Kolektifun: Menyalakan Bara Kreativitas Pasuruan

adhe 24 Februari 2026

Di tengah arus kebijakan yang kerap abai pada denyut komunitas dan minim keberpihakan pada ruang-ruang alternatif, Kolektifun hadir di Pasuruan sebagai bentuk perlawanan yang sunyi namun tegas.

Ia bukan demonstrasi di jalanan, melainkan pernyataan sikap melalui karya—bahwa seni tak bisa dibatasi oleh regulasi yang kaku atau visi pembangunan yang melupakan akar budaya. Ketika ruang ekspresi semakin menyempit, komunitas justru membuktikan bahwa solidaritas dan kemandirian adalah fondasi paling kokoh untuk menjaga api kreativitas tetap menyala.

Kolektifun hadir sebagai perayaan kreatif lintas komunitas yang merangkum teater, musik, dan puisi dalam satu ruang kebersamaan yang hangat dan progresif. Diselenggarakan pada 14–15 Februari 2026 di Kanca Co n Space, Jl. Patimura (depan Perumahan Bugul Permai), Kota Pasuruan, acara ini menjadi simpul temu bagi para seniman, kolektif, dan publik yang merindukan ruang ekspresi inklusif.

Tiket masuk Rp20.000 (free snack) berlaku dua hari. Kolektifun membuktikan bahwa akses terhadap seni dapat tetap terjangkau tanpa kehilangan kualitas dan marwah artistiknya.

Diprakarsai oleh Surup.co, Metallagi.com, Seputar Pasuruan, dan Kanca Co n Space. Kolektifun menjadi manifestasi nyata dari upaya merawat ekosistem seni lokal. Kolaborasi ini tidak sekadar menghadirkan pertunjukan, tetapi juga membangun jembatan solidaritas antar komunitas. Di sinilah ide, karya, dan gerakan mandiri bertemu untuk membentuk lanskap kreatif yang tumbuh dari akar kota santri.

Dari Pertunjukan Ke Pertunjukan

pasuruan
Madame Whimpsy saat tampil. Sumber: Zaka Muchamad.

Hari pertama dibuka dengan spektrum pertunjukan yang beragam: Mirza Artistic memikat lewat fashion show yang berani dan ekspresif. Shobari menghadirkan perform arts yang kontemplatif. Ucok membacakan puisi dengan daya getar personal. Teater Sarekat dan Teater Simpang menampilkan pertunjukan yang reflektif. Dan Formasi Music Community menyatukan energi musikal yang dinamis. Atmosfer ruang dipenuhi dialog estetika antara tubuh, bunyi, dan kata yang saling menguatkan dalam satu narasi kebersamaan.

Memasuki hari kedua, intensitas artistik semakin terasa. Rahang Baja meramu musik puisi sebagai pesan yang tersirat. Betershon menghidupkan semangat pop punk yang riuh namun intim. Ipoel Dagama membawakan monolog dengan penghayatan mendalam dan kritis, sementara kolaborasi Madame Whimpsy dan Dj Mohet menghadirkan dub reggae yang menghanyutkan dan meleburkan suasana yang tegang menjadil rileks. Setiap penampil memperkaya spektrum rasa, menjadikan Kolektifun bukan hanya tontonan, tetapi juga pengalaman batin yang membekas.

Turut Andil Lapak Kreatif

Teater Sarekat dan Teater Simpang. Sumber: Zaka Muchamad.

Tak kalah penting, lapak kreatif menjadi denyut lain dari perayaan ini. 2.5 Dimensi, Ja’far Craft, Artdias, Jinontro Miniatur, Batik Cantik Soeropati, dan Mirza Artistic menghadirkan karya-karya yang merepresentasikan keberanian eksplorasi serta kemandirian produksi.

Lapak kolektif ini menjadi ruang temu antara kreator dan apresiator, tempat transaksi bukan hanya terjadi secara ekonomi, tetapi juga secara gagasan dan jejaring.

Terselenggaranya Kolektifun tak lepas dari dukungan penuh dari berbagai pihak sponsor diantaranya: SR Group, Gajah Baru, StreetWar, Cleo, dan SHS Meubel. Sementara Forum Masyarakat Musisi, Sarekat Teater Pasuruan, Teater Manunggal, Jinontro Miniatur, Raifa (lighting & visual), serta Intan Production (event & wedding organizer) turut memperkuat fondasi teknis dan solidaritas.

Kolektifun bukan sekadar agenda dua hari, melainkan penegasan bahwa ketika komunitas bergerak bersama, seni menjelma menjadi bahasa persatuan dan merayakan keberagaman kreativitas lokal dengan elegan, inklusif, dan penuh daya hidup.

Adhe Crusher

Penulis adalah vokalis Berantai, juga anchor di Night Distortion. Sentuh dia melalui instagram @adhe_crusher

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait