Lagu Baru GODLESS SYMPTOMS yang Memompa Darah!

iqbal 23 Januari 2022
Godless Symptoms

29 Oktober 2021 lalu, GODLESS SYMPTOMS memuntahkan single terbaru yang berjudul “Lancang Menerang”. Sebuah nomor pembuka yang Kick Ass!. Single itu diambil dari album baru mereka yang bertajuk “Satir Getir”. Lagu “Lancang Menerang” cukup heavy, fast, dan lebih metal. Tentu saja tanpa menghilangkan benang merah musik mereka, yaitu thrash metal dan hardcore.

Band asal Bandung ini selanjutnya mereka kembali merilis single “Meratus kalut” pada tanggal 5 November 2021 sebagai penanda propaganda mereka sebelum album barunya benar benar beredar. Meratus Kalut merupakan track amarah tak tertahankan dan kekecewaan tanpa solusi, terdengar lantang dalam lirik “Bisingkan angan, mencengkeram daulat! Jiwa yang terluka! Selalu saja terluka!”.

Track yang benar benar heavy! Kedua single tersebut mereka rilis via Store Front. Setelah mendengar dua track tersebut membuat saya semakin penasaran seperti apa keseluruhan materi album mereka itu.

hampir dua tahun mereka hiatus. Akhirnya di penghujung tahun tepatnya 12 November 2021, GODLESS SYMPTOMS resmi merilis album ke-lima mereka “Satir Getir” dibawah naungan Disaster Records.

Bermuatan sembilan track, materi lagu yang mulai mereka rekam di tahun 2020, dan 1 single lepas “Rengkuh Semadi” yang dirilis awal tahun 2020 via Grimloc Records. Album ini merupakan album rekaman pertama dengan gitaris baru.

Godless Symptoms

Perubahan yang terasa hanya tuning gitar pada “Satir Getir” terasa lebih low dibanding album ke-empat mereka “The Deaf and the Wasted” dan pastinya juga beda referensi. Lirik yang mereka tulis pada album “Satir Getir” sangat mewakili dan juga seperti rangkuman kondisi dua tahun belakangan (awal masa pandemi) sampai saat ini.

Di balik album ini juga ada deretan nama nama musisi bandung yg berkontribusi, seperti Ramdan Agustiana (Burgerkill) yang menyelesaikan proses mixing, dan new logo beserta semua artwork dieksekusi oleh Herry Sutresna aka Ucok (Homicide). Secara keseluruhan album ini lebih groovy, lebih heavy, bahkan ada elemen sedikit progy.

“Untuk setiap individu yang tetap bertahan, berjuang berusaha mencari terang, mencipta api sendiri, sehingga api api kecil yang tumbuh bisa membesar tanpa harus mengikuti arus.”

Selesaikan album ini jika kalian menyukai kebaikan yang memompa darah!

Iqbalfahrio

penabuh drum di band psychedelic reggae, The Laksono. Tegur dia di IG @iqbalfahrio

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait