Ngoro Bangkit #9: Menjaga Api Tetap Menyala

adhe 30 Oktober 2026

Ngoro Bangkit kembali membawa energi musik keras ke ruang pertunjukan dengan mempertemukan sejumlah nama dari dalam maupun luar Indonesia.

Di balik agenda tersebut, terdapat sebuah proses panjang yang melibatkan banyak elemen mulai dari perumusan konsep, kurasi, produksi, hingga kerja kolektif seluruh tim penyelenggara, serta dukungan berbagai pihak yang turut menjaga keberlangsungan acara ini.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai gagasan dan proses di balik perhelatan ini, Ade, tim redaksi Metallagi berbincang bincang bersama Ririn selaku Ketua Panitia NGORO BANGKIT #9. Dalam wawancara ini, Ririn akan berbagi cerita mengenai perjalanan persiapan event, tantangan yang dihadapi, serta harapan terhadap keberlangsungan skena musik keras di Indonesia.

Ngoto bangkit

Ade: Bisa diperkenalkan terlebih dahulu, nama lengkap dan apa peran Anda dalam NGORO BANGKIT #9?

Ririn: Perkenalkan, nama saya Ririn dari komunitas NMF. Dalam NGORO BANGKIT #9, saya terlibat sebagai ketua dari tim penyelenggara.

Ade: Apa yang menjadi latar belakang digelarnya NGORO BANGKIT hingga memasuki edisi ke-9?

Ririn: NGORO BANGKIT berangkat dari semangat untuk membangun ruang bagi musik metal dan komunitas underground agar terus hidup dan berkembang. Kami ingin membuktikan bahwa skena metal tidak hanya tumbuh di kota-kota besar, tetapi juga memiliki kekuatan di perdesaan.

Ade: Apa makna dari nama “Ngoro Bangkit” bagi Anda dan seluruh tim penyelenggara?

Ririn: Bagi kami, Ngoro Bangkit bukan sekadar tajuk even. Kata bangkit memiliki makna tentang keberanian untuk terus bergerak, berkarya, dan menjaga semangat meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Ini juga menjadi simbol bahwa komunitas dari daerah mampu tumbuh, berdiri, dan memberikan kontribusi bagi perkembangan musik metal. Kami ingin semangat itu tidak hanya dirasakan oleh NMF, tetapi juga oleh seluruh metalhead.

Ngoro Bangkit
Logo komunitas “Ngoro Metal Fanatique”

Ade: Setelah delapan edisi sebelumnya, apa yang membuat NGORO BANGKIT tetap bertahan dan terus berkembang?

Ririn: Menurut saya, kuncinya adalah solidaritas dan konsistensi komunitas. Sebuah acara skena tidak bisa survive hanya karena nama besar atau kemeriahan panggung, tetapi karena ada orang-orang yang aware, bekerja, dan bergerak bersama. Support band, komunitas, penonton, serta semua yang terlibat merupakan energi bagi kami untuk terus melanjutkan NGORO BANGKIT.

Ade: Mengapa tahun ini panitia memilih menghadirkan konsep yang lebih luas dengan melibatkan band dari dalam dan luar negeri?

Ririn: Kami ingin mendorong brand NGORO BANGKIT menuju worldviev. Kehadiran band dari mancanegara merupakan upaya untuk membuka ruang perjumpaan antarskena, memperluas jejaring, serta memberikan impresi yang berkesan kepada audiens. Kami juga ingin menunjukkan bahwa skena metal dari perdesaan memiliki nyali– kemampuan untuk menggelar even bertaraf internasional.

Ade: Seberapa penting kehadiran band internasional bagi perkembangan skena metal lokal?

Ririn: Sekali lagi, ini tidak hanya sekadar mendatangkan band dari mancanegara, tetapi soal bagaimana membangun jejaring dan meningkatkan bargaining positions skena metal lokal.

Ade: Apa yang menjadi pertimbangan utama teman-teman panitia NMF dalam memilih band-band yang tampil di NGORO BANGKIT #9?

