K.U.D.E.T.A Rilis Single “Menang Atau Mati (Pandemic)”, Libatkan Agung Hellfrog

Kudeta Band Members

K.U.D.E.T.A (baca: KUDETA) adalah band yang tentunya sudah diketahui banyak metalhead di Indonesia. Kemunculan band aliran metalcore ini, sempat membuat gempar. Siapa sangka ternyata vokalis bandnya adalah Vicky Prasetyo, seorang selebritis yang paling kontroversial di dunia hiburan layar kaca. Tapi metallagi.com tidak akan membahas soal itu, namun tentang sepak terjang KUDETA.

Sejak Maret 2018 kemunculan band KUDETA di dunia musik keras Indonesia ini mereka langsung diserbu para metalhead yang sangat kepo dengan band KUDETA. Mungkin banyak sekali yang mengira band ini mencari sensasi atau sebagainya. Bahkan pentolan band veteran Jakarta, SIKSA KUBUR, Andre Tiranda sempat meremehkan Vicky saat wawancaranya dengan medcom.id 2 tahun lalu. Tapi KUDETA bisa membuktikan bahwa mereka sangat pantas di scene musik cadas, pastinya menarik minat para metalheads di Indonesia ini, terbukti saat tampil di Hellprint 2019 banyak yang headbang. Band ini sepak terjangnya terus bergulir dan berhasil membuktikan kecadasannya. Dengan di perkuat oleh Aank Omi Mastin (gitar), Andi Cakra Manggabarani (gitar), Iyus “manyun” Sutangga (bass), Rifki13 (dram), dan pastinya Vicky Prasetyo (vokal). Tak hanya itu, mereka juga membuktikan dengan memperkenalkan 2 karya rekaman mereka.

Single pertama mereka yaitu “Revolusi Jiwa” yang telah diluncurkan pada 14 Desember 2019 lalu, kemudian single kedua mereka yang berjudul “Menang Atau Mati (Pandemic)” yang telah tayang di channel youtube Vicky pada 16 Mei 2020 lalu. Proses penggarapan single rekaman mereka sangatlah seru, karna tak tanggung-tanggung, mereka melibatkan Agung Hellfrog, yaitu salah satu personil band yang sangat tangguh di indonesia, BURGERKILL. Peran Agung di sini adalah sebagai pengarah musik (music director).

“Kami memang ingin diarahkan oleh figur besar di skena ini, sebelumnya musik dan lagunya sudah jadi dan kami sudah sering membawakan secara live di beberapa gigs, sampai akhirnya setahun kemudian kami bertemu dengan Agung Hellfrog, kami rekaman di Studio ST12 di Bandung dan proses nya agak lama karena sebelumnya kami sudah ada workshop selama sebulan, sebelum masuk ke studio rekaman”, ungkap pihak band menjelaskan.

Selain itu, bukti lain keseriusan bermusik adalah KUDETA sendiri sudah mempersiapkan single yang sangat amat matang dengan adanya workshop selama sebulan. Pemilihan Agung sendiri sudah dianggap sangat selaras dengan konsep musik KUDETA sendiri, yang tidak jauh referensi metalcore dan thrash metal, yang banyak di pengaruhi oleh band band dunia seperti CALIBAN, LAMB OF GOD, AVENGED SEVENFOLD, dan tentunya BURGERKILL.

“(Agung) bisa menjadikan musik kami dengan rapi, lebih dinamis dan tentunya lebih powerfull, karena dari tangan Agung banyak fitur baru dan pattern drum yang ditambahkan, sehingga musik kami lebih tight dan jadi lebih melodik juga tentunya, so, doakan ya para metalheads, semoga cepet rilis dan akan segera launching party.. Aminnn”, cetus pihak band dengan semangat.

Setelah “Revolusi Jiwa” dan “Menang Atau Mati (Pandemic)“, KUDETA sudah merencanakan untuk melanjutkan penggarapan Album Mini (EP) pertamanya yang sempat tertunda akibat wabah covid-19 ini. Tapi itu bukan menjadi penghalang bagi mereka yang ingin terus berkarya, bahkan kini tahapan proses rekaman isian instrumen sudah mencapai 70%, dan dipastikan EP mereka akan di beri judul “Pandemic” karena digarap di tengah pandemi covid-19 ini.

Tinggalkan Komentar ...

Baca Juga

VOX MORTIS: Musik Metal Dan Gerakan Kampanye Kesejahteraan Hewan

Tidak lagi identik dengan tema-tema kematian dan depresi, musik death metal yang diusung oleh band kawakan asal Jakarta, VOX MORTIS, punya jalan ninja yang berbeda. Mereka membawa isu kesejahteraan hewan sebagai sajian utama. Band baru yang dibentuk oleh para musisi kondang Jakarta ini, yakni Doni Herdaru Tona (FUNERAL INCEPTION), Achmad Mustaid (VOMITOLOGY) dan Donirro (LAST […]

BELLPANIC, Psychedelic Rock Pasuruan Rilis “Drunk In Blues”

Musik rock dan berbagai subgenre-nya tampak seolah mati di Kota Pasuruan. Lajunya lambat terseok-seok. Sangat jarang ditemui event maupun kelompok musik rock yang menonjok di kota “inspiring city” ini. Band-band grunge dan punk pun juga tak ada taring. Paling banter anak-anak metal tongkrongan Orgi Studio dan Pasuruan Under Divison yang rajin membuat gigs musik cadas. […]