Ini Makna Dibalik Lagu “Putih Tercemar Darah” Fear Epidemic

Fear Epidemic

Pertengahan Desember lalu (14/12/2021), FEAR EPIDEMIC merilis lagu pertamanya berjudul “Putih Tercemar Darah”. Lagu ini dirilis pada akun Fear Epidemic Official di Youtube dengan format video lirik. Putih Tercemar Darah ini membuat penasaran judulnya. Membuat kita berspekulasi yang tidak-tidak, hmmm… apa sih isinya?

Demi menuntaskan rasa penasaran itu, Metallagi.com menghubungi salah seorang personil dari FEAR EPIDEMIC. Ia adalah sang vokalis sekaligus gitaris dari band ini, Achmad Yanuarto Probosono. Ia menjelaskan jika lagu berisi tentang perasaan muak terhadap orang-orang memaksakan prinsip keyakinan kepada orang lain.

“Lagu itu adalah wujud kemuakan kita terhadap kekakuan-kekakuan perilaku beberapa gelintir manusia yang memaksakan prinsip keyakinannya, sampai segala macam cara dilakukannya hanya demi kepentingannya sendiri dan golongannya,” kata pria yang akrab disapa Tylun itu.

Tylun menambahkan bahwa ia merasa miris terhadap masyarakat sekitar yang mengkategorikan kesucian hanya dari satu sudut pandang saja.

“.. mereka menularkan informasi serta prinsip-prinsipnya kepada orang lain dengan polesan-polesan agama… dan ironisnya tidak sedikit yang menelan mentah-mentah itu semua tanpa menelaah atau bertabayun terlebih dahulu, kemudian jadi pengikut arogan yang pendapatnya tidak bisa dibantah apapun alasannya,” kata pria yang akrab dipanggil Tylun itu.

FEAR EPIDEMIC mengemas lagunya dengan aliran death metal ala 90’s. Riff gitar dan vokal terasa menyayat pedih khas death metal old school style. Meskipun drum terdengar setengah natural dengan sentuhan modern. Lagu mereka direkam di GOREGANIC RECORDS, dengan bantuan Bayan Adler sebagai operator sekaligus pemilik studio.

Fear Epidemic

Band yang diisi oleh Achmad Yanuarto Probosono (Tylun) sebagai vocalist dan guitarist, Hasbi Ashshiddiqi A.M. sebagai bassist dan backing vocal, dan additional drummer diisi oleh Riski Ridho Syahputra ini cukup unik karena mereka sendiri pun tidak tahu domisili paten dari FEAR EPIDEMIC. Tylun mengibaratkan band ini seperti warung lalapan khas Jawa timur, Cabang Purnama.

“Yang pasti Indonesia ya, hahahaaa… Sejak dihidupkan kembali di Pasuruan, kita sempat agak bingung juga jawabnya setiap dicecar pertanyaan domisili, karena pertama kali terbentuknya di Probolinggo, tapi personil FEAR EPIDEMIC saat ini seluruhnya ada di Pasuruan, jadi anggap saja kita buka cabang seperti ayam goreng Purnama, hahahaaa…” terang Tylun.

Tylun berharap agar scene musik cadas di Indonesia lebih berkembang lagi. Selain gigs, perlu ada terobosan-terobosan lain agar scene musik lebih hidup.

“Selain adanya pagelaran musik atau gigs tentunya, saya juga mengharapkan adanya panel-panel diskusi yang mengangkat topik seputar musik ekstrim yang jarang diperbincangkan akhir-akhir ini (atau mungkin saya yang belum mengikuti ya..? hahahaaa…) saya yakin ini akan semakin menghidupkan scene musik lokal,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar ...

Baca Juga

Musisi Black Metal Asal Manado Ini Rangkai Buku Prosa dengan Lukisan Darah

The Art of Destruction merupakan prosa filosofis karya Stevan Pontoh, musisi black metal Manado, NORTHORN. Prosa itu ia bukukan dan menjadi manifestasi fundamental dari karya-karya ekstrim yang telah dihasilkan melalui musik dan artwork yang diilustrasikan dengan koleksi lukisan darah. Berawal dari kumpulan tulisan yang di kerjakan oleh Stevan pada tahun 2017 silam, hingga menjadi album […]

Dissanity Band Brutal Pendatang Baru Yang Benar-Benar Brutal

DISSANITY adalah salah satu proyek brutal death metal antar kabupaten di Jawa Timur yang terbentuk pada awal tahun 2021. Sosok-sosok dibalik proyek ini yaitu 3 pemuda brutal yang namanya tak asing lagi di lingkaran penikmat death metal tanah air. Jossi Bima (Invigorate, Innocent Decomposure, Perveration, dll). Kemudian Dwiki yulianto (Maggoth, Vitrectomy, Hypoxemia, dll) dan yang […]