Lagu Baru Remissa Kritik Situasi Kampanye Politik

ugik 13 Februari 2024

Lagu baru Remissa merespon kondisi politik di Indonesia yang carut-marut

Khas dengan komposisi grunge-nya yang unik, Remissa band asal Malang baru-baru ini merilis lagu berjudul “Document From Massa Rakyat” pada waktu yang tepat di saat musim kampanye pada Jumat lalu (9 Februari 2024).

Lagu itu adalah bentuk keresahan mereka pada situasi politik di Indonesia yang menjengahkan. Sang basis,  Baron, mengatakan bahwa politisi-politisi berkampanye dengan monoton untuk berebut kekuasaan di parlemen.

“Sedangkan kami sebagai rakyat dipaksa menikmati polusi mata karena baliho, peraturan-peraturan yang dipaksakan, distorsi berita karena semua media hanya diisi oleh perhelatan politik praktis. Ini benar-benar menceritakan tentang suasana yang gak asik,” katanya.

Baginya, politik di Indonesia bobrok. Komplit, mulai dari para aktornya hingga sistemnya. Banyak buzzer di sosial media meluncur bebas seakan dibiarkan oleh para politisinya untuk bermain politik identitas tanpa memperhatikan substansi dari tugasnya nanti di parlemen.

Remissa
Artwork Remissa

“Kemarin ada website yang menampilkan mantan napi korupsi yang nyaleg lagi di masa 2024. Mereka seolah-olah acuh kalau mereka itu k****l tapi pede banget nyaleg lagi,” kata Baron yang kesal.

Lagu, disusun oleh Rizky Muhammad, yakni sang vokalis sekaligus gitaris. Lagu ditulis karena relevan dengan isu yang dirasakan langsung oleh semua warga Indonesia.

“Prosesnya terbilang cepat, karena kami memiliki banyak bank lagu, jadi tinggal pilih saja sekiranya mana yang cocok, jadi bisa dibilang lagu ini sangat reaksioner, karena cukup cepat jadinya,” kata Rizky Muhammad.

Untuk diketahui, band yang terbentuk tahun 2014 ini diperkuat oleh tiga orang personil yakni Rizky Muhammad (gitar dan vokal), Baron wisnumurti (Bas dan vocal), dan Rufa Hidayat (drum). Sebelumnya mereka juga merilis lagu berjudul “Dendang Zaman” pada 18 Januari lalu berkolaborasi dengan Markkki. Dengan tema yang sama, mereka berbicara soal kritik politik dan penindasan-penindasan yang dilakukan oleh negara.

Lagu-lagu mereka telah tersedia di berbagai platform streaming. Mulai dari Apple Music, Spotify, Deezer, Joox, Resso, hingga Youtube.

Ugik Endarto

Penulis adalah pegiat di Akar Zine dan Perpustakaan Jalanan Wahana Baca. Sapa dia di instagram @ambivalensii

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait