. Mixing dan mastering-nya dikerjakan di Grim Studio, Jakarta.

“Semua materi belum pernah dirilis oleh label manapun. Dan ini merupakan materi fresh dari Extreme Decay, untuk lagu ‘Kolaps’ ini versi berbeda dengan materi yang ada pada EP Antiviral,” ungkap Eko.

Biografi Dead Vertical

Axis of Blastbeats
Personil Dead Vertical

Trio grindcore yang terbentuk pada 2001 asal Jakarta Timur, mulai membuming sejak perilisan album penuh keduanya  “Infecting the World” pada 2008 melalui Rottrevore Records. Band yang dikenal dengan lirik-lirik setajam silet dan mengelaborasi elemen thrash metal dan death metal ke dalam komposisi grindcore-nya. Pada 2019 lalu, album kelima, “XXVI” dirilis melalui Blackandje Records untuk memeringati 17 tahun perjalanan band ini. Tahun lalu, mereka merilis single “Devide Et Impera”.

Formasi Dead Vertical (DV) yang solid sejak 2004 sampai sekarang di perkuat oleh Boy Bleh (vokal/gitar), Bonny (bass/vokal), dan Arya (drum). Sang frontman, Boy Bleh mengungkapkan alasan dia dan bandnya memilih merilis karya terbarunya melalui proyek 4 way split ini.

“Jarang-jarang nih DV berkolaborasi 4 way split sesuatu yang spesial, apalagi ini band-band grindcore berbahaya semua. Suatu kebanggaan pastinya bisa kolaborasi dengan mereka,” ujarnya.

Untuk Axis of Blastbeats, mereka menyumbangkan 3 lagu baru, yakni: ‘Tajam Ke Bawah Tumpul Ke Atas!’, ‘Remaja Dalam Serangan’, dan ‘Budak Duniawi’. Rekaman, mixing dan mastering dikerjakan di K Studio, Bekasi.

“Materi baru DV di 4 way split ini lebih fresh pastinya karena berbeda nuansa dengan materi-materi sebelumnya. Gaya grindcore-nya lebih banyak unsur punk rock dan heavy metal,” ungkap Boy Bleh.

Tentang Bersimbah Darah

Axis of Blastbeats
Personil Bersimbah Darah

Kuartet grindcore asal Gianyar, Bali yang hadir sejak 2007 silam ini telah mengantongi satu album mini “Demography Berdarah” (2007, Anti Revang Records), album penuh “Land of Terror” (2011, No Label Records), dan mini album “Meracuni Tirani” (2015, DIY) yang menampilkan CD berisi 4 lagu studio + 1 lagu live, dan DVD berisi video live di Hellshow 2014 + video sesi rekaman.

Rico, sang gitaris mengungkapkan motivasi dibalik partisipasi bandnya dalam proyek 4 way split ini.

“Kalau bikin single atau EP sudah pernah kami lakukan sebelumnya. Proyek split ini yang belum pernah kami buat apalagi dari 4 band ini kami sudah berteman sejak lama dan yang menariknya lagi, kami berempat berasal dari daerah yang berbeda-beda tapi disatukan oleh genre yang sama yaitu grindcore,” kata Rico.

Formasi Bersimbah Darah dihuni oleh Aswin (vokal), Rico (gitar/vokal), Bowie (bass), dan Indra (drum). Untuk Axis of Blasbeats, mereka menyumbang 3 lagu baru, yakni ‘Dominasi Ancaman’, ‘Euforia Derita’, dan ‘Elegi Kehancuran’. Direkam di Fantasy Reborn Studio, Gianyar, Bali. Mixing di Texas Sicklab, Sidoarjo, Jawa Timur.

“Materi Bersimbah Darah untuk split ini lebih berbeda dari materi-materi pada album penuh kami di tahun 2011 atau EP di tahun 2015. Terutama dari segi sound dan aransemen. Dijamin berat, cepat, tapi kadang melambat, hehe,” ungkap Rico.

Tentang Busuk

Busuk
Personil Busuk

Lahir dari rahim skena Depok City Hardcore Punk (DCHP) pada 2005, Busuk merupakan band grindcore yang memiliki ruh punk. Selama kurun 2008-2014, Busuk tercatat telah merilis 4 album split dan 1 album mini. Dan bendera Busuk semakin berkibar sejak merilis album penuhnya, “Worshipper” melalui Lawless Jakarta Records pada 2020. Musik di album tersebut banyak terpengaruh oleh band-band Swedia. Frontman Busuk, Adul mengungkapkan salah satu motivasi bandnya menjalankan 4 way split ini.

“Supaya tetap menjalankan tradisi lama dari band-band grindcore sebelumnya, rilis split album. Plus dibarengi semua 4 band ini sudah mengeluarkan single-single sendiri termasuk kami (Busuk),” ungkap Adul.

Formasi terkini Busuk terdiri atas Adul (vokal), Tyan (gitar), Eka (bass), dan Eki (drum). Mereka menyumbang 3 lagu baru untuk Axis of Blastbeats, yakni: ‘Incisions’, ‘Deathgaze’, dan ‘The Multi Suicide’. Semua instrumen direkam di Apache Studio, Bekasi. Vokal direkam di Jaret Studio, Bekasi. Sedangkan mixing dan mastering dikerjakan oleh Yarin Hugo Hagai di Tel Aviv, Israel.

Daftar Trek Lagu “Axis of Blastbeats”

  1. BUSUK “INCISIONS”
  2. BUSUK “DEATHGAZE”
  3. BUSUK “THE MULTI SUICIDE”
  4. DEAD VERTICAL “TAJAM KE BAWAH TUMPUL KE ATAS!”
  5. DEAD VERTICAL “REMAJA DALAM SERANGAN”
  6. DEAD VERTICAL “BUDAK DUNIAWI”
  7. EXTREME DECAY “AUTOKAFIR”
  8. EXTREME DECAY “SERANGAN PANIK”
  9. EXTREME DECAY “KOLAPS – HARSH REMIX”
  10. BERSIMBAH DARAH “DOMINASI ANCAMAN”
  11. BERSIMBAH DARAH “EUFORIA DERITA”
  12. BERSIMBAH DARAH “ELEGI KEHANCURAN”

 

Adhe Crusher

Penulis adalah vokalis Berantai, juga anchor di Night Distortion. Sentuh dia melalui instagram @adhe_crusher

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait