Yaya Helvete dan Visinya terhadap Musik Logam Hitam

Yaya Helvete
Yaya Helvete

Kali ini redaksi Metallagi Media berkesempatan berbincang dengan Yaya Helvete, beliau merupakan penabuh drum dibalik Neurotic of Gods, Spellforger, dan project black metal terbarunya, Arkaneian.

Project-project terbaru beliau sangat disoroti karena memang secara konsep penuh dengan gebrakan baru dari segi sound dan aransemen musiknya. Karena secara tidak langsung, gebrakan itu punya pengaruh yang signifikan bagi kualitas dan tolok ukur bagi musik logam hitam nusantara di masa depan. Seperti apa visi kang Yaya sebagai pelaku skena logam hitam nusantara?

Kami Berbincang dengan Yaya Helvete

Q: Kami menikmati sekali musik Spellforger, unsur old school-nya sangat-sangat kental terutama lick gitarnya…beritahu apa saja influence Spellforger?

A: Spellforger banyak sekali terpengaruh band black-thrash era 2000an seperti Nekromantheon, Deathhammer, dan tentu saja beberapa lick gitar tak lepas dari pengaruh The mighty Slayer.

Q: Secara teknis, apa saja kiat-kiat Spellforger dalam meramu musik agar sound-nya sebagus ini?

A: Tak lepas dari tangan sound engineer sekaligus gitaris kami di Neurotic of Gods, kami bekerja sama dalam segi apapun untuk menghasilkan sound sangat kasar dan kotor sesuai yang kami inginkan, yaitu untuk mengingatkan kembali ke era di mana thrash metal masih kental dengan elemen kegelapan, dan menjadi barometer lahirnya first wave of black metal pada tahun 80-an.

Q: Apa yang biasanya disampaikan melalui musik? Adakah pijakan filosofis tertentu?

A: Yup, musik bagi kami adalah sebagai jembatan untuk mengekpresikan diri dari segala bentuk kepenatan, tetapi bagi kami musik bukanlah suatu hobi yang bisa datang dan pergi sesaat ketika sudah tidak menjadi sesuatu yang kami inginkan.

Perlu diingat, bahwa kami (Spellforger) tidak mencampurkan ideologi apapun ke dalam musik kami, semua ini hanyalah imanjinasi liar kami yang dituangkan berupa lirik dan aransemen musik yang kami ingin mainkan.

Spellforger
Spellforger

Q: Di studio mana Upholders of Evil direkam? Apa saja kendala teknisnya (bila ada)?

A: Upholders of Evil direkam di Yeah Studio. Dan proses recording dilakukan ketika awal pandemi, saat itu semua orang tidak boleh keluar dan dibatasi dalam pergerakan karena memang situasi yang sangat sulit. Selain itu, studio tempat kami melakukan recording cukup jauh dari tempat kami tinggal.

Secara teknis, kendala yang kami dapatkan hanyalah equipment seadanya karena persiapan yang sangat begitu mendadak bagi kami, membuat materi seperti menyuguhkan sesuatu yang fresh dan tidak mau menunda-nunda hal tersebut. Ideologi kami hanya menyampaikan metal tanpa basi-basi, murni, anti poser, dan melawan berbagai macam invasi trend di scene metal itu sendiri.

Q: Apa saja faktor yang mempengaruhi peran sound engineer dalam mixing mastering musik anda? Apa saran agar peramu musik anda bekerja sesuai ekspektasi? Apakah diperdengarkan band tertentu/album tertentu?

A: Sedikit atau banyak peran sound engineer sangat berpengaruh sekali dalam sebuah band, kami bisa menyebut nya orang yang paling berjasa. Di balik semua itu, banyak hal untuk dikerjakan sesuai ekspektasi dan diperlukan waktu maupun biaya yang sangat besar. Tak lepas dari itu peran penting, bahan referensilah yang sangat dominan dalam sebuah band, band tumbuh berkembang seperti sebuah kehidupan, jika saja kita mengabaikannya, nampak jelas semuanya akan terlihat menonton dengan segala bentuk upaya karna bermain musik bagi kami adalah seperti mata rantai yang tak pernah putus satu sama lain sangat berkaitan erat.

Q: Untuk Arkaneian, apa latar belakang terbentuknya band tersebut? Dan ke mana arah musikalitasnya berjalan selama proses pembentukan?

A: Arkaneian di bentuk setelah kami lepas dari band Ashtarothum tepatnya setahun yang lalu. Arkaneian saat ini mengambil konsep melodik/ doom metal dengan segala sentuhan tema yang  diangkat tentang kegelisahan nan suram menumpahkan spritual kegelapan dalam balutan melankolis cenderung lebih menyakitkan dan dingin, membawa segalanya ke perbatasan suasana alam bawah sadar kita, gelap serta kutukan.

Arkaneian
Arkaneian

Q: Apakah imej itu sangat penting buat anda? Banyak orang mendalami peran karena alter-ego mereka yang keluar, namun banyak juga yang berpura-pura menjadi orang lain, bagaimana pendapat anda?

A: Membangun sebuah imej, terbentuk manakala sebuah band memperlihatkan taringnya masing-masing tetapi bagi saya sendiri skala prioritas semuanya akan tetap membumi, semuanya akan hancur bila ego muncul ke permukaan semua tidak menjadi sesuai harapan star syndrom yang seringkali dijumpai di setiap jaman. berprinsip lebih penting dan mempunyai karakter dari pada menjadi orang lain karena kita tidak tahu waktu yang akan datang akan seperti apa.

Q: Bisa dibocorkan tidak kapan debut album Arkeanian selesai?

A: Kami saat ini masi bekerja menyelesaikan materi berjalan sampai proses rekaman harapan kami di tahun ini bisa selesai semoga saja.

Q: Di era deflasi digital ini, banyak band independen yang bertahan justru dari penjualan merchandise karena faktanya ditahun 2020, 70-an persen musik di spotify lebih banyak di-streaming ketimbang dibeli secara fisik/digital, bagaimana tanggapan anda khususnya dalam kasus band/project anda?

A: Bagi kami semua band mempunya trik sendiri untuk bertahan, band saat ini belum menjadi sesuatu yang sangat penting karena banyak faktor dan pandangan yang berbeda juga tentunya karena minatnya rilisan fisik yang dianggap tidak terlalu mendominasi pelaku secara personal justru orang berpikir mencari solusi dengan biaya yang sangat murah dan praktis dan lebih memilih media streaming saya sendiri lebih cenderung mensuport rilisan fisik karena itu adalah bukti nyata.

Spellforger
Spellforger

Q: Apa yang membuat seorang Kang Yaya masih semangat dalam bermusik? Apa arti musik (metal) bagi anda pribadi?

A: Bagi saya pribadi semangat mesti selalu dijaga meskipun banyak sekali kendala, semua tergantung keseriusan niat dan fokus, musik adalah bagian dari kehidupan. Jangan sesekali mengatakan bahwa bermain musik adalah sebuah hobi semua ada konsekuensinya dan semua adalah pilihan. Bermain musik metal banyak sekali pengaruh yang berdampak membuat segalanya nampak menjadi bergairah semangat dalam menjalani kehidupan yang keras ini!!! Keras dalam berpikir semangat dalam menjalani hidup.

Q: Apa hal yang menjadi sorotan yang membuat kang yaya concern kepada skena black metal Indonesia?

A: Saya tidak bisa ber-statement lebih banyak, banyak sekali band black metal di nusantara ini yang cukup berpotensi dan cukup bagus. ada juga yang berproses bila semua bisa melebur dan saling mengisi itu yang akan menjadikan skena black metal menjadi besar, sayangnya semua terhalang dinding ego yang sangat besar.

Q: Apa pesan terakhir kang yaya kepada pembaca dan para penikmat musik metal?

A: Saya berharap semua skena musik metal di Indonesia bisa melebur di kancah dunia dengan potensi yang sangat besar yang dimiliki para band-band yang ada di Nusantara ini, kemungkinan terbesar adalah memperbanyak link, serta membangun jejaring yang lebih luas supaya bisa mendapatkan tempat, setarai di kancah dunia.

Salam hormat.

 

Tinggalkan Komentar ...

Baca Juga

Malvi “Soul of Slamming” Drummer Perempuan Mendobrak Maskulinitas Death Metal

Selama ini musik death metal selalu lekat dengan stereotip maskulin. Artinya, death metal hanya dianggap cocok bagi para pria untuk mengaktualisasikan diri sebagai pria sejati. Sering kita jumpai celetukan bahwa para metalhead anti ‘musik cengeng’. Sehingga persepsi umum yang terbentuk adalah penikmat death metal lebih cocok dengan laki-laki. Namun stereotip itu haruslah dihapus, karena emang […]

Boleh Putar Pasuruan Resik, tapi Karya Musisi Lokal juga dong!

Sejak awal bulan bulan Juni hingga tulisan ini dibuat (21/06/22), lagu “Pasuruan Resik” yang diinisiasi pemerintah sering diputar di berbagai perempatan di Kota Pasuruan. Bukan tanpa alasan, mengutip siaran pers dari laman resmi Dinas Kominfo Kota Pasuruan, tujuannya adalah untuk memeriahkan gelaran MTQ ke-XXX di Kota Pasuruan. Selain itu juga keinginannya sang Walikota, Gus Ipul, lagu […]