BIOGRAFI FEAR EPIDEMIC

FEAR EPIDEMIC

Oleh: Achmad Yanuarto Probosono (Tylun)

Awalnya Fear Epidemic dibentuk secara iseng-iseng di Probolinggo pada sekitar tahun 2005 untuk manggung di salah satu parade band dengan formasi awal yaitu Anton a.k.a Tome (gitar), Wibi a.k.a Cupez (bass),  Bendot (drumer ex-KEPATEN) dan saya sendiri di posisi vokal yang waktu itu masih mengusung Death Grind.

Kemudian pada penghujung tahun 2007, Wibi a.k.a Cupez hengkang dari Fear Epidemic & posisi bass saya gantikan sendiri merangkap vokal. Tidak lama kemudian Bendot-pun mengundurkan diri karena masalah pekerjaan yang terlalu padat dan posisi drum digantikan oleh Lubis.

Di pertengahan tahun 2009, Lubis-pun mundur. Lalu demi melampiaskan hasrat ugal-ugalan, Fear Epidemic terpaksa meminta bantuan Aji (CREMATOR SICK) sebagai additional drumer. Dari sinilah Fear Epidemic mulai berkomitmen untuk murni mengusung death metal, dikarenakan waktu itu saya dan Tome memandang bahwa Aji Saka lebih mumpuni di jalur ini.

Dan bersamaan dengan itu, kita merekrut Indra untuk mengisi posisi vokal dikarenakan saya ingin berkonsentrasi pada posisi bass saja. Tidak lama dipertengahan tahun 2010, Indra berpamitan mundur dikarenakan dia harus keluar kota dalam waktu yang tidak bisa ditentukan untuk mengikuti training pekerjaannya dan mau tidak mau saya pun diharuskan kembali merangkap di posisi vokal. Dari tahun ke tahun, kita masih saja tetap memakai additional drummer yang terkadang dibantu Erwin (KAPAK MERAH X) kalau kebetulan Aji berhalangan manggung.

Hingga pada tahun 2014, kami-pun menemukan Ari yang bersedia mengisi kekosongan drumer. Setelah itu, pada akhir 2015 Tome berpamitan untuk mundur dari Fear Epidemic dan akhirnya posisi gitar digantikan oleh Aldio Juandi Prastian (RAJENG). Lalu pada sekitar akhir tahun 2017, Ari-pun pamit undur diri dari band dikarenakan dia harus keluar Jawa untuk memenuhi panggilan kerjanya.

Pada awal tahun 2018, saya-pun diharuskan pindah domisili ke Purwodadi-Pasuruan, dan Fear Epidemic sempat vakum hampir 1 tahunan. Saat memasuki tahun 2019 saya berniat membangkitkan Fear Epidemic kembali karena saya berpikir band ini lebih baik bertahan daripada saya harus membentuk band baru.

Akhirnya saya terpaksa harus bisa mengisi kekosongan gitar merangkap vokal karena Dio (Aldio Juandi Prastian) harus kembali lagi jauh ke Jember untuk melanjutkan kuliahnya, dan saya merekrut Rosul pada posisi drum. Tidak lama setelah itu Hasbi (Hasbi Ashshiddiqi A.M.) masuk untuk mengisi kekosongan instrumen bass. Pada awal tahun 2020, Rosul  mengundurkan diri dan untuk sementara kami kembali mencari additional player pada posisi drum yang pada akhirnya kami dibantu oleh Edo (Riski Ridho Syahputra).

Sejauh ini, FEAR EPIDEMIC sudah menelurkan single pada 14 Desember 2021 dengan judul “Putih Tercemar Darah” dengan genre Death Metal.

Tinggalkan Komentar ...

Baca Juga

Mendengarkan Musik Avant-Garde dan Menembus Batas Imaji di Album Baru KEKAL ‘Quantum Resolution’

“Dengan begitu, ketika mendengarnya seperti sedang menyusuri hutan belantara yang penuh misteri dan tiba-tiba saja mengantarkan kita menembus batas-batas imaji lalu sampai di tempat yang sama sekali berbeda dimensi, berada di masa depan” Malang-melintang selama 25 tahun dalam kegelapan kosmik musik eksperimental, band avant-garde metal asal Jakarta, KEKAL rilis album “Quantum Resolution” pada bulan Agustus […]