BLACKANDJE, Label Rekaman Metal Kebal Pandemi

Blackandje Records Logo

Covid-19 terdekteksi di Indonesia sejak bulan Maret 2020 dan mulai memporak-porandakan perekonomian nasional. Disaat banyaknya usaha ekonomi gulung tikar karena pandemi covid-19, terlebih usaha yang bergelut di dunia kreatif dan dunia seni, adalah yang paling terdampak. Dalam scene musik metal misalnya, tak terhitung hingga ribuan kabar dibatalkannya event-event musik di berbagai daerah nusantara. Bahkan event metal terbesar di Asia Tenggara yang rutin digelar di Jakarta, yakni Hammersonic Fest pun harus ngalah.

Tentu kondisi ini membuat para seniman maupun para pelaku industri merchandise musik harus lebih kerja keras lagi putar otak agar tetap produktif. Salah satu yang memilih bertahan dan menolak dimatikan pandemi dalam dunia permetalan Indonesia, adalah BLACKANDJE RECORDS. Sebuah label dari Jakarta yang konsisten merilis band-band dengan muatan distorsi yang berat.

Kerennya, justru di saat pandemi begini, mereka malah justru terlihat kebal. Dalam artian, semakin produktif. Diantaranya yang dapat diamati adalah, di akun Youtube BLACKANDJE RECORDS. Konten drum playthrough semakin sering tayang sejak bulan Juni tahun 2020. Selain itu, sepanjang bulan Maret hingga Agustus, rajin merilis berbagai karya dari band-band tanah air seperti FRAUD, DOWN FOR LIFE, INLANDER, dan VISCRAL. Lainnya adalah meluncurkan program “Jumat Membara”, yang berisi bincang-bincang musisi yang disiarkan langsung melalui fitur live instagram. Tak hanya itu, label yang awal berdirinya jualan merchandise ini meluncurkan Blackandzine sebagai kanal informasi musik, dan meluncurkan program Dark Tones Alliance yang berisi tentang music reviews.

Metallagi.com menanyakan kepada owner, Mitra Rizki Nanda, apa resep yang membuat mereka lebih produktif. “Sebenarnya sih sama saja seperti bulan – bulan sebelumnya, kami tetap beraktivitas seperti biasanya sesuai dengan jadwal yang sudah kami buat”, jawabnya. Menambahkan, bahwa BLACKANDJE memang ingin merayakan satu dasawarsa kelahiran mereka sejak tahun 2010 silam.

“Untuk ini memang sudah kami programkan jauh sebelum terjadinya pandemi ini, ya dikarenakan di tahun 2020 ini memang BLACKANDJE genap berumur 10 tahun ya kami berpikir setidaknya ada kegiatan baru di umur yang sudah genap 10 tahun ini, dan lagi pula BLACKANDJE sempat membuat rencana untuk tour selama 2 minggu Jawa – Bali di bulan Juni 2020 bersama rooster band-band yang ada di BLACKANDJE untuk merayakan 10 tahunnya BLACKANDJE dan ternyata terhalang karena pandemi”, imbuhnya.

Mungkin cukup sampai di sini. Terima kasih telah membaca, kunjungi terus metallagi.com agar kamu dapat mengetahui informasi menarik lainnya tentang dunia permetalan tanah air.

Tinggalkan Komentar ...

Baca Juga

VOX MORTIS: Musik Metal Dan Gerakan Kampanye Kesejahteraan Hewan

Tidak lagi identik dengan tema-tema kematian dan depresi, musik death metal yang diusung oleh band kawakan asal Jakarta, VOX MORTIS, punya jalan ninja yang berbeda. Mereka membawa isu kesejahteraan hewan sebagai sajian utama. Band baru yang dibentuk oleh para musisi kondang Jakarta ini, yakni Doni Herdaru Tona (FUNERAL INCEPTION), Achmad Mustaid (VOMITOLOGY) dan Donirro (LAST […]

BELLPANIC, Psychedelic Rock Pasuruan Rilis “Drunk In Blues”

Musik rock dan berbagai subgenre-nya tampak seolah mati di Kota Pasuruan. Lajunya lambat terseok-seok. Sangat jarang ditemui event maupun kelompok musik rock yang menonjok di kota “inspiring city” ini. Band-band grunge dan punk pun juga tak ada taring. Paling banter anak-anak metal tongkrongan Orgi Studio dan Pasuruan Under Divison yang rajin membuat gigs musik cadas. […]