Zealous merupakan grup musik glam rock Indonesia yang dibentuk pada tahun 2019. Seluruh personil merupakan putra daerah Minahasa yang memulai kreativitas dan produktivitasnya di Bali.
Zealous beranggotakan Opop alias Mario Lukas Lonta (lead vocal, guitar), Josz alias Josua Tengko Rotikan (backing vocal, guitar), Gogon Zealous alias Stevy Gabriel Thiago Senewe (backing vocal, bass) dan Devo alias David Runtulalo (drum).
Zealous merilis EP perdana berjudul “Sexy” pada tahun 2022 yang berisikan 5 lagu yaitu “Sexy”, “Corona Sucks”, “In Love”, “Young Dangerous”, dan “Zealous”. Proses pembuatan lagu-lagu dalam EP ini dilakukan pada masa pandemi covid-19. Dalam rangkaian promosi EP ini, Zealous melakukan tour ke beberapa kota di Indonesia.
Tahun 2023 adalah tahun keberuntungan bagi Zealous yang dipertemukan dengan legenda musik tanah air Pay Burman. Pertemuan ini menghasilkan kolaborasi antara Opop alias Mario Lukas Lonta, Pay Burman, dan Rio Ricardo dalam memproduksi ulang karya Andy Liany berjudul Sanggupkah.
Tidak sampai di situ, Pay Burman juga berkolaborasi sebagai produser musik Zealous dan menghasilkan single berjudul “Tanpa Dirimu” yang dirilis pada 27 Juni 2023 di Anjungan Gedung Sarinah Jakarta. Kini tembang “Tanpa Dirimu” dapat dinikmati di seluruh platform musik digital.
Beberapa waktu lalu penulis Metallagi.com Stevan Pontoh berkesempatan untuk mewawancarai Gogon (Stevy Senewe), pemain Bass dari Zealous. Beliau memaparkan sedikit banyak soal peran dan perjalanannya bersama Zealous.
Q: Awal mula bergabung dengan grup band Zealous dan sebelumnya tergabung di band apa, dan bagaimana perjalanan musik kamu di scene lokal Manado sebelum akhirnya bergabung dengan Zealous?
A : Awal mula saya bergabung dengan Zealous pada awal tahun 2021 lebih tepatnya di Bali karena ajakan dari Opop (lead singer dan guitarist Zealous). Sebelumnya di tahun 2017 saya pernah mendirikan satu project band rock bernuansa 80-an bersama teman-teman di Manado yang saya beri nama Newton dan juga pernah lumayan lama bersama local hero punk Manado, Nevermore (NVM). Perjalanan di scene Manado bisa dibilang lumayan singkat sebelum hijrah ke Bali, saya lumayan sering meramaikan gigs lokal Manado serta membuat karya bersama band-band di atas.
Q : Kesan terlibat dengan band lokal yang tengah berkiprah di kancah musik nasional?
A : Sangat senang dan adalah kebanggaan pribadi bisa berkarya di kancah musik nasional, saya menganggap itu sebagai reward dari kerja keras dan banyak juga yang dikorbankan untuk sampai ke titik ini.
Q. Zealous juga berkolaborasi dengan legenda musik tanah air Pay burman, bisa sharing sedikit awal mula pertemuan teman-teman dengan beliau?
A : Awal mula kalau tidak salah di Juni 2023, Kami diperkenalkan oleh manager Zealous yang kebetulan merupakan teman dekat dan partner dari bang Pay, dan kebetulan katanya Zealous mengingatkan dia pada band lawasnya dan di situlah kita memulai project single “Tanpa Dirimu”, namun tidak cuma diproduseri karena Bang Pay pun ikut ambil bagian untuk berkolaborasi bersama kami.
Q. Musik glam rock/metal yang bersinar di era 80-an sering dipandang sebagai musik minoritas saat ini, bagaimana tanggapan seorang Gogon Zealous menghadapi tanggapan itu? Mengingat sebenarnya antusias pendengar kalian sangat amat baik apalagi perjalanan kalian bermula di waktu-waktu pandemi covid19.
A. Menurut saya klo dibilang ya Zealous sangat melawan arus di era sekarang, tapi intinya adalah kita konsisten dan mendapatkan kepuasan dalam membuat karya-karya baru yang kami suka tanpa paksaan untuk menyenangkan pendengar dan fans kami.
Q. Zealous juga menciptakan lagu-lagu dalam bahasa Indonesia, apa saja band lokal yang meng-influence zealous?
A. Sebenarnya kami lebih banyak terpengaruh band-band luar, tapi kalo dari saya mungkin banyak terinspirasi dari slank, BIP dan Edane.

Q. Siapa saja artis/band glam (sebutkan yang menurut kalian harus didengarkan peminat glam pemula) yang kalian rekomendasi (nasional/internasional)
A : You must listen to STEEL PANTHER from California baby!
Q. Kesibukan zealous sekarang?
A : Zealous baru saja merilis album fisik dan saat ini sedang dalam proses rilis di digital streaming, kalo kesibukan lain mungkin lebih ke live show.
Q. Apa mimpi terbesar seorang gogon terkait dunia permusikan?
A : Mimpi terbesar tentu saja menjadi rockstar dunia dan berharap memiliki karya abadi yang di dengarkan dan di nyanyikan di seluruh dunia (hahaha).
Q. Motley Crue atau Poison?
A : I love you Bret Michaels but sorry Mötley Crüe for live, Bro!
Q. Damn Yankees atau Def Leppard?
A : Of course the one and only Def!


Satu pemikiran pada “Zealous: Glam Rock Indonesia yang tengah Produktif”