‘Omnisiensi Teleskrin’, Single Baru HELLHOUND Kritik Sistem Totalitarian

Hellhound Band Logo

Omnisiensi Teleskrin‘ adalah single baru yang dirilis oleh HELLHOUND, band Technical Death Metal asal Malang , Jawa Timur. Dirilis dalam format video lirik pada 14 April 2020, single itu telah dapat dilihat di akun youtube official mereka. Lagu itu memuat kritik terhadap sistem pemerintahan yang totalitarian. Yakni sistem yang sewenang-wenang, memberangus kehidupan demokratis.

Kepada metallagi.com, drummer HELLHOUND, Sahi Rahman mengungkapkan bahwa lirik dalam lagu ‘Omnisiensi Teleskrin‘ referensinya adalah karya sastra novel milik George Orwell yang berjudul “1984”. Novel ini relevan dengan kehidupan sekarang. Atas nama stabilitas, Pemerintah mengatur negaranya dengan cara-cara represif dan melanggar hak asasi manusia. “Sangat nyata, senyata sensor Internet ketika negara sedang menghadapi peristiwa-peristiwa insureksi, atau upaya pemberangusan konten-konten subversif, bahkan dalam konteks seni sekalipun”, ujar Sahi Rahman.

Bebahayanya sistem totalitarian dapat menjustifikasi dan menormar\lkan cara-cara keji dalam mengatur negara. Sekalipun dengan dalih kebaikan. Dalam lagu HELLHOUND, omnisiensi merujuk pada sifat tahu segalanya. Sedangkan teleskrin (telescreen) adalah alat pemantau gerak-gerik rakyat dalam novel 1984. Sahi Rahman mengatakan kalau novel itu adalah latar perumpamaanya. “Dimana keinginan untuk mencapai kesetaraan justru melahirkan diktaktor-diktaktor keji dan menjustifikasi pembunuhan massal sebuah perwujudan dari pribahasa anonym the road to hell is paved with good intentions (banyak niat baik yang justru berakhir pada kesengsaraan)”, ujar pria yang juga drummer band SOREM ini. “Di album ke tiga, tentunya kami lebih mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru dalam bermusik, baik dari segi pemilihan karakter sound masing-masing instrumen maupun struktur lagu. Tiap personil pun memiliki ambisi dan kontribusi nyata dalam pengerjaan album ini”, lanjutnya. “Dan jika sebelumnya ada ambil andil besar dari sound engineer yang bukan merupakan personil band di dalam penentuan karakter sound, di album ke tiga ini Andika lah yang mengerjakan bagian itu. Jadi, hasil akhir diharapkan dapat lebih menunjukkan karakter sound yang khas dan sesuai dengan selera kami sendiri”.

Pantauan metallagi.com, ‘Omnisiensi Teleskrin‘ cukup berbeda dengan karya-karya HELLHOUND sebelumnya.  Lagu berdurasi 4:04 ini sound yang disajikan begitu megah. Begitu juga sang vokalis, Juni Priyanto lebih banyak porsi menggerutu. Nampaknya lirik lagu cukup panjang. Hampir tidak ada ruang untuk melodi solo seperti yang di album ‘For Whom You Pray‘. Namun tetap tidak menghilangkan khas mereka sebagai HELLHOUND dengan musik yang dinamis. 

Single ini merupakan atmosfir segar bagi HELLHOUND untuk mempersiapkan album ketiga yang rencananya akan di rilis oleh Interlude Records. Proses rekaman hingga mastering digarap di Harajuku Musik, studio rekaman milik gitaris mereka sendiri Tri Andika. Namun untuk drumnya di kerjakan di Senopati Musik Studio. Dibalik sangarnya artwork, ada Ahot creatornya. Dan video diproduksi oleh Kereta Badja.

Sekian artikel ini semoga dapat menambah kebutuhan kamu akan hausnya informasi seputar musik underground di Indonesia. Untuk informasi menarik lainnya, kunjungi metallagi.com. Untuk berinteraksi DM kami melalui instagram @metallagidotcom.

Informasi seputar HELLHOUND, kamu dapat mengunjungi:

Tinggalkan Komentar ...

Baca Juga

VOX MORTIS: Musik Metal Dan Gerakan Kampanye Kesejahteraan Hewan

Tidak lagi identik dengan tema-tema kematian dan depresi, musik death metal yang diusung oleh band kawakan asal Jakarta, VOX MORTIS, punya jalan ninja yang berbeda. Mereka membawa isu kesejahteraan hewan sebagai sajian utama. Band baru yang dibentuk oleh para musisi kondang Jakarta ini, yakni Doni Herdaru Tona (FUNERAL INCEPTION), Achmad Mustaid (VOMITOLOGY) dan Donirro (LAST […]

BELLPANIC, Psychedelic Rock Pasuruan Rilis “Drunk In Blues”

Musik rock dan berbagai subgenre-nya tampak seolah mati di Kota Pasuruan. Lajunya lambat terseok-seok. Sangat jarang ditemui event maupun kelompok musik rock yang menonjok di kota “inspiring city” ini. Band-band grunge dan punk pun juga tak ada taring. Paling banter anak-anak metal tongkrongan Orgi Studio dan Pasuruan Under Divison yang rajin membuat gigs musik cadas. […]