SOREM: Batik Adalah Atribut Bangsa Merdeka dan Berdaulat

Mereka adalah SOREM, Band black metalnyeleneh” asal Probolinggo, Jawa Timur. Para pecandu musik hitam di wilayah tapal kuda pasti sudah tahu band ini. Saat ada event, band ini tentu menyedot perhatian. Yap, pakaian yang mereka kenakan adalah penyebabnya.

Di saat mayoritas band black metal lain berlomba-lomba tampil garang dengan kostum yang terkesan nyaris meniru band-band “satanis” asal Eropa, namun SOREM justru punya kiblat sendiri, yaitu kebudayaan Indonesia (nusantara). Saat performance, mereka menggunakan pakaian dengan corak batik.

Bukan sebatas gimik kosong belaka, rupanya mereka punya pemaknaan serius atas konsep yang mereka usung itu. Gitaris SOREM, Eitaz kepada Metallagi.com memaparkan jika tema yang mereka usung adalah bentuk penghayatan mereka terhadap makna kemerdekaan bangsa.

“Batik adalah sebuah atribut sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, kita memiliki bendera Indonesian Black Metal, bahkan Indonesian Metalheads tapi hanya beberapa yang tampil mengekspose identitas nusantara,” katanya kepada Metallagi.com.

Memang SOREM adalah band yang nusantara banget. Pokoknya semua atribut black metal yang melekat pada mereka bermakna kebudayaan-kebudayaan nusantara.

“Di SOREM kami ingin tampil utuh baik secara visual, tematik, lirik, scale nada pentatonis nusantara, maupun pemilihan art dan frame yang kami munculkan,” terangnya mantap.

Bagi Eitaz, band black metal Indonesia tidak perlu mengekor kepada band black metal Eropa. Akan tetapi SOREM tetap menghargai root musik black metal yang tumbuh di dataran Norwegia maupun Swedia.

Lebih mendalam Eitaz menjelaskan, bahwa batik yang sering mereka pakai adalah batik sidomukti.

SOREM sebagai band yang beraliran tematik bhairawa tantra, sudah tentu mengekspose banyak atribut yg berkaitan erat dengan Syiwa, salah satunya adalah unsur kematian yang ada di simbol penggunaan dari batik sidomukti itu sendiri,”ungkap Eitaz.

Dalam aliran bhairawa, kematian adalah suci, tanah kematian menjadi representasi tempat suci, yang menjadi tempat pemurnian entitas jiwa.

Untuk diketahui, batik adalah salah satu budaya asli Indonesia yang diakui secara internasional. Setiap tanggal 2 Oktober, adalah peringatan Hati Batik Nasional. Untuk itu mari lestarikan batik. Meskipun dalam kehidupan sehari-hari kita terpengaruh budaya-budaya dari luar negeri, namun kita harus tetap berpegang teguh terhadap kearifan lokal yang ada di Indonesia.

Sekian dulu ulasan tentang batik dan SOREM ini. Terima kasih telah membaca jangan lupa untuk membaca artikel menarik Metallagi.com lainnya. 

Tinggalkan Komentar ...

Baca Juga

Lagu Baru MOUTHLESS “Perompak Zaman” Tampar Para Pendengarnya

MOUTHLESS band death metal dari Jakarta telah merilis lagu berjudul “Perompak Zaman” September 2021 lalu. Lagu baru mereka ini adalah ekspresi kondisi sosial di era pandemi sekarang. Di mana pandemi telah berhasil menelanjangi manusia dan mempertontonkan sifat terkelamnya. Yakni, manusia memiliki sifat yang tidak pernah merasa cukup untuk menyengsarkan sesamanya. Menurut drummer MOUTHLESS, Gilang Muhammad […]

Vokalis Cewek Brutal Death Ini Muntahkan Suaranya di Single Bleedskin

Band brutal death asal Belgia, BleedSkin baru saja merilis single terbarunya. ada 30 Juni 2021 kemarin, BleedSkin merilis single terbarunya berjudul “Physical Redemption” yang dikemas berbentuk video playthrough studio yang dikerjakan sendiri di studio pribadi milik setiap personil. Single tersebut menjadi penanda formasi baru mereka yang saat ini diperkuat oleh Anouk (Vokal), Celine Mazay (Gitar), […]