Satu lagi pegiat logam hitam di Indonesia Timur menampakan diri, dan tidak tanggung-tanggung, sekali mengudara di jagat maya, ALFADANZK sudah mengeluarkan full album di bulan Juni kemarin.
Memang, kita sukar menemukan proyek-proyek musik black metal di Indonesia Timur, namun saya mengalami sendiri ketika menemukan mereka adalah sama dengan menemukan artefak baru di tengah hiruk pikuk gerakan black metal Indonesia yang terpusat di pulau Jawa.
Beberapa waktu lalu redaksi Metallagi juga sempat berbincang bersama band black metal KEMENYAN dari Makassar. Dan kali ini dengan ALFADANZK, siapa sebenarnya dibalik ALFADANZK ini? Black metal seperti apa yang mereka tawarkan? Kapan mereka mulai menampakan diri dari belantara pulau Sulawesi yang sepi dan sunyi akan gemuruh musik sejenis?
Ini merupakan project one-man band yang bila dicermati sangat terpengaruh dengan gerakan black metal norwegia gelombang kedua, dan corak paling mencolok dalam influence musik ALFADANZK menurut hemat saya, sebut saja Darkthrone dan Burzum.
Saya beberapa kali mendengar single “From Chaos” yang dikirim langsung linknya oleh mastermind project musik ini, dan terkejut. Mengapa saya baru mengetahui bahwa band ini eksis? Dari segi sound dan produksi, band ini patut diperhitungkan.
Menurut pelakunya sendiri, beliau terinspirasi dari sebut saja Burzum, Darkspace, Lost In Forest, dan For The Storm. Dan konsep musik mereka adalah ambient-atmospheric black metal. Tentu saja mengacu pada nama-nama pentolan black metal di atas.

Billy Sang Lonewolf
Adalah Billy, seorang lonewolf yang memprakarsai project ambient-atmospheric ini, ia tidak berangkat dari komunitas apapun karena di kotanya sendiri, Palu, hampir tidak ada komunitas black metal bawah tanah. Sekalipun begitu ia tidak mengurungkan niat untuk bereksperimentasi dengan musik-musik gelap. Baginya, black metal adalah musik yang unik, bentuk perlawanan terhadap realitas.
Sedangkan Billy memilih musik ambient-atmospheric karena memang ingin membangun suasana yang tipikal bagi pendengar musik gelap, imaji dunia yang dipenuhi sisi gelap, kekosongan, kehampaan, dan kesunyian.
Nama dari ALFADANZK sendiri diambil dari salah satu lagu Burzum, arti kata alfa adalah awal dan ia menambahkan huruf Z yang punya makna ‘omega’ yang berarti akhir. Tentu saja ia tidak terinspirasi oleh konsep ketuhanan apapun karena menurutnya, ia akan tetap membiarkan ALFADANZK netral dalam perihal imej dan konsep bermusik karena menurutnya black metal dan relijiusitas adalah dua ranah yang berbeda dan bahkan bisa menimbulkan paradoks bila dipaksakan.
Dengan dipermudahnya para musisi karena munculnya banyak plattform distribusi musik, ALFADANZK juga memanfaatkan teknologi dan informasi internet sebagai medianya sendiri untuk mendistribusikan karya-karyanya. Ia mengaku bahwa ia sepenuhnya sendirian dalam membuat lagu, mempromosikan project-nya, dan mendistribusikannya secara virtual.

Di album perdana nya ‘Disclosure in Mirror’, ALFADANZK menawarkan 11 trek bernuansa ambient-atmospheric black metal yang cukup gelap, dengan suguhan mid-tempo, gebukan drum yang thrashy, dan alunan riff gitar power-chord dengan distorsi menyayat. Menurut saya, musik ALFADANZK tentu saja bisa dinikmati pecinta music-musik suasana ambient, thrash metal, punk, dan black metal, karena sang mastermind memasukan unsur yang beragam di atas dalam kombinasi lagu-lagunya.
https://youtu.be/-tvFyH1FAMo

2 pemikiran pada “Alfadanzk, Project Ambient-Atmospheric Black Metal dari Belantara Sulawesi Tengah”