‘The Real Weapon’, Single Baru INLANDER Telanjangi Praktik Indoktrinasi Global

Inlander Band Members

Kelompok musik cadas ugal-ugalan asal Jakarta, INLANDER meluncurkan single berjudul “The Real Weapon” dengan menggandeng Blackandje Record. Band yang berdiri sejak 2001 ini merilis singlenya beberapa hari lalu melalui akun official instagramnya di @inlandermusic.

The Real Weapon‘ adalah salah satu track baru untuk album ke-3 mereka mendatang. Perlu diketahui, album sebelumnya yang telah mereka rilis adalah ‘Para Bellum‘ (2011) dan ‘Ultimatum‘ (2012). Secara umum, lagu-lagu yang mereka bawakan dari semua karyanya terus konsisten menyampaikan kritik terhadap isu sosial-politik.

Pewarta metallagi.com, Ugik Endarto mewawancarai drummer INLANDER, Adi Firmansyah. Ini dilakukan untuk menggali informasi lebih mendalam tentang single ‘The Real Weapon‘. Terungkap, bahwa lirik diciptakan untuk menyuarakan sekaligus menelanjangi praktik indoktrinasi global yang selama diacuhkan oleh banyak orang. Misalnya adalah penerapan rekayasa organisme bahan pangan yang selalu coba digencarkan oleh pemerintah. Tidak banyak orang kritis terhadap ini, padahal metodenya sarat dengan keganjilan karena dapat merusak sistem ekologi.

“Khawatir apabila pengelolaan tanaman dengan metode tersebut akan menggangu keseimbangan ekologi, membahayakan kesehatan manusia, dan mempengaruhi perekonomian global”, ungkap Adi.

Menjelaskan lebih lanjut, kepada metallagi.com Adi memberikan contoh penerapannya di Indonesia dengan transgenik monsanto. Selain itu, INLANDER juga mengkritik penerapan rekayasa iklim yang sudah mulai diterapkan Indonesia. “Manipulasi besar-besaran juga diterapkan secara disengaja melalui suatu proses geoengineering atau modifikasi cuaca yang mempengaruhi iklim bumi dalam upaya untuk menangkal dampak pemanasan global”, kata Adi.

Dituturkannya kalau ini juga dapat digunakan militer untuk menciptakan krisis di suatu wilayah tertentu. “Juga berpotensi diaplikasikan oleh pihak militer tertentu untuk dapat digunakan sebagai senjata dalam menciptakan suatu keadaan buruk bagi iklim suatu wilayah tanpa terdeteksi”, kata Adi.

Band yang pernah menyabet sebagai pemenang AMI Awards 2014 ini ingin masyarakat dapat menggunakan ‘The Real Weapon‘, dalam hal ini adalah pengetahuan untuk memerdekakan diri-sendiri.

“Bagi mereka yang mempunyai jiwa kemerdekaan, tak ada tugas yang lebih mendesak daripada memahami mekanisme dan praktik-praktik indoktrinasi, karena prinsip-prinsip dasar ilmu pengetahuan menuntut evaluasi diri yang kritis dan sikap bertanya yang skeptis terhadap pikiran sendiri dalam menyikapi apa yang kini sedang terjadi”, imbuh Adi.

Sejauh ini pengetahuan hanya digunakan didoktrinasikan untuk memihak korporasi, tanpa mempedulikan aspek kemanusiaan.

Harapannya, dengan lagu ini INLANDER bisa mengajak masyarakat untuk selalu kritis dan menggunakan ilmu pengetahuan untuk melawan hal-hal buruk. “Kami berharap bisa lebih memicu kesadaran kita untuk mempertanyakan segala hal tentang apa yang terjadi dan saling peduli terhadap orang-orang yang kita kasihi”, pungkas Adi.

INLANDER diisi oleh empat personil. Yakni Ibani Terrasyailendra sebagai vocalist, Tomi Goni sebagai bassist, Radhitya Soerjo sebagai guitarist, dan Adi Firmansyah di posisi drum sekaligus backing vocal.

Kamu bisa memainkan single baru dari INLANDER yang berjudul ‘The Real Weapon‘ melalui player video di bagian bawah halaman ini. Sekian artikel ini semoga bermanfaat buat kamu para metal freaks!!!

Tinggalkan Komentar ...

Baca Juga

VOX MORTIS: Musik Metal Dan Gerakan Kampanye Kesejahteraan Hewan

Tidak lagi identik dengan tema-tema kematian dan depresi, musik death metal yang diusung oleh band kawakan asal Jakarta, VOX MORTIS, punya jalan ninja yang berbeda. Mereka membawa isu kesejahteraan hewan sebagai sajian utama. Band baru yang dibentuk oleh para musisi kondang Jakarta ini, yakni Doni Herdaru Tona (FUNERAL INCEPTION), Achmad Mustaid (VOMITOLOGY) dan Donirro (LAST […]

BELLPANIC, Psychedelic Rock Pasuruan Rilis “Drunk In Blues”

Musik rock dan berbagai subgenre-nya tampak seolah mati di Kota Pasuruan. Lajunya lambat terseok-seok. Sangat jarang ditemui event maupun kelompok musik rock yang menonjok di kota “inspiring city” ini. Band-band grunge dan punk pun juga tak ada taring. Paling banter anak-anak metal tongkrongan Orgi Studio dan Pasuruan Under Divison yang rajin membuat gigs musik cadas. […]