Sebagai manusia yang berakal sehat kita tetap harus bisa menerima kenyataan dan bertahan hidup. Kalimat tersebut merupakan gambaran tentang makna di dalam lirik lagu “Tumbal” milik Colder.
Iri dan dengki merupakan respon emosional yang muncul dari sifat natural manusia, juga terdapat beberapa faktor yang menjadi pemicu sehingga dapat menimbulkan perasaan tidak senang terhadap kenikmatan atau keberuntungan yang dimiliki orang lain.
Colder merupakan Trio hardcore metal asal Denpasar, Bali yang baru baru ini merilis single kedua bertajuk “Tumbal”. Single tersebut dikemas berbentuk video klip pada 2 Oktober kemarin melalui akun Instagramnya.
Band yang beranggotakan Gilang (vokal), Yudi (gitar I) dan Kariasa (guitar II) dan Krisna (drum additional) dari band Tune Bridge ingin meluapkan sisi emosional yang lebih powerful dengan menggunakan tune yang lebih low dan lirik yang lantang serta penuh kebencian.
Nama Colder diambil dari kata cold yang berarti dingin yang mempunyai makna positif mampu mendinginkan perasaan seseorang yang mendengarkan lagu-lagunya.
Colder telah resmi mengumumkan debut single mereka pada bulan September lalu yang berjudul “Angkara”, melalui debut ini Colder ingin menunjukan betapa keras dan dinginnya mereka kepada para penikmat musik underground khususnya di Bali bahkan Nasional.
Lagu “Tumbal” mempunyai makna tentang bagaimana kita bertahan hidup dari ancaman seseorang yang menyakiti kita dari ilmu tak kasat mata (ghaib), adapun point yang dapat disimpulkan bawasannya kita sebagai manusia harus terus berjuang dan tetap bertahan hidup dan pantang menyerah meskipun tengah disakiti oleh seseorang yang iri dan dengki kepada kita.
Credit:
Furious Bali Presents “Tumbal” by Colder
• Directed & Editor: Gilang Wiryawan
• Production Assistant: Gvsde Kresnayana
• Supported: Furious Bali
• Music by Kariasa | Yudi | Krisna
• Lyrics by Gilang Wiryawan
• Recorded at Pizza Records
• Mixed & Mastered by Bayu Pramasatya
Lirik Colder “Tumbal”
Muntahkan racun yang tertelan dalam
Memberontak hancurkan jiwa yang berdosa
Terkhianati kau anggap suci
Dengan semua yang telah engkau beri
Bayang yang telah tenggelam
Menyambut ajal
Dalam sesak melawan rasa
Sakit yang menusuk jiwa
Tergores luka yang tak terlihat
Raga ku kan bertahan
Dalam sesak melawan rasa
Sakit yang menusuk jiwa
Percaya karma akan menjawab
Kau kan kuhancurkan
Hancurkan Setan
Kan kuhancurkan Setan
Kau kan kuhancurkan

