Humiliation Mempresentasikan Bahwa Kegelapan itu Bernyawa

tacul 4 Mei 2023

Obituarium dirilis pada 2 Februari 2023, bebarengan dengan hari jadi Humiliation yang ke 13. Band yang beranggotakan 5 orang yaitu Adam Ardhandy (vokal), Luthfi (drum), Hamzah Sastra (gitar), Hinhin Akew (gitar), dan Firman Ananda (bass) ini adalah kumpulan bapak-bapak yang berbahaya. Mereka memainkan komposisi musik death metal yang sangat cepat dan tertata rapi, selalu memberi kejutan dan hal yang berbeda di karya mereka. Obituarium merupakan lagu yang menceritakan tentang kegelapan itu memang adanya dan bernyawa.

“Kita hidup berdampingan dengan cahaya dan kegelapan yang menjadi nyata, sebuah sisi kebaikan berdamping dengan keburukan, bersangkutan dengan spiritual yang ada, kegelapan akan menjadi lebih nyata hidup, kita menceritakan kegelapan yang ada apakah ini keresahan? Tentunya bukan, Obituarium sendiri fakta nyata yang menarik untuk kita kembangkan, ceritakan dan kita kombinasi dengan komposisi bermusik kami,” kata salah satu personil.

Dan menurut apa yang mimin dengar di lagu Obituarium, mimin hanya bisa kagum betapa garangnya lagu tersebut akan tetapi ada perbedaan di lagu tersebut dan lagu-lagu lama mereka. Di Obituarium komposisi musiknya gelap sangat nikmat didengar ketukan drum si Luthfi selalu menjadi sorotan bagi saya. Riff gitar yang tertata rapih dan ditambah karakter vokal dari Adam yang menurut mimin keluar dari zona nyaman. Karya mereka di mixing-mastering oleh Hamzah sastra di Grey Elephant Studio, Apalagi dengan sentuhan art mereka yang dibuat oleh seniman dari Kota Pasuruan yaitu Garis Edelweiss.

Humilition
Personil Humiliation

Band Bandung ini membuat album rekaman yang di dalamnya terdapat eksplorasi musik ekstrim dengan riff yang cepat, padat, dan pekatnya distorsi yang dikombinasikan dengan unsur musik tradisional, electronik, hingga musik klasik. Lalu berbagai unsur itu dibalut apik bersama groove yang memanjakan telinga.

Kualitas musik hingga visual, seperti biasanya, Humiliation mengemas dengan epic dan menjanjikan. Selama perjalanan karir mereka, cukup sering melibatkan orang-orang dengan skill berbahaya. Mulai dari music engineer hingga seniman gambar kondang kelas internasional seperti Mark Lewis (Whitecapel, The Black Dahlia Murder, Motorhead, Trivium),  dan Par Oloffson (Abysmal Dawn, Immolation, Pathalogy), dan Colin Davis (Vile, Decrepith Birth, Origin).

Band ini terbukti kualitasnya dengan berhasil menjajal festival musik masih tanah air diantaranya, Bandung Berisik, Hellprint, Bandung Death Fest, Hammersonic, dan lain-lain. Hingga mereka melakukan 3 kali perjalanan tour promo album di tanah air yang berakhir pada konser tunggal megah yang bertema Disseminate Fatamorgana.

Jhon Tacul

Penulis adalah vocalis band Vomiting Intestine. Sapa dia di instagram @aldi.johntacul

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait