Deserter Menyebarkan Album Debutnya Via NSE Label Amerika

tacul 20 Juli 2024

Disfigured Revelation dari Deserter menjanjikan menjadi rilisan penting di kancah brutal death metal, mengukuhkan tempat mereka di antara elite genre ini. Bersiaplah untuk serangan raw brutal tanpa filter yang datang pada tahun 2024.

Band brutal death metal elit Kediri, Deserter telah merilis album debut mereka yang sangat dinanti pada 2024. Dirilis pada 11 Juli 2024 ini dengan tajuk Disfigured Revelation melalui label rekaman asal Amerika Serikat New Standard Elite (NSE). Setelah demo mereka pada tahun 2022, rilisan ini menjanjikan visceral auditory experience dan akan menampilkan evolusi band dan dedikasi tanpa henti mereka terhadap genre ini.

Disfigured Revelation akan tersedia dalam dua versi berbeda, edisi NSE dan versi eksklusif band Indonesia. Setiap versi akan menampilkan layout, CD cover, dan merchandise yang unik, dengan edisi Indonesia menawarkan poster A3 gratis selama fase pre-order. Saat ini versi NSE telah keluar, dan untuk versi eksklusif band Indonesia ini akan rilis pada 6 Agustus mendatang.

Dengan line up Ardian sebagai vokalis, Josh Elm sebagai gitaris Bima Anggara sebagai gitaris dan Humam sebagai Drummer, 9 trek brutal mereka melambangkan pengungkapan mendalam tentang realita keras, dan mencerminkan gaya musik brutal dan tanpa kompromi dari band ini. Sangat epik karya seni mereka ini, art yang dibuat oleh GorgingSuicide Art, sangat melengkapi tema intens dan powerfull sound di album ini.

Angkat Tema Tentang Pembelot dan Agama

Deserter
Sampul album Disfigured Revelation. Sumber: Deserter.

Deserter menyajikan dan mewujudkan konsep seorang “pembelot” yang dengan kesadaran penuh rela meninggalkan segalanya, bahkan yang dianggap sebagai penguasa tertinggi. Tema mereka ini mengeksplorasi sanksi, nubuat, mukjizat, dan superioritas yang dianggap dari Nabi atau Tuhan.

Semua melalui lensa kekejaman, penyiksaan yang sering terjadi yang mengatasnamakan agama. Mereka juga berusaha menenun perspektif ini ke dalam lirik Deserter beberapa mengambil inspirasi gore dari novel The Walk Path karya Feracrus.

Kami mewawancarai sang gitaris, Bima. Baginya album ini adalah hal terumit yang pernah iakerjakan.

“Bangunan riff yang tidak terduga sangat menguras isi kepala, ditambah ketukan ¾ yang kurang familiar untuk feel pembuatan riff sungguh menantang. Namun, saya dan band melakukanya dan ini patut untuk kalian dengarkan walau sekedar untuk referensi,” katanya.

“Walaupun proses untuk membuatnya membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi saya pribadi sangat puas dengan apa yang sudah saya curahkan kedalamnya. Tentu juga dalam album ini tidak sekedar musik, karena kita mengambil tema lirik blasphemy di mana ini cukup sulit untuk dikombinasikan dengan brutal death, apapun itu saya harap metalheads diseluruh dunia menyukai apa yang telah kita lakukan,” ungkap Bima.

Album ini dibuat dengan penuh tahapan, dengan rekaman drum di Volcanic Studio dan gitar, bass, serta vokal di Calamity Streak Recordings. Mixing dan mastering diselesaikan di Texas SickLab Studio, memastikan top-tier production quality. Logo khas band ini direvamp oleh Blood Logos dan Grinfinite, dan seni font title album dibuat oleh Rio Oscaryzm Art. Layout dan video promosi diproduksi oleh Stormfire Productions.

Disfigured Revelation menjanjikan menjadi rilisan penting di kancah brutal death metal, mengukuhkan tempat mereka di antara elite genre ini. Bersiaplah untuk serangan raw brutal tanpa filter yang datang pada tahun 2024. NSE adalah label premier yang didedikasikan untuk mempromosikan forms paling intens dan tanpa kompromi dari brutal death metal. Dengan daftar beberapa aksi paling ekstrem dari genre ini, NSE terus mendorong batas-batas musik brutal.

Jhon Tacul

Penulis adalah vocalis band Vomiting Intestine. Sapa dia di instagram @aldi.johntacul

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait