Dissanity Band Brutal Pendatang Baru Yang Benar-Benar Brutal

DISSANITY adalah salah satu proyek brutal death metal antar kabupaten di Jawa Timur yang terbentuk pada awal tahun 2021. Sosok-sosok dibalik proyek ini yaitu 3 pemuda brutal yang namanya tak asing lagi di lingkaran penikmat death metal tanah air.

Jossi Bima (Invigorate, Innocent Decomposure, Perveration, dll). Kemudian Dwiki yulianto (Maggoth, Vitrectomy, Hypoxemia, dll) dan yang terakhir adalah Azzanul Andrean (Stagnated, Cardiomyopathy, Intracranial Parasite, dll).

Band ini cukup unik dan kreatif karena dikoordinasikan melalui grup whatsapp dikarenakan tiap personil berasal dari domisili yang berbeda-beda. Jossi Bima sebagai vokalis berdomisili Pare (Kediri), Dwiki sebagai gitaris berdomisili di Tretes (Pasuruan), dan Azzanul Andrean sebagai drummer berdomisili di Lawang (Malang). Jadi jalan alternatifnya ialah grup whatsapp untuk saling bertukar pendapat ketika penggarapan materi.

Pada 19 Oktober 2021, DISSANITY telah memuntahkan demo 2021 berisikan 2 lagu yang berjudul Rot Purulent And Shattered dan yang Kedua Incisions, Injections, and Putrefaction yang dirilis label asal USA yaitu New Standard Elite secara digital di platform youtube.

 Untuk proses produksi dari demo 2021 mereka dilakukan di empat studio yang berbeda, Yang pertama yaitu tracking vokal di Ultra Organic Studio, kedua tracking gitar dan bass di Illogic Studio, ketiga tracking drum di Monev Studio, dan yang terakhir yaitu sesi mixing-mastering di Insidious Soundlab.

Kepada Metallagi.com, Sang gitaris, Dwiki mengatakan bahwa mereka akan menggarap albumnya awal tahun ini.

“Dari segi lirik, riff, dan pattern drum, DISSANITY terinspirasi oleh band asal USA yaitu Disgorge dan band asal Spanyol yaitu Cerebral Effusion, DISSANITY juga sedang menggarap debut albumnya yang rencananya akan segera memasuki dapur rekaman pada awal tahun 2022 mendatang,” Kata Dwiki.

Di demo tersebut menceritakan tentang penyalahgunaan narkotika dan efek dari pergaulan bebas dimasa saat ini yang sedang marak-maraknya terjadi disekitar dan selalu terkadang dianggap sepele karena sudah terbiasa melihat bahkn melakukan hal tersebut.

Dari demo kemarin mungkin DISSANITY kali ini akan lebih menekankan pada musik dan ciri khas mereka yaitu tentunya mengkampayekan bahaya narkotika dan pergaulan bebas yang sudah sangat memprihatinkan di zaman sekarang agar generasi mendatang tidak terjerumus kedalam circle tersebut.

“Melalui lirik lagu dari mereka meskipun lirik dari lagu mereka juga mungkin akan jarang dibaca atau diketahui publik kabar dari merekapun sudah menyiapkan album dan membuat cover art yang pastinya akan menggambarkan suasana yang berbeda dari beberapa proyek dari masing masing personil kami,” ujar Dwiki.

Mereka pun menitip pesan kepada mimin untuk kalian para penikmat musik cadas di Indonesia.

“Kami berharapan kedepannya untuk pecinta musik hingga pelaku musik underground Indonesia khususnya banyak banyakin referensi banyak banyakin ngedenger materi dari band-band yang menurut kalian, kalian suka dengan cara membeli rilisan fisik mereka dan jangan lupa juga untuk membeli merch dari band tersebut sebagai bentuk nyata apresiasi kalian terhadap band tersebut dan jangan membanding bandingkan kualitas antar band semua band punya ciri khas dan standart bermusiknya sendiri untuk meramu sebuah karya atau materi untuk bandnya sendiri, dan tetap optimis jangan pernah pesimis karena Indonesia sekarang sudah diakui dunia bahwa musik underground di Indonesia tidak bisa dianggap remeh atau dipandang sebelah mata lagi dan satu lagi pesan dari kami perbanyak karya saja selagi masih bisa dan masih diberi kesempatan dan anugrah dari tuhan untuk menyalurkan hobby kalian dijalur yang positif tentunya, optimis dan stay perngeluan duniawi adalah kunci perblantikan duniawi,” Pesan dari Dwiki.

MORE INFO:

Instagram: @dissanity

Facebook: Dissanity

CP: +62 857 3663 2212 (Bima)

Tinggalkan Komentar ...

Baca Juga

Musisi Black Metal Asal Manado Ini Rangkai Buku Prosa dengan Lukisan Darah

The Art of Destruction merupakan prosa filosofis karya Stevan Pontoh, musisi black metal Manado, NORTHORN. Prosa itu ia bukukan dan menjadi manifestasi fundamental dari karya-karya ekstrim yang telah dihasilkan melalui musik dan artwork yang diilustrasikan dengan koleksi lukisan darah. Berawal dari kumpulan tulisan yang di kerjakan oleh Stevan pada tahun 2017 silam, hingga menjadi album […]

Ini Makna Dibalik Lagu “Putih Tercemar Darah” Fear Epidemic

Pertengahan Desember lalu (14/12/2021), FEAR EPIDEMIC merilis lagu pertamanya berjudul “Putih Tercemar Darah”. Lagu ini dirilis pada akun Fear Epidemic Official di Youtube dengan format video lirik. Putih Tercemar Darah ini membuat penasaran judulnya. Membuat kita berspekulasi yang tidak-tidak, hmmm… apa sih isinya? Demi menuntaskan rasa penasaran itu, Metallagi.com menghubungi salah seorang personil dari FEAR […]