Ririn: Pertimbangan kami utamanya kualitas musik, rekam jejak, dan kontribusi band terhadap skena metal. Kami ingin menghadirkan band-band penampil yang menarik, memiliki karakter berbeda, dan dapat memberikan pengalaman musikal yang kuat kepada penonton.

Ade: Menurut Anda, bagaimana perkembangan musik metal dan skena underground di Indonesia saat ini?

Ririn: Menurut saya, skena metal Indonesia berpotensi untuk terus maju dan berkembang.

Ade: Bagaimana sudut pandang Anda melihat posisi band-band lokal Indonesia di tengah perkembangan skena metal global?

Ririn: Menurut saya, band-band lokal Indonesia memiliki peluang besar untuk semakin dikenal dan bersaing di kancah musik metal internasional. Dari segi kreativitas, karakter musik, band-band kita punya keunikan tersendiri yang mampu bersaing dengan band mancanegara. Namun, untuk mencapai level tersebut, diperlukan konsistensi dalam berkarya, kualitas musik yang baik, profesionalisme, serta kemampuan membangun relasi dan memperluas jaringan.

Ngoro Bangkit

Ade: Apakah event seperti ini juga menjadi ruang untuk mempertemukan generasi lama dan generasi baru metalhead?

Ririn: Ya, tentu saja demikian.

Ade: Mengingat NGORO BANGKIT #9 tahun ini menghadirkan dua band dari luar negeri, apa tantangan terbesar dalam mempersiapkan event tersebut, baik secara produksi maupun teknis?

Ririn: Ada banyak aspek yang harus dikoordinasikan, mulai dari komunikasi dengan pihak band, kebutuhan teknis dan rider, jadwal, transportasi, akomodasi, hingga kesiapan panggung dan tata suara. Semua itu harus disesuaikan dengan kebutuhan band-band lainnya serta kondisi di lokasi acara. Tantangan terbesarnya adalah memastikan semua berjalan secara terkoordinasi dengan sumber daya yang tersedia. Karena itu, kerja sama tim, komunikasi yang jelas menjadi sangat penting.

Ade: Berapa lama persiapan NGORO BANGKIT #9 hingga akhirnya bisa digelar?

Ririn: Persiapannya kurang lebih setahun.

Ade: Apa hal yang paling sulit sejauh ini yang harus dihadapi oleh rekan-rekan panitia?

Ririn: Keuangan.

Ade: Mengingat komunitas NMF berbasis di Ngoro, Jombang, mengapa rekan-rekan panitia memilih Halaman Parkir Cafe Tenda di Bawah Bintang, Kandangan, Kediri sebagai lokasi acara?

Ririn: Pemilihan venue telah mempertimbangkan sejumlah aspek, seperti aksesibilitas, kebutuhan ruang acara, kapasitas, serta kemungkinan untuk mendukung konsep NGORO BANGKIT #9.

Ade: Menurut Anda, bagaimana potensi Kediri sebagai salah satu titik penting bagi perkembangan event dan komunitas musik metal di Jawa Timur?

Ririn: Kediri merupakan salah satu skena metal yang besar di Jawa Timur.

Ade: Apa yang ingin Anda rasakan ketika ribuan metalhead berkumpul di NGORO BANGKIT #9 nanti?

Ririn: Semoga lancar. Itu saja!

Ade: Apa pesan Anda kepada para metalhead yang akan datang ke NGORO BANGKIT #9?

Ririn: Selamat bergembira, tapi harus menjaga sikap, perilaku, agar citra komunitas dinilai baik oleh masyarakat. 

Ade: Terakhir, apa yang ingin Anda sampaikan kepada seluruh metalhead Indonesia menjelang NGORO BANGKIT #9 “WORLDWIDE METAL INVASION”?

Ririn: Selamat menonton konser metal di perdesaan. 

Adhe Crusher

Penulis adalah vokalis Berantai, juga anchor di Night Distortion. Sentuh dia melalui instagram @adhe_crusher

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait