Suarakan Palestina RDG Rilis ‘Air Mata Tanah Syuhada’

Imam Muharis 14 Juni 2024

Bisa dibilang, komposisi musik mereka adalah musik rap yang penuh distorsi dan juga hiasan vokal rap penuh amarah yang sangat khas.

Metallagi.com – Setelah sekian lama, setelah menunggu beberapa bulan, akhirnya saya mendapatkan lagi berita bagus tentang salah satu projekan musik Kotamobagu, Sulawesi Utara yang merilis single pertamanya.
Tepat minggu lalu, salah seorang teman saya yang juga pelaku skena permusikan bawah tanah Kota Kotamobagu, menyapa saya via chat, memberikan kabar, bahwa projekan terbarunya sudah merilis single pertamanya di chanal Youtube musiknya.

Dia adalah Buyung Mamonto, seorang pelaku di skena permusikan bawah tanah Kota Kotamobagu, vokalis dari band hardcore bernama Dilarang Berisik. Namun, pada kesempatan kali ini, saya belum akan membahas kegaharan Buyung dan kawan-kawan bersama Dilarang Berisik.

Kali ini, saya dengan penuh rasa hormat dan bangga berkesempatan menuliskan tentang sebuah single perdana dari projek musik rap dengan nuansa hardcore dari Buyung Mamonto dan beberapa kawannya, yang mereka beri nama RDG. Tanpa panjang lebar, berikut ini saya akan merangkum tentang single terbaru dari RDG yang bertajuk Air Mata Tanah Syuhada, juga akan sedikit membahas tentang profil RDG.

Tentang RDG

RDG resmi terbentuk pada akhir lebaran tahun 2024. Namun, Buyung sedikit lupa dengan kapan tanggal pasti mereka terbentuk. RDG beranggotakan 3 orang, yaitu Byung (rap vokal), Indrakula (gitar), dan Indrugz (rap vokal). Memilih nama RDG karena RDG bisa diartikan dengan Rumah Dinas Guru, yang merupakan tempat ngumpul mereka ketika membahas projekan ini, atau juga bisa mereka artikan sebagai Rap Distorsi Grow, yang terinpirasi dari nama tempat mereka memproduksi single “Air Mata Tanah Syuhada”.

Secara garis besar, musik yang dibawakan oleh RDG adalah musik rap yang digabungkan dengan unsur-unsur hardcore. Bisa dibilang, komposisi musik mereka adalah musik rap yang penuh distorsi dan juga hiasan vokal rap penuh amarah yang sangat khas. Sehingga bagi para pecinta musik hardcore era gelombang awal yang penuh influence hiphop atau para pendengar dari Morgue Vanguard, Maderodog, hingga Eye Feel Six. RDG ini sangatlah direkomendasikan.

Tentang Single Air Mata Tanah Syuhada

Dari judulnya sendiri, kita sudah bisa menebak atau menerka-nerka, ke mana arah lirik yang akan dibawakan oleh RDG pada lagu Air Mata Tanah Syuhada. RDG, pada single “Air Mata Tanah Syuhada” merepresentasikan amarah mereka akan genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina.

Cover art single ini sendiri menjelaskan protes yang sangat keras kepada dunia terhadap genosida yang terjadi kepada Palestina. Digambarkan lewat senyuman anak kecil yang tertutup matanya dengan kain, namun dibalik senyum anak tersebut ada air mata darah. Sungguh representasi tentang kebebasan yang sudah terenggut akibat kebengisan perang.

Dari musiknya sendiri, seperti yang sudah saya paparkan di atas, dari awal musik kita akan disuguhkan dengan beat dan distorsi yang sudah bisa membuat kita tahu bahwa lagu ini adalah lagu yang penuh pesan amarah. Ditambah dengan vokal dari Byung yang powerfull, penuh amarah namun tetap berima, sehingga kita yang mendengarkan seakan dibawa hanyut dengan single ini. Sampai di part akhir, Indrugz menyambung vokal, unsur rap ala rapper tahun 90-an sangat kental terasa di part ini.

Untuk lirik yang mereka suguhkan sendiri seakan membawa kita berada dalam perang dan ikut merasakan penderitaan dari saudara di Palestina. Selain menggambarkan betapa korban perang itu sangatlah tersiksa dan butuh kebebasan. Selain penggambaran itu, liriknya juga berisi doa untuk para korban genosida di Palestina.

Overall, Byung, Indrakula dan Indrugz berhasil menyuarakan semangat perlawanan, amarah penuh tuntutan kebebasan, dan propaganda bahwa Palestina layak merdeka, layak berbahagia dan hidup damai seperti kita pada umumnya.

Itulah dia sedikit ulasan dari saya tentang single pertama projek musik RDG dari Kotamobagu berjudul Air Mata Tanah Syuhada. Air Mata Tanah Syuhada sendiri sudah bisa kita dengarkan lewat beberapa layanan streaming lagu seperti Spotify dan juga Youtube Music.

Untuk yang ingin lebih kenal dan juga bekerja sama dengan RDG silahkan follow instagram RDG.

Imam Muharis

Seorang pengelana yang menapaki jalan spiritual dalam dunia musik, khususnya musik yang kelam dan gelap. Sapa di facebook Imam Muharis Kastoredjo

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait