Predator Seksual, Dio Verryaji Dipecat dari band THE COMINGBACKS

Predator di Skena Musik

Scene musik punk Malang dikejutkan dengan pernyataan sikap THE COMINGBACKS melalui akun twitter resminya yang menyatakan memecat salah satu personilnya, Dio Verryaji (DV), Selasa (17/03) malam. Pasalnya ia telah melakukan tindak kekerasan seksual terhadap salah seorang perempuan, yang juga teman dalam satu lingkaran di komunitas. Harusnya perempuan mendapatkan ruang aman dari kekerasan seksual di scene musik bawah tanah, mengingat dalam lirik-lirik dan attitude yang kebanyakan digaungkan dalam hingar-bingar musik underground berkutat tentang kesetaraan gender, kritik kapitalisme, dan menetang penindasan. Namun sebaliknya, sangat disayangkan sikap abai terhadap prinsip-prinsip itu malah terjadi di kota yang dikenal sebagai barometer musik cadas Indonesia yaitu Malang.

THE COMINGBACKS mengambil sikap memecat DV dan mendorong penyelesaian kasus secara objektif, karena mereka tidak mentolerir kekerasan seksual meskipun dilakukan oleh personilnya sendiri. “Kami tidak ingin melanjutkan afiliasi dengan saudara DV di dalam grup musik kami dikarenakan kekerasan seksual seperti kasus ini tidak tolerable dan menyimpang dari visi kami,” tulis THE COMINGBACKS .

Kesalahan juga diakui oleh THE COMINGBACKS karena kecolongan sampai terjadi hal demikian. Kasus ini mencuat setelah penyintas berani bersuara. Dalam hal ini, penyintas layak diapresiasi setinggi-tingginya atas langkah yang diambil karena dengan demikian dapat menghentikan kekeresan seksual yang ada dalam scene musik bawah tanah maupun scene musik lainnya dan mendorong terciptanya ruang aman bagi perempuan.

Berikut kronologi disadur dari Press Release Aliansi Anti Predator Seksual dalam Ruang Kolektif  Malang.

Pada 15 September 2019 petang, penyintas (P) dijemput oleh pelaku yang bernama Dio Verryaji Primananda P/ig @tambunbomb/twitter @tambun_bomb (personil Band Malang & barista) untuk mengopi di sebuah coffee shop di daerah MT Haryono, Malang.

Hari beranjak malam. Seorang teman dari meja sebelah meminta Tambun untuk menemaninya membeli wiski. Tambun kemudian berinisiatif untuk patungan bersama P dan seorang barista di coffee shop tersebut. Seiring berjalannya waktu, efek dari wiski mempengaruhi P dan Tambun. Tambun pun menyetir motornya dengan membonceng P yang hanya dapat bersandar pada pundak Tambun. P lalu menyadari bahwa motor yang membawanya tidak berbelok ke arah yang seharusnya untuk menuju indekosnya. P bertanya kepada Tambun mengapa ia tidak membelokkan motornya ke arah seharusnya. Tambun diam. P kemudian menyatakan bahwa ia ingin diantar pulang saja. Tambun masih terdiam. Lalu P berkata bahwa nanti pacar P akan tahu. Tambun kemudian menampik bahwa pacar P tidak akan mengetahui kejadian ini. P mengumpulkan kesadarannya untuk mencari pertolongan melalui pesan singkat yang dikirimnya kepada pacarnya. Pada saat itu, P merasa ketakutan Tambun akan melakukan hal yang berbahaya jika ia tahu P sedang berusaha meminta pertolongan.

P mengenali pemandangan di sekitarnya. Ia tahu ia akan dibawa ke kosan Tambun di daerah Cengger Ayam, Malang. P tidak ingat bagaimana ia bisa sampai di kamar kosan Tambun. Ia hanya teringat ia sudah berbaring di atas karpet kamar kosan Tambun. Ia sempat tertidur karena merasakan pening yang amat sangat. Ketika P terbangun, ia langsung mengecek handphone miliknya. P tidak mendapatkan sinyal kala itu. Ia sempat bertanya kepada Tambun apa password wifi rumah kosan itu. Lantas Tambun menanyakan untuk apa password wifi itu yang dijawab tidak apa-apa oleh P. P sempat mengirim lokasi ia berada kepada pacarnya. Kemudian ia menunggu.

Tambun mematikan lampu, mengunci pintu kamarnya, dan berbaring di atas kasurnya. Tak lama Tambun mengajak P untuk bergabung bersamanya di kasur. P berulang kali menolak. Hingga akhirnya Tambun mengangkat tubuh P ke atas kasur. P membelakangi Tambun. Tiba-tiba P dikagetkan oleh Tambun yang memeluk pinggang P dan menghembuskan nafasnya di belakang leher P. Tambun berusaha mencium P yang berulang kali menolak. Kemudian tangan Tambun merayap ke sekujur tubuh P yang masih berpakaian lengkap termasuk jaketnya. P merasakan mati rasa pada tangannya dan karena keadaan ruangan yang gelap, ia tidak bisa melihat apa-apa.

Kemudian Tambun melepas celana P. Hanya celananya. Tambun mulai mengeksekusi nafsunya. P menangis dan berteriak namun tidak ada yang mendengarnya. Tambun membekap mulut dan hidung P seiring semakin keras ia berteriak. P mulai kesulitan bernafas dan merasakan teror yang tak terkira sampai ia mengira ia akan habis pada saat itu. Namun, Tambun menarik tangannya saat ia melihat P kesulitan bernafas. Pada saat yang sama, kekasih P mendobrak pintu kamar Tambun dan menyelamatkan P.

Menurut informasi yang metallagi.com terima, kasus DV masih didalami lagi karena diduga kuat ia sering melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan-perempuan lain. Ini pukulan keras bagi scene musik underground. Mari ciptakan ruang aman bagi perempuan. Sebaliknya mari tutup rapat-rapat ruang bagi pelaku kekerasan seksual. Sekali lagi, salam hormat untuk penyintas maupun band yang bersangkutan telah berani bersikap tegas.

Tinggalkan Komentar ...

Baca Juga

VOX MORTIS: Musik Metal Dan Gerakan Kampanye Kesejahteraan Hewan

Tidak lagi identik dengan tema-tema kematian dan depresi, musik death metal yang diusung oleh band kawakan asal Jakarta, VOX MORTIS, punya jalan ninja yang berbeda. Mereka membawa isu kesejahteraan hewan sebagai sajian utama. Band baru yang dibentuk oleh para musisi kondang Jakarta ini, yakni Doni Herdaru Tona (FUNERAL INCEPTION), Achmad Mustaid (VOMITOLOGY) dan Donirro (LAST […]

BELLPANIC, Psychedelic Rock Pasuruan Rilis “Drunk In Blues”

Musik rock dan berbagai subgenre-nya tampak seolah mati di Kota Pasuruan. Lajunya lambat terseok-seok. Sangat jarang ditemui event maupun kelompok musik rock yang menonjok di kota “inspiring city” ini. Band-band grunge dan punk pun juga tak ada taring. Paling banter anak-anak metal tongkrongan Orgi Studio dan Pasuruan Under Divison yang rajin membuat gigs musik cadas. […]