Setelah Berhala Runtuh, Tibalah di kehancuran absolut alam semesta
Intracerebral Hemorrhage (ICH) rilis single “Realm of A Dying Sun” pada 9 September 2026. Single ini merupakan sekuel dari album ICH sebelumnya yang bertajuk The Fall Of Idols (2019) yang membicarakan ‘Jatuhnya Berhala’ atau runtuhnya sang panutan yang berlanjut dengan tibanya masa kehancuran dunia beserta manusia yang ada di dalamnya seperti yang ditulis pada karya baru ICH “Realm of A Dying Sun”.
Karya ICH ini memuat narasi tentang kehancuran total alam semesta yang dinukil dari nubuat di dalam kitab-kitab suci. Faisal Aditya, vokalis Intracerebral Hemorrhage yang juga penulis lirik menyatakan bahwa ia menulis “Realm of A Dying Sun” berdasarkan perenungan transenden yang ia rasakan langsung di kehidupan sekarang yang semakin hari dunia tidak semakin menjadi lebih baik.
“Ya, sekarang itu masa pre-apocalyptic,” ungkap pria yang akrab disapa Contak itu.
Visualisasi konsep single digarap melalui tangan seniman bernama Muhammad Ravib (RIP). Penuturan Contak, artwork itu memperlihatkan situasi kiamat.
“Artwork itu mengandaikan sekaratnya matahari, dan manusia mengalami kepanikan yang luar biasa,” katanya.
Musik yang ICH buat ini masih berada dalam koridor yang sama dengan corak musik slamming yang yang menjadi khas band. Tentu saja, mereka menawarkan kebaruan bermusik dengan tools dan equipment yang lebih mutakhir. Yazid, drummer ICH menyebut bahwa karya mereka yang baru ini cukup dinamis.
“corak musik kami yang sekarang masih sama dengan konsep album The Fall Of Idols namun dengan penambahan element groove di dalamnya,” ujarnya.
Lagu ini dapat didengarkan di semua platform musik dan dapat diakses siapapun karena ICH ingin membagikan karya ini untuk pendengar yang sudah menunggu kabar dari Intracerebral Hemorrhage. Selain itu, versi fisik juga mereka rilis dengan bundling kaos.
Intracerebral Hemorrhage dan Konsistensi Bermusik

Band yang terbentuk di era invasi besar-besaran slamming death metal pasca 2010-an ini, konsisten merilis karya. Di antaranya tahun 2015 EP album Gangland Homicide, demo ROT (2018), album The Fall of Idols (2019), dan kini single “Realm of A Dying Sun” yang juga akan diproyeksikan juga menjadi judul album yang rencana rilis tahun depan di 2027.
Setelah prahara covid-19, mereka mulai memanaskan mesin kembali sejak tahun 2024 untuk menghasilkan “Realm of Dying A Sun” itu. Meskipun dengan kondisi yang terus berubah, seperti sebelum pandemi covid-19 semua personil masih tinggal di kota yang sama, yaitu Pasuruan, kini mereka berada di kota-kota yang berbeda. Sang gitaris, Guntur Aji tinggal di Jakarta, sang vokalis, Contak, tinggal di Pasuruan, dan Yazid si drummer tinggal di Surabaya.
“Kami bertiga berkomitmen sampai kapanpun band ini harus tetap hidup dan produktif, karena bukan hanya sekedar karya yang berbicara, namun relasi antar personil yang lebih penting. Kami juga yakin relasi akan membuat perkembangan dan jangkauan yang lebih jauh,” kata Yazid.
