Meraung-Raung, Single Baru TIKAM, ‘Delusif’

Tikam Band Members

Band Metal asal Surabaya, TIKAM, merilis single dalam format video lirik berjudul ‘Delusif‘. Mereka menayangkan melalui akun Youtube official-nya yang diunggah pada 10 April 2020. Meraung-raung, suara vokal khas dari Bayu Karna, terdengar buas. Sound jauh lebih berat dan nendang dari album yang sebelumnya dirilis tahun 2017 silam, yakni ‘Jurnal Amarah‘. Tentu ini adalah penanda babak baru gebrakan TIKAM dalam scene musik cadas Indonesia setelah 3 tahun sebelumnya sibuk berpetualang dari panggung ke panggung.

Video lirik ‘Delusif‘ menampilkan seorang pria berhadapan dengan sebuah rumah besar. Kemudian di dalam rumah tersebut tampak banyak makhluk mengerikan dan juga situasi yang sangat acak mulai sebuah lobby mewah, dimensi antah berantah, hingga lorong kosong dengan lampu yang redup.

Bassis sekaligus otak dalam pembuatan video tersebut, Ahmad Badaruzzaman, mengatakan bahwa maknanya adalah dalam menjalani hidup harus memiliki tekad meskipun dalam posisi yang sulit. “Rasa takut hanyalah produk pikiran. Semua hanya delusi, tapi satu hal yang nyata adalah jika ia tidak memulai, maka perubahan tidak akan terjadi pada hidupnya”, kata pria yang akrab disapa Cak Boker itu.

Pengamatan Metallagi.com, bahwa dalam lirik-lirik yang dibuat oleh TIKAM sengaja ingin mendobrak kebuntuan cara bepikir masyarakat kita hari ini. Misalnya dalam lirik ‘Delusif‘. “Menceritakan tentang cahaya dan gelap disitu ia memposisikan cahaya sebagai hal negatif dan sebaliknya gelap justru suatu hal yang positif,” tutur Cak Boker yang juga penulis lirik. Selain itu mereka memilih menggunakan diksi vulgar. Memang hal-hal demikian sudah menjadi ciri khas TIKAM sejak album pertamanya rilis.

Lagu ciamik ini, vokal dan drum dikerjakan di studio Daztanian Surabaya dengan Johan (audio engineer FRAUD) sebagai operator. Untuk gitar dan bass dikerjakan di studio milik personil mereka sendiri, Bima Reza Sukmana atau yang biasanya akrab disapa sebagai Kordes. Proses rekaman ini di lanjutkan oleh Itok Winursito sebagai editor, mixing hingga mastering. Lalu untuk artwork Castle dan Tentacle dikerjakan oleh Pepi Grind seorang artworker yang juga berasal dari Surabaya.

Cak Boker berharap, band yang pernah masuk sebagai salah satu nominasi AMI Awards 2018 ini nantinya dapat menginspirasi orang lain. “Semoga band ini bisa jadi kendaraan buat kami untuk mengarungi perjalanan hidup dan mempertemukan orang-orang menarik dalam tiap pemberhentiannya, serta band ini bisa jadi inspirasi positif buat orang-orang lain”, ujarnya.

Sekian artikel ini, terus ikuti informasi-informasi terbaru metallagi.com. Kamu juga dapat follow akun resmi instagram kami di metallagidotcom. Terima kasih telah membaca.

Kamu juga bisa mengenal lebih dekat dengan TIKAM melalui akun instagramnya: instagram.com/tikam_official/

Tinggalkan Komentar ...

Baca Juga

SOREM: Batik Adalah Atribut Bangsa Merdeka dan Berdaulat

Mereka adalah SOREM, Band black metal “nyeleneh” asal Probolinggo, Jawa Timur. Para pecandu musik hitam di wilayah tapal kuda pasti sudah tahu band ini. Saat ada event, band ini tentu menyedot perhatian. Yap, pakaian yang mereka kenakan adalah penyebabnya. Di saat mayoritas band black metal lain berlomba-lomba tampil garang dengan kostum yang terkesan nyaris meniru […]

Lagu Baru MOUTHLESS “Perompak Zaman” Tampar Para Pendengarnya

MOUTHLESS band death metal dari Jakarta telah merilis lagu berjudul “Perompak Zaman” September 2021 lalu. Lagu baru mereka ini adalah ekspresi kondisi sosial di era pandemi sekarang. Di mana pandemi telah berhasil menelanjangi manusia dan mempertontonkan sifat terkelamnya. Yakni, manusia memiliki sifat yang tidak pernah merasa cukup untuk menyengsarkan sesamanya. Menurut drummer MOUTHLESS, Gilang Muhammad […]