Musisi Blues Made Mawut Sentil Kenaikan BBM di Lagu “Krisis Subsidi”

ugik 5 September 2022
Made Mawut
Made Mawut. Sumber gambar: pophariini.com

Musisi blues asal Bali, Made Mawut sentil fenomena kenaikan BBM lewat lagu dengan judul “Krisis Subsidi”. Lagu itu direkam dalam dua versi. Versi pertama rilis tahun 2013, sedangkan versi dua dirilis dalam album “Blues Krisis” yang rilis tahun 2014.

Krisis Subsidi ia ciptakan 9 tahun lalu, merespon kenaikan BBM di zaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Meskipun begitu, lagu itu masih relevan untuk didengarkan sekarang di era Jokowi.

Dalam wawancara dengan Metallagi.com (5/9), Made Mawut mengatakan bahwa lagu itu untuk mengkritik kebijakan subsidi BBM yang ambigu.

“Berlatarbelakang di akhir rezim SBY. Kalo ga salah inget, subsidi BBM dihapus, katanya karena tidak tepat sasaran. Yang menikmati justru yang kaya. Diganti Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang entah untuk siapa juga,” kata Made Mawut.

Kini skema yang hampir sama, dilakukan di rezim Jokowi. Menaikkan harga BBM, di sisi lain menggelontorkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM yang terkesan sebagai “uang tutup mulut”.

Made Mawut memandang bahwa program-program kesejahteraan yang dicanangkan pemerintah hanya omongan belaka.

“Kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan masih sebatas dalam pidato-pidato aja. Pertahanan dan Keamanan? Ya paling-paling demi melindungi harta kekayaan dan bisnis para penguasa pengusaha. Mari langgengkan pembodohan! hehe,” ucap Made Mawut.

Made Mawut
Cover album “Blues Krisis”

Dalam lagu-lagunya, Made Mawut banyak memaparkan fenomena sosial-politik. Keresahan-keresahan atas apa yang terjadi di negeri ini, ia salurkan melalui lagu.

“Ya, bagian dari curhat aja atas situasi yang terjadi akibat mental korup para pejabat,” Made Mawut menambahkan.

Perihal BBM, untuk diketahui berbagai jenisnya mengalami kelonjakan harga (3/9). Salah satunya yakni pertalite, yang awalnya Rp.7.600 menjadi Rp.10.000. Selama Jokowi menjadi presiden, tercatat telah menaikan harga BBM sebanyak 7 kali. Kali ini, adalah kenaikan yang paling tinggi. Ia menyebutkan bahwa kenaikan harga dikarenakan membengkaknya anggaran subsidi dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun.

Lirik Lagu Krisis Subsidi oleh Made Mawut (versi 1)

“Subsidi dikebiri dengan BLSM diganti

Tapi kebutuhan lain harganya makin tinggi

Kata berita salah sasaran

Namun terlihat tiadanya aturan

Semakin banyak jumlah kendaraan

Penyelewengan BUMN

Campur tangan makelar BBM

Mark up anggaran kikis dana BBM

Hukum pun terbeli dari begundal

Dalam acara bual-membual

Lagi-lagi kami jadi tumbal

Melindungi dan mensejahterakan apakah dilakukan

Ataukah ini mungkin bentuk dari kegagalan”

Ugik Endarto

Penulis adalah pegiat di Akar Zine dan Perpustakaan Jalanan Wahana Baca. Sapa dia di instagram @ambivalensii

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait