
Era musik glam dan hard rock memang sudah tidak se-marak tahun 80/90-an. Namun kita masih bisa menemukan regenerasi baru dari jenis musik yang masih melegenda itu di jaman sekarang karena keterbatasan informasi sudah bukan lagi menjadi problem kita.
Orang bebas memilih jenis musik apapun yang merefleksikan dirinya. Beberapa musisi yang bertumbuh di tahun-tahun keemasan musik hard rock pun masih menunjukan eksistensi mereka.
Tentu saja istilah hard rock mencakup banyak jenis musik, namun yang pasti adalah musik ini secara umum mewarisi tradisi kritis, musik rock telah dikaitkan dengan aktivisme politik serta perubahan sikap sosial.
Sering pula dilihat sebagai ekspresi pemberontakan pemuda terhadap konsumerisme dan konformitas orang dewasa tradisional. Namun pada saat yang sama, musik rock juga sangat sukses secara komersial, sehingga mendapat tuduhan para elitis sebagai musik yang “selling out“.
But who cares? Saya sendiripun masih mendengarkan band-band seperti Skidrow, Kiss, Guns n Roses, Poison, atau Warrant. Lagu-lagu mereka sering mengiring suasana tongkrongan saking everlasting-nya tembang-tembang mereka, lagipula ini adalah masalah sense karena eksplorasi musik tidak seharusnya terbatas.
MR.82 Kelompok Musik Rock dari Manado
Menonton pertunjukan band rock lokal yang konsisten dengan subgenre ini, yang terbesit dibenak adalah salah satu band bernama MR.82. ini merupakan band yang lumayan lama malang-melintang di panggung-panggung lokal kota Manado.
Senang bisa bernostalgia bersama mereka dengan tembang-tembang lawas band-band glam/hard rock yang sering mereka bawakan. MR.82 terbentuk ditahun 2012, sebut Fendy Gilby, pentolan sekaligus salah satu pencetus awal MR.82.
“Awalnya hanya iseng-iseng jamming saja sampai akhirnya kami memutuskan untuk membentuk band dengan genre yg kami pilih (lebih tepatnya) sih kami sebut hard rock karena saking ngefans juga sama band-band yang eksis di tahun 80,90, maka dari itu kami menamakan band kami MR.82..untuk angka 82 terinspirasi langsung dari band rock tanah air yaitu Edane dengan singelnya “rock in 82” di lagu itu sang maestro Eet Syahranie menceritakan kenangan rock n roll-nya di tahun-tahun 80,s memang secara teknis kami tidak pernah mengalami pengalaman yang sama karena kami belum lahir di tahun itu, tetapi musik hard rock banyak menginspirasi kami secara personal dari segi bagaimana kami mengekspresikan diri melalui musik,” terang Fendy Gilby.
MR.82 terpengaruh dari band-band seperti Guns N’ Roses, ACDC, Motley Crue, Skidrow, Kalau untuk pengaruh musik dari band-band Indonesia mungkin lebih kepada Edane, Boomerang, Slank , /Rif, dan lain-lain. Kita bisa mendengar itu dari lagu-lagu yang mereka sajikan.
MR.82 memiliki 5 orang personil aktif sekarang yaitu Valz (vocal), Indrock (gitar 1), Gilby (gitar 2), Andy (bass), dan Mothy (drum). Tidak hanya di Manado saja, MR.82 juga pernah manggung di daerah Bali juga, mereka sempat bertandang ke beberapa kota seperti Denpasar, Canggu, Legian, dan Sanur.
Menurut Gilby, pengalaman main di luar pulau itu sangat menegangkan dan memacu adrenalin karena itu posisi di mana mereka harus menampilkan yang terbaik mengingat MR.82 datang dari daerah yang jauh.
“Namun begitu, antusias pentonton di sana sangat mengagumkan bahkan lebih dari ekspetasi kami,” tandas Gilby.
“Mau itu panggung gigs ataupun kafe mainstream sungguh sangat antusias sekali.. perbedaan antara di manado dan di sana mungkin hanya dari segi tempat eventnya saja, kalau di acara gigs Manado, audience juga excited sekali kok, bedanya mungkin kalau manggungnya di kafe di sana ya, audience masih malu-malu dan tidak seleluasa di gigs. Untuk event besarnya sih relatif sama saja,” tambah pentolan MR.82 itu.
Dinamika Gonta-Ganti Personil
Dalam mempertahankan eksistensinya, band ini juga tak lepas dari problematika yang umumnya dirasakan semua pemusik dan pemain band. Selama 11 tahun ini MR.82 pastinya sudah melewati fase-fase berat dalam bermusik.
Dinamika dari setiap proses yg sedang berjalan perlahan bisa mereka lewati dari mulai gonta-ganti personil agar tetap masih bisa berkarya sampai dengan proses-proses teknis lainnya dalam menggarap album.
Mereka berharap semoga formasi sekarang adalah formasi terakhir untuk MR.82 kedepannya. Gilby juga memberikan sedikit informasi untuk proses perekaman album MR.82 berikutnya.
“Mungkin di album ke 3 ini proses rekamannya bakal lebih serius dibandingkan album pertama dan ke 2 karena ini fase yang menurut kami lebih dewasa dari segi teknis dan konsep, jadi lebih detail juga untuk sound dan aransemen musiknya, target kami tahun ini launching album ke 3 ,kami mengerjakannya secara bertahap, tahun kemarin kami sudah melaunching satu single berjudul “Let’s Rock” bersama dengan video klipnya yang sudah tayang di YouTube official MR.82, selanjutnya kami berencana mengeluarkan single ke 2 berjudul “Back On The Stage” dengan video klip juga, targetnya sih bulan ini,” pungkas Gilby.
Album Ketiga MR.82
Di abum ke 3 ini, MR.82 mengambil tema “Dark side”, untuk liriknya sendiri mereka masih berbicara soal apa pengalaman pengalaman mereka, pesannya sih masih tentang soal rock will never die, untuk memberi pesan bahwa semangat musik rock masih eksis hingga hari ini.
Hubungan MR.82 dengan komunitas musik lokal juga sangat baik. Karena notabene, semua personilnya juga berasal dari skena musik Kota Manado. Sampai hari ini MR.82 masih berdiri karena dukungan dari komunitas juga.
Mereka tidak memandang dari komunitas musik subgenre apapun karena untuk saat ini kan komunitas musik di Manado memang biasanya saling support. Intinya saling support untuk kemajuan kita bersama.





